Ad Placeholder Image

Ketahui Fakta Vaksin HPV yang Diberikan Gratis oleh Pemerintah

8 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   30 Januari 2026

Program vaksinasi HPV yang diberikan gratis oleh pemerintah merupakan langkah penting untuk mencegah kanker serviks.

Ketahui Fakta Vaksin HPV yang Diberikan Gratis oleh PemerintahKetahui Fakta Vaksin HPV yang Diberikan Gratis oleh Pemerintah

DAFTAR ISI


Vaksin Human Papilloma Virus (HPV) berperan penting dalam mencegah kanker serviks. HPV merupakan virus yang menular melalui hubungan seksual.

Untuk mengatasi masalah ini, banyak negara, termasuk Indonesia, melakukan program vaksinasi HPV.

Di Indonesia, pemerintah memberikan vaksin HPV secara gratis bagi anak-anak guna menekan potensi kanker serviks di kemudian hari.

Mau tahu fakta seputar vaksin HPV yang diberikan pemerintah? Berikut ulasannya!

Apa Saja Manfaat Vaksin HPV?

Vaksin HPV menawarkan perlindungan signifikan terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus HPV.

Manfaat utamanya termasuk:

  • Pencegahan kanker serviks: Vaksin HPV secara signifikan mengurangi risiko kanker serviks, penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia.
  • Pencegahan kanker lainnya: Vaksin ini juga melindungi terhadap kanker vagina, vulva, penis, anus, dan beberapa jenis kanker kepala dan leher.
  • Pencegahan kutil kelamin: Vaksin HPV dapat mencegah kutil kelamin, kondisi yang dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan masalah psikologis.

Saat anak mendapat vaksin HPV, tubuh mereka akan membuat protein yang disebut ‘antibodi’ guna melawan virus. Antibodi ini yang akan memberikan perlindungan kuat dari virus HPV

Paparan virus tersebut menyebabkan infeksi yang berhubungan dengan berbagai jenis kanker. Termasuk kanker serviks, vagina, vulva, penis, anus, bahkan orofaringeal (tenggorokan belakang).

Tak hanya untuk anak-anak saja, wanita dewasa yang sudah aktif melakukan hubungan seksual juga perlu melakukan suntik HPV.

Hal tersebut tertuang dalam studi HPV vaccination and the risk of invasive cervical cancer yang terbit pada The New England Journal of Medicine.

Studi mengonfirmasi bahwa tindakan vaksin HPV secara luas secara signifikan, mengurangi jumlah perempuan yang terkena kanker serviks.

Hampir 1.7 juta perempuan yang menerima vaksinasi sebelum usia 17 tahun, mengalami penurunan insiden kanker serviks sebesar hampir 90 persen.

Vaksin HPV juga Ditujukan pada Pria

Vaksin HPV tak hanya berguna untuk anak perempuan saja, tetapi juga bisa diberikan pada anak laki-laki. Vaksin dapat diberikan jika mereka telah memasuki usia 19 sampai 26 tahun.

Pada pria, infeksi HPV cenderung bermanifestasi secara klinis sebagai kutil anogenital, yang menyebabkan peningkatan angka penularan HPV. Infeksi juga dikaitkan dengan kanker penis, dubur, dan orofaring.

The International Agency for Research on Cancer memperkirakan terdapat sekitar 69.400 kasus kanker pada pria, yang disebabkan oleh HPV pada tahun 2018.

Vaksin HPV Gratis untuk Siapa?

Program vaksinasi HPV gratis biasanya menargetkan kelompok usia tertentu yang paling berisiko terpapar virus HPV.

Di Indonesia, vaksin HPV gratis umumnya diberikan kepada anak perempuan usia sekolah dasar (SD) sebagai bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Melansir dari Kementerian Kesehatan RI, program bebas biaya vaksin HPV utamanya diberikan kepada anak perempuan kelas 5 SD/MI/sederajat atau anak usia 11 tahun (bagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah) untuk dosis pertama. 

Dosis keduanya diberikan 6-12 bulan kemudian. Pada tahun 2024, Kementerian Kesehatan RI juga mulai menargetkan perluasan jangkauan vaksinasi gratis ini hingga anak berusia 15 tahun.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), imunisasi HPV adalah program yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, mulai tahun 2016 di Provinsi DKI Jakarta. 

