• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Virus Ini Bisa Sebabkan Demam Berdarah

Jenis Virus Ini Bisa Sebabkan Demam Berdarah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Demam berdarah, atau yang dikenal dengan istilah DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jenis nyamuk tersebut merupakan pembawa 4 jenis virus demam berdarah. Kenali penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Lakukan Hal Ini untuk Mengobati Gejala Demam Berdarah

Karakteristik Virus-Virus Penyebab Demam Berdarah

Virus penyebab demam berdarah memiliki karakteristiknya masing-masing. Virus pertama, dikenal dengan nama DEN-1, yang akan sangat mudah menyebar, meskipun pada daerah yang belum pernah terjangkit sebelumnya. Meskipun penyebarannya dinilai cepat, virus DEN-1 tidak menyebabkan pengidapnya sakit parah, meskipun mewabah di suatu daerah. Virus ini paling mudah ditularkan karena sifatnya yang kuat ketika berada dalam tubuh nyamuk maupun manusia.

Selanjutnya adalah, DEN-2 dan DEN-3, yaitu virus demam berdarah yang dinilai paling ganas, karena cenderung menyebabkan pengidapnya sakit parah. Jika terpapar kedua virus tersebut, pengidap akan memiliki tingkat keparahan penyakit yang tinggi. DEN-2 dan DEN-3 akan bermutasi dengan baik pada tubuh manusia, sehingga akan sulit untuk diatasi.

Terakhir adalah DEN-4, yaitu jenis virus yang paling sedikit ditemukan dan tidak bersifat ganas. Virus ini juga paling jarang diteliti, karena paling sedikit jumlah penyebarannya. Untuk mengetahui lebih jelas tentang berbagai macam virus tersebut, kamu dapat bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc. Jangan lupa untuk selalu menjaga tubuh tetap sehat, ya!

Baca juga: Anak Terserang Demam Berdarah, Ibu Harus Apa?

Langkah Pencegahan Virus Demam Berdarah

Demam berdarah yang tidak diatasi dengan baik akan memicu timbulnya komplikasi serius, seperti dengue shock syndrome (DSS) yang dapat berujung pada kematian. Saat komplikasi muncul, gejala akan ditandai dengan menurunnya tekanan darah, pupil mata melebar, napas tidak teratur, mulut kering, denyut nadi melemah, menggigil serta menurunnya frekuensi buang air kecil. Berikut langkah pencegahannya:

  • Menguras bak mandi. Menguras bak dapat kamu lakukan seminggu sekali. Pasalnya, genangan air merupakan tempat ternyaman bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Kebiasaan satu ini dapat memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

  • Bersihkan wadah penampung air. Bukan hanya bak mandi saja yang perlu dibersihkan, wadah-wadah air pun perlu. Bersihkan secara rutin perabotan rumah tangga, seperti baskom, kaleng, pot bunga, ember, atau tempat lain yang dapat menjadi wadah nyamuk berkembangbiak.

  • Pasang kelambu. Kelambu di ventilasi-ventilasi jendela rumah perlu untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. Selain kelambu, kami juga bisa memasang kasa nyamuk. 

  • Jangan menggantung baju. Menggantung baju boleh-boleh saja, tapi jika sampai menumpuk dan berantakan, bisa menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah. Sebaiknya, lipat baju atau simpan pada tempat yang bersih dan tertutup.

  • Gunakan losion antinyamuk. Losion antinyamuk dapat dioleskan pada bagian tubuh yang tidak tertutup oleh baju, tujuannya agar nyamuk tidak menggigit area tersebut. Kamu juga dapat mengoleskan losion setiap kali bepergian keluar rumah.

  • Gunakan pakaian tertutup. Ketika keluar rumah pada malam hari, kamu akan rentan digigit nyamuk. Untuk mencegah gigitan nyamuk, gunakan pakaian tertutup saat bepergian di malam hari. 

  • Fogging. Selain beberapa hal tersebut, kamu juga perlu melakukan penyemprotan obat nyamuk, yang biasanya dilakukan secara massal. Biasanya, fogging dilakukan saat masuk musim pancaroba atau saat angka kasus demam berdarah meningkat.

  • Hias rumah dengan tanaman antinyamuk. Tanaman yang dimaksud adalah serai wangi, bunga lavender, daun peppermint, serta bunga geranium. Tanaman-tanaman tersebut kerap diolah sebagai bahan utama dalam pembuatan obat nyamuk semprot, maupun oles.

Baca juga: 5 Gejala DBD yang Tak Boleh Diabaikan

Langkah yang paling ampuh dalam melakukan langkah pencegahan adalah melakukan vaksin dengue di lembaga kesehatan terdekat. Vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali per enam bulan. Dilansir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin dengue sudah dapat diberikan pada orang-orang yang berusia 9-45 tahun.

Referensi: 

NCBI. Diakses pada 2020. Dengue Viruses.

WHO. Diakses pada 2020. Dengue and Severe Dengue.

Science Direct. Diakses pada 2020. Dengue Virus 4.