Advertisement

Kanker Darah, Ini Jenis, Gejala, dan Cara Mengobatinya

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   05 Desember 2025

Kanker darah mengganggu produksi dan fungsi sel darah yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Kanker Darah, Ini Jenis, Gejala, dan Cara MengobatinyaKanker Darah, Ini Jenis, Gejala, dan Cara Mengobatinya

DAFTAR ISI


Kanker darah adalah kelompok penyakit keganasan hematologi yang berasal dari gangguan pada sel-sel darah atau jaringan pembentuk darah seperti sumsum tulang dan sistem limfatik. 

Penyakit ini mengganggu produksi dan fungsi sel darah yang sehat, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Jenis kanker darah yang paling umum adalah leukemia, limfoma, dan multiple myeloma. 

Setiap jenis memiliki gejala dan pengaruh yang berbeda terhadap tubuh, sehingga penting untuk mengenali perbedaannya.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Kanker darah terklasifikasikan ke dalam beberapa jenis utama berdasarkan asal sel yang terkena dampaknya, yaitu:

1. Leukemia

Kondisi leukemia adalah kanker yang berasal dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang, yang biasanya menghasilkan sel darah putih abnormal secara berlebihan.

Leukemia juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Leukemia limfositik akut (ALL): Umumnya menyerang anak-anak dan berkembang dengan cepat.
  • Jenis leukemia mieloid akut (AML): Lebih sering terjadi pada orang dewasa dan berkembang cepat.
  • Leukemia limfositik kronis (CLL): Berkembang lambat dan lebih umum pada orang tua.
  • Jenis leukemia mieloid kronis (CML): Berkembang secara bertahap dan sering ahli temukan pada orang dewasa.

Kanker ini menyebabkan produksi sel darah putih yang abnormal, sehingga mengganggu kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

2. Limfoma

Limfoma merupakan jenis kanker darah yang menyerang sistem limfatik, yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. 

Terdapat dua jenis utama limfoma, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin.

Limfoma Hodgkin umumnya bisa dokter kenali dengan keberadaan sel abnormal Reed-Sternberg. 

Jenis ini memiliki tingkat kesembuhan yang lebih tinggi daripada jenis limfoma lainnya.

Sementara Limfoma non-Hodgkin merupakan jenis yang lebih umum dan mencakup berbagai subtipe, dengan tingkat keganasan yang berbeda-beda.

3. Multiple myeloma

Multiple myeloma adalah kanker yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. 

Sel plasma yang abnormal ini menghasilkan antibodi yang tidak normal, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan dapat merusak organ tubuh, terutama tulang dan ginjal.

Faktor Risiko Kanker Darah

Penyebab pasti kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker darah, di antaranya:

  • Faktor genetik: Beberapa jenis kanker darah terkait dengan mutasi genetik yang diturunkan dari orang tua.
  • Paparan radiasi: Paparan radiasi tingkat tinggi, seperti radiasi dari ledakan nuklir atau radioterapi, dapat meningkatkan risiko leukemia.
  • Paparan bahan kimia: Paparan bahan kimia tertentu, seperti benzena, juga dapat meningkatkan risiko kanker darah.
  • Riwayat pengobatan kanker: Orang yang pernah menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk kanker lain memiliki risiko lebih tinggi terkena leukemia.
  • Kelainan genetik tertentu: Beberapa kelainan genetik, seperti sindrom Down, meningkatkan risiko leukemia.

Apa Kata Riset?

Sebuah riset dari Oral Oncology Reports ini meneliti potensi penggunaan teknologi nano (nanoterapi) untuk mengobati kanker darah yang muncul di rongga mulut, seperti leukemia, limfoma, dan mieloma. 

Teknologi nano menggunakan partikel-partikel sangat kecil (nanopartikel) yang dapat membawa obat langsung ke sel kanker, sehingga pengobatan menjadi lebih efektif dan efek sampingnya lebih sedikit.

Para peneliti telah mencoba berbagai jenis nanopartikel dan menemukan bahwa mereka dapat membantu mengatasi masalah seperti resistensi obat dan menargetkan sel kanker secara lebih tepat. 

Uji klinis pada pasien dengan berbagai jenis kanker darah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Nanoterapi memiliki potensi besar untuk menjadi metode pengobatan yang lebih baik untuk kanker darah di rongga mulut. Teknologi ini dapat membuat pengobatan lebih efektif dan mengurangi efek samping pada pasien. 

Apa Saja Gejalanya?

Gejala kanker darah dapat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. 

Namun, beberapa tanda umum yang perlu kamu waspadai antara lain:

  • Kelelahan ekstrem yang berkepanjangan tanpa sebab yang jelas.
  • Demam atau keringat malam tanpa adanya infeksi.
  • Penurunan berat badan yang tidak kamu sengaja.
  • Mudah mengalami infeksi karena sistem imun yang melemah.
  • Mudah mengalami perdarahan atau memar akibat jumlah trombosit yang rendah.

Selain itu, kamu juga dapat membedakan gejalanya berdasarkan pada jenis. Pada umumnya, gejala leukemia ditandai dengan:

  • Sering mengalami infeksi yang tidak kunjung sembuh.
  • Gusi berdarah atau sering mimisan.
  • Nyeri tulang atau sendi.
  • Pembesaran kelenjar getah bening tanpa rasa nyeri.

Sementara itu, limfoma disertai dengan gejala berikut:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan.
  • Sesak napas.
  • Batuk kronis.
  • Perut terasa penuh atau nyeri akibat pembesaran limpa.