Pemberian imunisasi ini gratis atau tidak dipungut biaya sepeserpun. Prosedurnya dilaksanakan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS pada bulan Agustus setiap tahunnya.

Namun, perlu diperhatikan bahwa ketersediaan dan cakupan program vaksinasi gratis dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan pemerintah daerah.

Untuk informasi yang lebih akurat dan terbaru, disarankan untuk menghubungi dinas kesehatan setempat atau fasilitas kesehatan terdekat.

Di negara lain, seperti Jerman, program vaksinasi HPV gratis juga diterapkan dengan kriteria tertentu.

Sebagai contoh, anak laki-laki dan perempuan usia 9-14 tahun direkomendasikan untuk vaksinasi HPV dan biayanya ditanggung oleh asuransi kesehatan wajib.

Vaksinasi masih bisa didapatkan secara gratis hingga usia 17 tahun sebagai bagian dari program catch-up.

Bahkan, beberapa asuransi kesehatan di Jerman menawarkan penggantian biaya vaksinasi HPV untuk dewasa muda usia 18-26 tahun, meskipun ini tergantung pada jenis asuransi dan kebijakan internal masing-masing.

Penting untuk selalu memeriksa dengan penyedia asuransi kesehatan kamu untuk memahami cakupan yang tersedia.

Kapan Usia Terbaik Mendapatkan Vaksin HPV?

Sebaiknya lakukan vaksinasi saat anak masih berusia 9 hingga 12 tahun. Usia tersebut paling efektif, sebab dalam rentang usia tersebut tubuh menghasilkan antibodi paling banyak terhadap HPV. 

Adapun rekomendasi pemberian vaksin HPV bisa dimulai dari anak-anak dan orang dewasa usia 9 sampai 26 tahun. Dewasa usia 27 sampai 45 tahun sesuai rekomendasi Food and Drug Administration (FDA), yang pemberiannya hingga usia 45 tahun, dan menunda vaksinasi HPV sampai setelah kehamilan.

Untuk cari tahu fakta selengkapnya, kamu bisa baca artikel ini: Waktu Terbaik Memberikan Vaksin HPV pada Anak

Apakah Vaksin HPV Aman?

Vaksin HPV telah melalui uji klinis yang ketat dan terbukti aman dan efektif.

Badan pengawas obat dan makanan di berbagai negara, termasuk Badan POM di Indonesia, telah menyetujui penggunaan vaksin HPV setelah melakukan evaluasi yang mendalam.

Manfaat vaksin HPV jauh lebih besar daripada risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Dosis Vaksin HPV

Vaksin HPV umumnya diberikan dalam bentuk serangkaian dosis. Jumlah dosis dalam vaksinasi dapat bervariasi, tergantung pada usia penerima dan rekomendasi dari tim medis terkait.

Dosis pertama dapat diberikan di rentang usia 9-12 tahun. Sementara untuk dosis kedua, vaksin HPV dapat dilakukan di rentang usia 9-14 tahun dengan syarat sebagai berikut:

  • Dosis 2 direkomendasikan untuk orang yang mendapatkan dosis pertama sebelum usia 15. Dalam rangkaian 2 dosis, dosis kedua harus diberikan 6–12 bulan setelah dosis pertama.
  • Interval minimalnya adalah 5 bulan antara dosis pertama dan kedua. Jika dosis kedua diberikan kurang dari 5 bulan, dosis ketiga harus diberikan minimal 5 bulan setelah dosis pertama dan minimal 12 minggu setelah dosis kedua.
  • Apabila jadwal vaksinasi terganggu, dosis vaksin tidak perlu diulang.
  • Dua dosis vaksin HPV yang diberikan kepada anak usia 9-14 tahun dengan jarak minimal 6 bulan memberikan perlindungan yang lebih baik. Hal itu dibandingkan dengan tiga dosis yang diberikan kepada remaja atau dewasa muda.

Bagaimana vaksin dosis ke-3? Jadwal 3 dosis direkomendasikan untuk anak yang mendapat dosis pertama pada atau setelah usia 15 tahun, dan orang dengan kondisi tertentu. 

Dalam rangkaian 3 dosis, dosis kedua harus diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama. Sementara dosis ketiga harus diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Interval minimalnya adalah 4 minggu antara dosis pertama dan kedua, 12 minggu antara dosis kedua dan ketiga, dan 5 bulan antara dosis pertama dan ketiga. 

