• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Gejala Awal Hernia Hiatus yang Perlu Diwaspadai

Ketahui Gejala Awal Hernia Hiatus yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Hernia hiatus, atau yang bisa disebut juga dengan hernia hiatal, merupakan kondisi yang terjadi ketika bagian lambung menjorok ke luar area dada melalui lubang diafragma (hiatus). Diafragma sendiri merupakan lapisan otot yang tipis dan besar, yang terletak di antara rongga dada dan perut. 

Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan, tapi akan lebih rentan dialami oleh lansia berusia di atas 50 tahun, seseorang dengan obesitas, serta wanita hamil. Kondisi ini juga dapat menyerang bayi yang baru lahir karena kelainan bawaan, dalam kasus yang jarang terjadi.

Hernia hiatus sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Sliding hernia hiatus, yaitu hernia yang dapat naik dan turun pada area dada. Penyakit ini terjadi pada 80 persen kasus hernia hiatus yang dialami.

  2. Hernia hiatus paraesofageal, yaitu hernia yang berada di sisi esofagus. Penyakit ini dinilai lebih berbahaya dibanding dengan jenis yang lainnya.

Meskipun dinilai berbahaya, hernia hiatus jarang menimbulkan gejala bagi pengidapnya. Meski demikian, penyakit ini dapat menimbulkan keluhan kesehatan lain, seperti GERD yang muncul ketika asam lambung menjalar ke atas hingga kerongkongan dan esofagus. 

Hal tersebut terjadi karena hernia hiatus mencegah klep kerongkongan bagian bawah bekerja dengan baik, sehingga esofagus teriritasi oleh naiknya asam lambung. Meskipun jarang menimbulkan gejala, berikut sederet gejala awal hernia hiatus yang perlu diwaspadai!

Baca juga: Pola Hidup untuk Pengidap Hernia Hiatus

Gejala Awal Hernia Hiatus yang Perlu Diwaspadai

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hernia hiatus merupakan penyakit yang jarang menimbulkan gejala. Saat gejala muncul, biasanya kondisi tersebut disebabkan oleh GERD atau asam lambung yang naik ke esofagus. Berikut beberapa gejala awal hernia hiatus:

  • Mengalami heartburn, yaitu sensasi terbakar di belakang dada karena naiknya asam lambung ke esofagus.

  • Mengalami regurgitasi, yaitu naiknya makanan atau cairan ke mulut.

  • Mengalami acid reflux, yaitu aliran balik asam lambung ke esofagus.

  • Mengalami kesulitan dalam menelan.

  • Mengalami nyeri dada.

  • Mengalami sakit perut.

  • Mengalami sesak napas.

  • Mengalami muntah darah yang mengindikasikan adanya pendarahan pada saluran pencernaan.

Jika hanya dilihat dari gejala dan pemeriksaan fisik, mendiagnosis penyakit hernia hiatus merupakan hal yang cukup sulit dilakukan. Dibutuhkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan adanya penyakit ini, seperti dengan melakukan pemeriksaan rontgen dengan menggunakan sinar X atau endoskopi.

Sebelum prosedur pemeriksaan dengan menggunakan sinar X dilakukan, peserta biasanya akan diminta untuk mengonsumsi cairan barium yang akan menunjukkan gambaran jika ada abnormalitas pada organ lambung. Sedangkan prosedur endoskopi dilakukan dengan memasukkan selang berkamera melalui mulut untuk melihat adanya kerusakan pada bagian sistem pencernaan.

Baca juga: Penyebab Hernia Hiatus pada Bayi yang Baru Lahir

Bagaimana Langkah Pengobatan Hernia Hiatus?

Langkah pengobatan yang ditempuh dilakukan dengan mengatasi gejala GERD yang muncul. Beberapa perubahan gaya hidup yang dibutuhkan, antara lain:

  • Makan dalam porsi kecil, tapi sering dilakukan.

  • Jangan berbaring setelah makan, minimal selama 3 jam.

  • Hindari makanan atau minuman yang merangsang produksi asam lambung, seperti alkohol, kafein, tomat, cokelat, makanan berminyak, makanan berlemak, serta makanan dengan rasa pedas dan asam.

  • Menurunkan berat badan berlebih.

  • Berhenti merokok.

Baca juga: Alasan Obesitas Bisa Sebabkan Hernia Hiatus

Pembedahan merupakan pilihan terakhir yang bisa dilakukan jika pengobatan lain tidak memberikan efek menyembuhkan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal ini, silahkan diskusikan langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya! Pembedahan yang dilakukan biasanya akan menyebabkan terjepitnya organ lambung, sehingga jaringan disekitarnya dapat mati.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia.
Healthline. Diakses pada 2019. Hiatal Hernia.