Ad Placeholder Image

Jenis Pemeriksaan Tepat untuk Cek Diabetes Melitus

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   02 Mei 2026

Kondisi diabetes bisa didiagnosis melalui beberapa pemeriksaan, seperti tes gula darah puasa, tes gula darah sewaktu dan lain-lain.

Jenis Pemeriksaan Tepat untuk Cek Diabetes MelitusJenis Pemeriksaan Tepat untuk Cek Diabetes Melitus

DAFTAR ISI


Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang sudah sering terjadi. Penyakit ini sering disebut juga sebagai penyakit gula darah, karena ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) darah hingga di atas normal.

Orang yang mengalami diabetes melitus perlu segera mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya agar tidak terjadi komplikasi.  Sayangnya, gejala diabetes sering kali muncul secara bertahap, sehingga banyak orang tidak sadar bahwa dirinya sudah terjangkit penyakit ini.

Itulah mengapa cukup penting bagi kamu yang memiliki risiko diabetes untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Yuk, ketahui pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk cek diabetes melitus di sini.

Sekilas tentang Diabetes Melitus

Diabetes melitus bisa terjadi karena tubuh tidak menghasilkan jumlah insulin yang cukup atau insulin tidak berfungsi sebagaimana mestinya., sehingga akhirnya mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. 

Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena adanya kondisi autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh pengidap sendiri yang menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

Sedangkan diabetes tipe 2, disebabkan karena sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak bisa dipergunakan dengan baik.

Diabetes melitus lebih sering terjadi dibandingkan diabetes tipe 1. Nah, diabetes yang tidak dikontrol dengan baik ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, kebutaan, amputasi, bahkan kematian.

Dapatkan Acarbose 100 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc!

Pemeriksaan untuk Cek Diabetes Melitus

Tes gula darah merupakan pemeriksaan yang wajib dilakukan untuk mendiagnosis diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Dengan melihat hasil pengukuran gula darah, bisa diketahui apakah seseorang mengidap diabetes atau tidak.

Dokter biasanya akan menganjurkan pengidap untuk menjalani tes gula darah pada waktu dan dengan metode tertentu.

Berikut ini metode tes gula darah yang bisa dijalani oleh pengidap untuk cek diabetes melitus:

1. Tes Gula Darah Sewaktu

Tujuan tes ini dilakukan adalah untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Untuk menjalani tes ini, pengidap tidak perlu berpuasa terlebih dahulu.

Bila hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, maka pengidap bisa dikatakan positif mengidap diabetes.

2. Tes Gula Darah Puasa

Sedangkan tes gula darah puasa, bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pengidap diabetes melitus dalam kondisi puasa.

Untuk menjalani tes ini, pengidap akan diminta untuk berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam. Setelah itu, baru akan diambil sampel darahnya untuk mengetahui kadar gula darahnya. 

Bila hasil tes gula darah puasa menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL, maka kadar gula darah masih normal.

Namun, bila hasil tes gula darah berada di antara 100–125 mg/dL, maka pengidap mengalami kondisi yang dinamakan prediabetes.

Sedangkan hasil tes gula darah puasa yang berada di angka 126 mg/dL atau lebih, menunjukkan bahwa pengidap positif mengidap diabetes.

3. Tes Toleransi Glukosa

Pengidap juga perlu berpuasa terlebih dahulu selama semalam untuk menjalani tes ini. Kemudian, pengidap diabetes melitus akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa.

Setelah tes tersebut selesai dilakukan, pengidap akan diminta meminum larutan gula khusus. Kemudian, sampel gula darah akan kembali diambil setelah 2 jam minum larutan gula. 

Bila hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL, berarti kadar gula darah masih normal. Sedangkan hasil tes toleransi glukosa yang berada di antara 140–199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes.

Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih berarti pengidap positif mengidap diabetes.

4. Tes HbA1C (Glycated Haemoglobin Test)

Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pengidap selama 2–3 bulan ke belakang.

Melalui tes ini, petugas akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

Untuk menjalani tes HbA1C, pengidap tidak perlu berpuasa terlebih dahulu.

Hasil tes HbA1C di bawah 5,7 persen menunjukkan kondisi normal. Sedangkan hasil tes HbA1C yang berada di antara 5,7–6,4 persen, menunjukkan kondisi prediabetes. Hasil tes HbA1C di atas 6,5 persen berarti pengidap mengalami diabetes.

Apabila setelah tes kamu didiagnosa mengidap diabetes melitus, Ini Dokter yang Bisa Bantu Perawatan Diabetes Melitus.

Itulah empat jenis pemeriksaan untuk cek diabetes melitus. Kamu juga bisa memeriksa kadar gula darah dalam tubuh tanpa keluar rumah melalui aplikasi Halodoc

Cek Diabetes Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare

Kamu sekarang juga bisa melakukan Skirining Diabetes dari rumah melalui layanan Halodoc Homecare (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar).

Layanan homecare ini adalah tes laboratorium atau paket tes dari Halodoc yang pengambilan sampelnya bisa dilakukan di rumah atau di lokasi manapun yang kamu pilih.

Karena dilakukan di rumah, kamu bisa memantau kondisi kesehatan kamu atau orang terdekatmu dengan lebih baik.

Nah, ada beberapa keunggulan dari layanan tes lab ini, antara lain:

  • Untuk konsultasi hasil tes, kamu akan mendapat gratis voucher untuk chat dokter senilai 25rb di Halodoc. 
  • Tak perlu repot keluar rumah.
  • Hemat waktu dan biaya
  • Tenaga kesehatan responnya cepat. Ini Daftar Phlebotomist yang Tangani Layanan Tes Lab Halodoc
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Sampel diambil secara aman dan steril.
  • Sampel darah/urine akan dibawa langsung ke laboratorium setelah diambil (tidak ada transit).
  • Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi.
  • Harga tes lab ini mulai dari Rp 245.000,-, (akan disesuaikan dengan harga baru) kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
  • Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
  • Hasil tes akan keluar dalam waktu 1 hari.

Booking Skirining Diabetes Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.

Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2026. Diabetes Diagnosis: Tests Used to Detect Diabetes.
Medical News Today. Diakses pada 2026. List of tests for diabetes.

FAQ

1. Cara mengecek apakah kita diabetes?

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami diabetes, diperlukan pemeriksaan kadar gula darah.

Diagnosis tidak bisa hanya berdasarkan gejala, tetapi harus melalui tes medis seperti gula darah puasa, gula darah sewaktu, atau tes HbA1c.

Secara umum, Diabetes Mellitus ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi.

Selain itu, gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, dan berat badan turun tanpa sebab juga bisa menjadi tanda awal, sehingga penting untuk segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

2. Apakah diabetes bisa menyebabkan tangan kesemutan?

Ya, diabetes dapat menyebabkan tangan kesemutan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat kerusakan saraf yang dikenal sebagai Neuropati Diabetik.

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf, terutama di area tangan dan kaki, sehingga menimbulkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau bahkan nyeri.

3. Apakah diabetes mempengaruhi haid?

Diabetes dapat memengaruhi siklus haid, terutama jika kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik.

Perubahan hormon akibat Diabetes Mellitus dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, lebih panjang, atau bahkan terlewat.

Selain itu, diabetes juga dapat meningkatkan risiko gangguan hormon lain yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi wanita.

Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah tetap stabil sangat penting untuk membantu menjaga siklus haid tetap normal.