Jika dosis vaksin diberikan dalam selang waktu yang lebih singkat, maka dosis tersebut harus diberikan kembali dalam rentang waktu minimum sejak dosis terakhir. Hal ini bisa kamu diskusikan terlebih dulu dengan dokter.

Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai vaksin HPV, kamu bisa hubungi dokter di Halodoc, Ini Dokter yang Bisa Beri Info Seputar Vaksin HPV.

Kejadian Ikutan Pasca Vaksin HPV

Vaksin HPV telah melewati uji keamanan yang ketat sebelum diedarkan secara massal.

Namun, sama seperti vaksinasi lainnya, ada efek samping ringan yang mungkin saja terjadi dan hilang dengan sendirinya.

Beberapa di antaranya:

  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di tempat suntikan. 

Dalam jumlah yang kecil, beberapa anak bisa mengalami efek samping yang lebih serius.

Misalnya, reaksi alergi atau pingsan. Karena itu, siapapun yang memiliki alergi parah sebaiknya tidak menerima vaksin HPV.

Vaksin ini juga tidak akan menyebabkan kemandulan pada wanita. Simak selengkapnya di sini: Kemenkes: Vaksin HPV Tidak Sebabkan Kemandulan.

Fakta Seputar Vaksin HPV yang Perlu Diketahui

Ada banyak mitos yang beredar tentang vaksin HPV. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Mitos: Vaksin HPV menyebabkan kemandulan. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini. Vaksin HPV tidak mempengaruhi kesuburan.
  • Mitos: Vaksin HPV hanya untuk wanita. Faktanya, vaksin HPV juga bermanfaat bagi pria karena melindungi terhadap kanker penis, anus, dan kutil kelamin.
  • Mitos: Vaksin HPV tidak efektif jika sudah aktif secara seksual. Faktanya, vaksin HPV tetap memberikan manfaat, meskipun tidak seefektif jika diberikan sebelum terpapar virus.

Kisaran Harga Vaksin HPV

Perlu dicatat bahwa pemberian vaksin HPV gratis dari pemerintah hanya berlaku untuk anak-anak pada batasan usia yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Remaja di atas 15 tahun dan orang dewasa tetap perlu membayar sejumlah biaya untuk mendapatkan vaksin HPV di rumah sakit.

Vaksin HPV harganya berkisar mulai dari 1 juta hingga 2 juta. Harga ini ditentukan tergantung tergantung paket, merek vaksin, dan rumah sakit tempat melakukan vaksin.

Itulah beberapa fakta menarik tentang vaksin HPV. Jika punya pertanyaan lebih lanjut, kamu juga bisa mengonsultasikannya bersama dokter spesialis obgyn di Halodoc.

Tak perlu takut dan cemas, privasi-mu aman dan terjaga kok! Kamu juga bisa konsultasi kapan dan di mana saja karena dokter-dokter di Halodoc tersedia 24 jam.

Vaksin HPV Bisa di Rumah Pakai Halodoc

vaksin hpv Nonavalen (Gardasil 9)

Nah, tak perlu antre di rumah sakit, ada cara lebih mudah untuk kamu mendapatkan vaksin HPV ini, lho!

Kamu bisa menggunakan layanan Halodoc Homecare Vaksinasi HPV Nonavalen (Gardasil 9) dari Halodoc untuk mendapatkan vaksinasi HPV Gardasil 9 tanpa perlu ke luar rumah.

Berikut beberapa keunggulan melakukan lewat layanan Halodoc Homecare:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter Khusus Vaksinasi.
  • Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Hemat waktu dan biaya.
  • Tanpa biaya tambahan.

Booking Vaksinasi HPV Nonavalen (Gardasil 9) Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc, Mulai dari Rp2.260.000.

Kamu bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor Admin Official WhatsApp Halodoc Homecare 0888-0999-9226.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Human Papillomavirus (HPV) Vaccination: What Everyone Should Know; HPV Vaccine Schedule and Dosing.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV; Cegah Kanker Leher Rahim, Kemenkes Canangkan Perluasan Imunisasi HPV Secara Nasional.
National Cancer Institute. Diakses pada 2026. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines.
American Cancer Society. Diakses pada 2026. HPV Vaccine Facts.
The New England Journal of Medicine. Diakses pada 2026. HPV vaccination and the risk of invasive cervical cancer.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. One in three men worldwide are infected with genital human papillomavirus.