• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Gejala Awal Demam Berdarah pada Anak

Kenali Gejala Awal Demam Berdarah pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Belakangan ini, masyarakat Indonesia bukan hanya dicemaskan oleh wabah COVID-19, tetapi juga kasus demam berdarah yang kembali marak. Seperti yang kita ketahui, demam berdarah adalah penyakit yang sangat umum terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus demam berdarah juga seringkali tidak pandang bulu dalam menetapkan targetnya. 

Akibatnya, tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun juga berisiko terkena demam berdarah. Itulah mengapa sangat penting untuk mengenal gejala awal demam berdarah pada anak, agar pengobatan bisa segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan terjadi.

Demam berdarah disebabkan oleh empat virus serupa yang disebarkan oleh nyamuk dari famili Aedes yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis.

Ketika nyamuk Aedes menggigit seseorang yang telah terinfeksi virus dengue, nyamuk tersebut akan menjadi pembawa virus. Bila nyamuk ini menggigit orang lain, maka orang tersebut dapat terinfeksi demam berdarah. Namun, demam berdarah tidak dapat menyebar secara langsung dari orang ke orang.

Banyak anak yang terkena demam berdarah tidak menunjukkan gejala apapun. Sementara yang lainnya menunjukkan gejala ringan yang muncul mulai dari 4 hari sampai 2 minggu setelah digigit nyamuk pembawa virus. Namun, setelah anak-anak terkena demam berdarah, mereka akan lebih kebal terhadap jenis virus tertentu, meskipun mereka masih dapat terinfeksi virus lainnya.

Baca juga: Awas, 4 Penyakit Ini Disebabkan Gigitan Nyamuk

Gejala Demam Berdarah pada Anak

Gejala awal demam berdarah pada anak adalah demam. Anak dapat mengalami demam tinggi yang mungkin hingga mencapai 40 derajat Celsius. Selain itu, anak yang terkena demam berdarah juga bisa mengalami rasa sakit di belakang mata dan di sendi, otot, atau tulang. Gejala awal demam berdarah tersebut sering dikira sebagai gejala infeksi lainnya, seperti flu

Namun, orangtua sebaiknya segera bawa anak ke dokter bila anak mengalami demam tinggi disertai dengan gejala-gejala berikut ini:

  • Badan yang lemas, sering mengantuk, dan mudah marah.

  • Ruam yang muncul di sebagian besar tubuh.

  • Perdarahan yang tidak biasa dari gusi atau hidung.

  • Muntah-muntah (sebanyak 3 kali dalam 24 jam).

Gejala demam berdarah biasanya dapat bertahan selama 2–7 hari. Anak-anak yang masih kecil atau mereka yang baru pernah terinfeksi penyakit ini untuk pertama kalinya biasanya mengalami gejala yang ringan. Sedangkan anak-anak yang sudah lebih besar, orang dewasa dan mereka yang pernah terinfeksi sebelumnya mungkin mengalami gejala yang sedang hingga berat.

Setelah demam mereda, gejala lain dapat memburuk dan menyebabkan perdarahan yang lebih parah, masalah pencernaan seperti mual, muntah atau sakit perut yang parah, serta masalah pernapasan seperti kesulitan bernapas. Bila tidak segera diobati, maka dehidrasi, perdarahan hebat dan penurunan tekanan darah (syok) yang cepat bisa terjadi. Gejala-gejala tersebut dapat mengancam jiwa dan perlu mendapatkan perawatan medis secepatnya.

Baca juga: Demam pada Anak Dianggap Serius dengan Gejala Ini

Pengobatan Demam Berdarah pada Anak

Tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi demam berdarah. Pada kasus yang ringan, demam berdarah dapat diatasi dengan memberikan anak banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan membiarkannya banyak istirahat. Obat penghilang rasa sakit yang mengandung acetaminophen dapat diberikan untuk meringankan sakit kepala dan rasa sakit yang terkait demam berdarah. Sedangkan obat penghilang rasa sakit dengan aspirin atau ibuprofen harus dihindari, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Sebagian besar kasus demam berdarah dapat sembuh dalam satu atau dua minggu dan tidak menyebabkan masalah yang berkepanjangan. Namun, bila anak mengalami gejala penyakit yang parah atau bila gejalanya memburuk pada hari pertama atau kedua setelah demam mereda, segera cari pertolongan medis. Sebab, hal tersebut bisa mengindikasikan demam berdarah dengue (DBD), yang merupakan bentuk penyakit demam berdarah yang lebih serius. 

Baca juga: Anak Terserang Demam Berdarah, Ibu Harus Apa?

Itulah gejala awal demam berdarah pada anak yang perlu diwaspadai. Jangan panik bila Si Kecil demam, gunakan saja aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu bisa menghubungi dokter untuk minta saran kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2020. Dengue Fever.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Your Infant has Dengue.