• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan Obat Bisa Akibatkan Perilaku Kekerasan

Kecanduan Obat Bisa Akibatkan Perilaku Kekerasan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Journal of Health Care for the Poor and Underserved, menyebutkan kalau terdapat korelasi antara penyalahgunaan obat-obatan dengan perilaku kekerasan dan penyalahgunaan zat. Kedua hal ini digambarkan sebagai hubungan sebab dan akibat.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of Substance Abuse Treatment, lebih dari 75 persen orang yang mengonsumsi obat-obatan kerap melakukan tindakan kekerasan, termasuk penjarahan, penyerangan fisik, dan menggunakan senjata untuk menyerang orang lain. Informasi selengkapnya bisa dibaca di bawah ini!


Kecanduan Obat dan Kekerasan

Beberapa penelitian lain melaporkan hubungan siklus dan gangguan antara kekerasan dan kecanduan. Walaupun menggunakan narkoba atau alkohol tidak selalu menghasilkan perilaku kekerasan, tetapi kondisi ini dapat terjadi dalam situasi tertentu dan pada orang tertentu. 

Obat-obatan seperti metamfetamin dan kokain dapat menyebabkan perilaku kekerasan pada orang yang menggunakannya. Soalnya konsumsi obat ini bisa menjadi semacam stimulan sehingga orang yang mengonsumsinya bisa kehilangan kontrol impuls dan memicu perasaan paranoia. 

Baca juga: 5 Obat-obatan Ini Harus Ada Saat Liburan Tahun Baru

Halusinasi yang diakibatkan konsumsi jenis obat ini ini dapat menyebabkan orang bertindak kasar terhadap diri sendiri dan orang lain. Penyalahgunaan obat-obatan dapat menyebabkan peningkatan perilaku agresif, terutama kejahatan seks. 

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Amsterdam, 50 persen dari pelanggar seks yang dipenjara memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan, dan 25–50 persen berada di bawah pengaruh pada saat melakukan pelanggaran. 

Ini menunjukkan hubungan antara kecanduan dan kejahatan seks. Tadi sudah disinggung kalau obat-obatan, seperti metamfetamin dan kokain dapat meningkatkan perasaan gairah. Ketika hyperarousal dikombinasikan dengan kontrol impuls rendah, mereka yang berada di bawah pengaruh metamfetamin atau kokain lebih cenderung untuk bertindak berdasarkan dorongan ini. 

Mereka mungkin terlibat dalam tindakan seksual berisiko tinggi, kekerasan, atau agresif, termasuk pemerkosaan dan kekerasan seksual. Informasi lebih jelas mengenai dampak penyalahgunaan obat-obatan bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc.   

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.


Peristiwa Traumatis Bisa Picu Kecanduan

Menjadi korban dan perilaku kekerasan dapat menjadi awal dari kecanduan karena peristiwa traumatis dapat memengaruhi kerja otak. Trauma membuat pikiran bekerja secara berlebihan, sehingga menyebabkan ketakutan, kecemasan, dan stres yang konstan. 

Seseorang yang selamat dari pengalaman traumatis dapat terus-menerus menghidupkan mode bertahan hidup. Dalam arti otak bahkan dapat terus-menerus memutar kembali memori dari pengalaman traumatis, memaksa orang tersebut untuk secara tidak sadar menghidupkan kembali peristiwa tersebut.

Baca juga: 4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kesehatan Rambut

Mengalami perasaan-perasaan ini sepanjang waktu bisa sangat luar biasa dan sangat menyusahkan bagi seseorang yang berusaha pulih. Akibatnya, banyak penyintas trauma beralih ke narkoba atau alkohol untuk mencari pertolongan.

Sayangnya, jika penyintas trauma terus bergantung pada penggunaan obat-obatan untuk mengatasi emosi negatif ini, tubuh, dan otak akan menjadi tergantung pada obat-obatan atau alkohol untuk berfungsi secara normal. Jika mereka terus menggunakan obat untuk mengatasinya, bukan tak mungkin memicu kecanduan.

Mengonsumsi obat-obatan bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Justru dengan menggunakan obat-obatan secara tidak bertanggung jawab akan menjerumuskan seseorang ke dalam masalah baru.

Ada banyak coping yang jauh lebih sehat dan direkomendasikan untuk dilakoni. Seperti olahraga, bahkan kamu bisa memilih jenis olahraga untuk mengalihkan agresivitasmu. Atau menjalani hobi-hobi lain yang bermanfaat. 

Jika kamu punya masalah, obat-obatan bukanlah solusi. Carilah pertolongan dengan berbicara dengan orang yang dipercaya atau profesional medis. Kontak Halodoc jika kamu butuh saran profesional.

Referensi:
Addiction Campus. Diakses pada 2020. The Connection Between Addiction And Violence.
Science Direct. Diakses pada 2020. Aggression and Violent.