• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Lebih Jauh Tentang Distimia

Kenali Lebih Jauh Tentang Distimia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Lebih Jauh Tentang Distimia

Halodoc, Jakarta – Distimia atau yang disebut juga gangguan depresi persisten adalah bentuk depresi kronis jangka panjang. Orang yang mengalami distimia mungkin akan kehilangan minat untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari, merasa putus asa, kurang produktif, dan rendah diri. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar penyakit distimia di bawah ini!

Orang yang mengalami gangguan depresi persisten atau distimia sulit untuk merasa senang, bahkan pada saat-saat bahagia sekalipun. Pengidap digambarkan memiliki kepribadian yang suram, terus menerus mengeluh dan tidak mampu bersenang-senang. 

Meskipun distimia biasanya tidak separah depresi berat, tetapi perasaan depresi yang dialami oleh pengidap distimia dapat berlangsung selama bertahun-tahun dan dapat secara signifikan menyebabkan masalah dalam hubungan pengidap, sekolah, pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.

Baca juga: Memahami Lebih Jauh Trauma dan Depresi Berat Lewat Film 27 Steps of May


Penyebab Distimia

Penyebab distimia masih belum diketahui secara pasti. Namun, sama halnya seperti depresi berat, distimia mungkin juga disebabkan oleh lebih dari satu penyebab, seperti:

  • Perbedaan Biologis. Orang dengan gangguan depresi persisten mungkin mengalami perubahan fisik pada otak mereka. 
  • Kimia Otak. Neurotransmitter adalah bahan kimia otak yang muncul secara alami yang kemungkinan berperan dalam depresi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan pada fungsi dan efek neurotransmitter ini, serta interaksi mereka dengan neurocircuits yang terlibat dalam menjaga stabilitas suasana hati berperan penting dalam terjadinya depresi dan perawatannya.
  • Sifat Bawaan. Distimia nampaknya lebih sering terjadi pada orang yang kerabat dekatnya juga memiliki kondisi tersebut. Namun, para peneliti masih berusaha menemukan gen yang mungkin terlibat dalam menyebabkan depresi.
  • Peristiwa Kehidupan. Seperti halnya depresi berat, peristiwa berat seperti kehilangan orang yang dicintai, masalah keuangan, atau tingkat stres yang tinggi dapat memicu gangguan depresi persisten atau distimia pada beberapa orang.

Gejala Distimia

Gejala distimia biasanya datang dan pergi selama beberapa tahun yang intensitasnya bisa berubah seiring waktu. Namun, biasanya gejala dapat bertahan selama lebih dari dua bulan sekaligus. Selain itu, episode depresi mayor dapat terjadi sebelum atau selama distimia, kadang-kadang kondisi ini disebut depresi ganda.

Gejala distimia dapat menyebabkan gangguan yang signifikan, antara lain:

  • Tidak berminat untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
  • Merasa sedih, hampa, dan terpuruk.
  • Merasa putus asa.
  • Merasa lelah dan tidak berenergi.
  • Rendah diri, sering mengkritik diri sendiri, dan merasa tidak memiliki kemampuan apa-apa.
  • Mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat keputusan.
  • Mudah marah dan dapat marah secara berlebihan.
  • Menjadi kurang aktif, dan produktivitas menurun.
  • Menghindari kegiatan sosial.
  • Merasa bersalah dan khawatir tentang masa lalu.
  • Nafsu makan menurun, atau sebaliknya, meningkat secara drastis.
  • Mengalami masalah tidur.
  • Pada anak-anak, gejala distimia dapat berupa perasaan depresi dan mudah marah.

Bila kamu mengalami gejala-gejala distimia seperti di atas, sebaiknya jangan dibiarkan saja. Segera cari bantuan dari tenaga profesional untuk mengatasi gejala-gejala tersebut, sehingga kamu dapat beraktivitas dengan normal kembali. 

Baca juga: Jangan Diabaikan, 8 Tanda Fisik Terkena Depresi


Pengobatan untuk Distimia

Karena bersifat kronis, mengatasi gejala distimia dapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan melakukan kombinasi terapi bicara (psikoterapi) dan obat-obatan, distimia dapat diobati.

Baca juga: Kapan Seseorang Membutuhkan Psikoterapi?

Itulah yang perlu kamu ketahui tentang distimia. Bila kamu mengalami perasaan depresi yang terus menerus, coba bicarakan saja pada ahlinya dengan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada ahlinya. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi psikolog untuk membicarakan perasaan yang kamu miliki dan minta saran kesehatan kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Persistent depressive disorder (dysthymia).