Berbeda dengan leukemia dan limfoma, multiple myeloma ditandai dengan munculnya gejala seperti:

  • Nyeri tulang yang persisten, terutama di punggung atau tulang rusuk.
  • Tulang mudah patah (kerapuhan tulang).
  • Gangguan fungsi ginjal, ditandai dengan peningkatan kadar kalsium dalam darah.

Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala-gejala di atas secara terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mengobati Kanker Darah

Pengobatan kanker darah tergantung pada jenis, stadium, dan kondisi pasien secara keseluruhan. 

Beberapa metode utama yang digunakan dalam terapi kanker darah meliputi:

1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode utama dalam pengobatan leukemia, limfoma, dan multiple myeloma. 

Obat-obatan kemoterapi digunakan untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. 

Terapi ini dapat diberikan dalam bentuk oral, suntikan, atau infus.

2. Terapi target

Terapi ini menggunakan obat-obatan yang dirancang untuk menargetkan sel kanker secara spesifik tanpa merusak sel sehat. 

Contohnya adalah inhibitor tirosin kinase untuk leukemia mieloid kronis dan antibodi monoklonal untuk limfoma.

3. Imunoterapi

Imunoterapi dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker. 

Salah satu bentuknya adalah terapi CAR-T, yang digunakan dalam pengobatan leukemia dan limfoma tertentu.

Ingin tahu lebih lanjut terkait prosedur ini? Yuk, Kenali Metode Imunoterapi dalam Pengobatan Kanker.

4. Transplantasi sumsum tulang

Transplantasi sumsum tulang atau sel punca dilakukan untuk menggantikan sumsum tulang yang rusak akibat kanker dengan sel sehat dari donor atau dari pasien itu sendiri setelah menjalani kemoterapi intensif.

5. Radioterapi

Radioterapi digunakan untuk menghancurkan sel kanker dengan sinar radiasi berenergi tinggi. 

Prosedur ini sering digunakan untuk mengatasi limfoma atau sebagai terapi pendukung dalam transplantasi sumsum tulang.

Kanker darah adalah penyakit serius yang mempengaruhi produksi dan fungsi sel darah dalam tubuh. 

Meskipun setiap jenis kanker darah memiliki karakteristik yang berbeda, pengobatan yang tersedia terus berkembang dengan adanya terapi yang lebih spesifik dan efektif. 

Apabila kamu mengalami gejala yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pencegahan Kanker Darah

Karena penyebab pasti kanker darah belum diketahui, sulit untuk mencegah penyakit ini sepenuhnya. 

Namun, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko:

  • Hindari paparan radiasi dan bahan kimia berbahaya: Jika memungkinkan, hindari paparan radiasi tingkat tinggi dan bahan kimia seperti benzena.
  • Berhenti merokok: Merokok telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker darah.
  • Jalani gaya hidup sehat: Konsumsi makanan yang sehat, olahraga teratur, dan jaga berat badan yang sehat.
  • Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mendeteksi kanker darah sejak dini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala yang mencurigakan, seperti kelelahan yang berlebihan, demam yang tidak kunjung sembuh, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau mudah berdarah. 

Kamu juga bisa segera konsultasikan pada dokter spesialis Hematologi melalui Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Dokter di Halodoc telah berpengalaman, sehingga mampu memberi saran perawatan kanker darah secara akurat.

Melalui Halodoc, kamu bisa berkonsultasi dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
American Cancer Society. Diakses pada 2025. Blood Cancers: Types, Symptoms, and Treatments.
World Health Organization. Diakses pada 2025. Leukemia.
National Cancer Institute. Diakses pada 2025. Lymphoma and Multiple Myeloma.
The Lancet Oncology. Diakses pada 2025. Advances in Blood Cancer Treatment.
Bharathy P, Rani EE, & Thanikachalam PV. Diakses pada 2025. Revolution of blood cancer treatment in the oral cavity: Breakthroughs in nanotherapy.

FAQ

1. Apa penyebab orang terkena kanker darah?

Kanker darah terjadi akibat proliferasi dan diferensiasi abnormal sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang atau sistem limfatik.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker darah meliputi:

  • Mutasi genetik yang menyebabkan gangguan produksi sel darah.
  • Paparan radiasi atau bahan kimia berbahaya seperti benzena.
  • Gangguan sistem imun, misalnya pada penderita HIV/AIDS atau penyakit autoimun tertentu.
  • Riwayat keluarga dengan kanker darah.
  • Infeksi virus tertentu, seperti virus Epstein-Barr yang dikaitkan dengan beberapa jenis limfoma.

2. Apa ciri-ciri kanker pembuluh darah?

Kanker yang menyerang pembuluh darah termasuk jenis yang langka, seperti angiosarcoma. 

Gejalanya bisa bervariasi tergantung lokasi pembuluh darah yang terkena, tetapi umumnya meliputi:

  • Muncul benjolan atau area bengkak yang terasa sakit dan berubah warna.
  • Kulit di area tertentu tampak kemerahan atau kebiruan.
  • Luka yang sulit sembuh dan mudah berdarah.

Selain itu, jika kanker menyerang pembuluh darah di dalam tubuh, bisa menyebabkan gangguan peredaran darah, sesak napas, atau nyeri dada.

3. Apakah penderita kanker darah bisa sembuh?

Kemungkinan sembuh tergantung pada jenis kanker darah, stadium penyakit, serta respons terhadap pengobatan. 

Beberapa jenis kanker darah, seperti leukemia akut, bisa sembuh total jika ditangani dengan cepat dan efektif, misalnya dengan:

  • Kemoterapi
  • Terapi target
  • Transplantasi sumsum tulang
  • Imunoterapi

Namun, pada beberapa kasus, kanker darah bisa menjadi penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang.