• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Kista Epididimis Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Sebaiknya Kista Epididimis Diperiksakan ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kista epididimis merupakan gangguan kesehatan yang bisa menyerang pria. Kondisi ini muncul akibat tumbuhnya kista atau benjolan kecil berisi cairan pada saluran epididimis, yaitu saluran yang terhubung dengan testis. Saluran ini menjadi tempat penyimpanan dan pematangan sperma. Sebenarnya, kista ini bersifat jinak dan tidak berbahaya. Namun, bukan berarti boleh diabaikan. 

Kista yang semakin membesar dan menunjukkan gejala penyakit sebaiknya diwaspadai. Jika hal itu terjadi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang dialami memang kista epididimis. 

Sebab, gejala yang muncul biasanya mirip dengan kondisi spermatokel (kista epididimis yang berisi sperma mati) dan peradangan epididimis (epididimitis).  Lantas, apa saja gejala kista epididimis yang perlu diketahui? Simak jawabannya di sini!

Baca juga: Kaum Adam Perlu Waspada, Mr P Juga Bisa Terkena Kista

Mengenal Gejala Kista Epididimis

Penyakit ini umumnya menyerang pria yang berusia di atas usia 40 tahun. Kista epididimis jarang ditemukan pada anak-anak atau sebelum masa pubertas. Kabar buruknya, sebagian besar pria tidak menyadari telah mengalami penyakit ini, sebab kista epididimis yang bersifat ringan seringnya muncul tanpa menunjukkan gejala sama sekali. 

Kista yang masih berukuran kecil biasanya tidak menunjukkan gejala apapun sehingga seseorang mungkin tidak menyadari keberadaan benjolan tersebut. Benjolan kista biasanya baru terasa saat ukurannya sudah lebih besar, seperti gumpalan lunak di bagian atas atau bawah testis. Kalau sudah membesar, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat. 

Umumnya, jumlah benjolan kista epididimis lebih dari satu dan bisa menyerang kedua testis. Kista cenderung mudah diraba karena terpisah dari testis, bergerak-gerak karena berisi cairan, serta tembus pandang jika terkena cahaya. Jika masih berukuran kecil, kista umumnya tidak mengganggu, tidak menyebabkan nyeri, serta jarang berujung pada infeksi. 

Baca juga: Perlu Diwaspadai, Inilah Gejala Kista Epididimis

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Namun secara umum, kista epididimis terjadi saat saluran epididimis terisi cairan yang tidak bisa keluar. Meski penyebabnya belum diketahui, tetapi ada beberapa kondisi yang disebut bisa meningkatkan risiko kista epididimis, di antaranya mengalami cystic fibrosis, penyakit ginjal polikistik, penyakit Von Hippel-Lindau, serta paparan obat pengganti hormon.

Jika masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, kista epididimis sebenarnya tidak perlu mendapat pengobatan khusus. Namun, pengidapnya tetap harus waspada dan selalu perhatikan perubahan yang terjadi pada kista, terutama perubahan ukuran. Segera beritahu dokter jika ukuran kista semakin membesar dan menjadi tidak normal. Pengobatan juga perlu segera dilakukan saat kista mulai menyebabkan nyeri dan muncul gejala lainnya.  

Pengobatan dilakukan jika kista bertambah besar atau menyebabkan rasa nyeri. Jika hal itu yang terjadi, dokter biasanya akan melakukan penanganan dengan cara operasi. Tujuan dilakukannya operasi adalah untuk mengangkat kista. 

Bius lokal akan diberikan, kemudian kista diangkat dengan cara dipotong melalui sayatan yang sudah dibuat pada kulit. Setelah kista diangkat, bagian kulit yang tersebut akan dijahit. Semakin cepat penanganan kista epididimis dilakukan, maka akan semakin kecil risiko munculnya komplikasi. 

Baca juga: Apakah Kista Epididimis Bisa Sebabkan Komplikasi?

Masih penasaran dan butuh informasi seputar kista epididimis dan kapan harus melakukan pengobatan? Tanya dokter di aplikasi  Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Patient. Diakses pada 2020. Epididymal Cyst.
MedicineNet. Diakses pada 2020.Medical Definition of Epididymis.
Netdoctor.  Diakses pada 2020. Epididymal Cyst Removal.
Web MD. Diakses pada 2020. Spermatocele (Epididymal Cyst).