• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Perbedaan Antara Siklotimia dan Bipolar

Ketahui Perbedaan Antara Siklotimia dan Bipolar

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu menghadapi seseorang yang memiliki emosi tidak stabil dalam waktu singkat? Mungkin saja orang tersebut mengidap gangguan mental yang berhubungan dengan suasana hati. Beberapa gangguan yang berhubungan dengan perubahan emosi yang cepat adalah siklotimia dan bipolar. Kedua gangguan ini biasanya sulit untuk dideteksi karena pengidapnya tidak sadar jika mengalaminya.

Siklotimia dan bipolar adalah dua gangguan yang menimbulkan gejala yang sangat mirip, sehingga sulit untuk dideteksi. Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa faktor yang dapat terlihat sebagai perbedaan dari penyakit-penyakit tersebut. Hal tersebut karena kedua penyakit tersebut mungkin saja diatasi dengan cara yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan yang harus diketahui!

Baca juga: Depresi dan Bipolar, Apa Perbedaannya?

Perbedaan Antara Siklotimia dan Bipolar

Siklotimia dan bipolar termasuk dalam gangguan mental yang berhubungan dengan suasana hati. Seseorang yang mengidap salah satu dari dua penyakit tersebut dapat mengalami hipomania dan depresi. Meski begitu, perbedaan mendasar dari keduanya adalah tingkat keparahan yang terjadi. Gangguan siklotimia dapat dikategorikan sebagai versi gangguan bipolar yang lebih ringan.

Sebelum lebih jauh, ada baiknya untuk mengetahui apa itu siklotimia dan bipolar. Berikut penjelasannya:

  • Siklotimia

Siklotimia, atau disebut juga gangguan siklotimik, adalah kondisi jangka panjang yang terjadi saat siklus suasana hati berada antara hipomania dan depresi. Meski begitu, gangguan ini tidak menimbulkan keinginan untuk merusak diri sendiri hingga bunuh diri. Hipomania yang terjadi dapat ringan hingga cukup parah tetapi tidak menyebabkan delusi, halusinasi, dan gangguan psikotik lainnya.

Siklotimia lebih ringan dibandingkan bipolar I atau II karena episode depresi dan hipomanik yang terjadi. Meski begitu, pastikan untuk selalu mendapatkan bantuan profesional agar dapat mendiagnosis siklotimia. Jika dibiarkan, aktivitas sehari-hari yang dilakukan dapat terganggu dan mampu memengaruhi hubungan kamu dengan orang-orang di lingkungan sosial seperti rumah dan tempat kerja.

  • Bipolar

Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang terganggu sehingga menyebabkan gangguan suasana hati yang ekstrem. Hal ini dapat memengaruhi suasana hati, pikiran, hingga perilaku pengidapnya. Bipolar sendiri terbagi menjadi dua jenis utama yang dibagi berdasarkan tingkat keparahan dan gejala yang ditimbulkan. Berikut beberapa jenisnya:

  • Bipolar I: Pengidapnya pernah mengalami paling tidak satu periode manik selama hidupnya. Gangguan ini mungkin saja menyebabkan tingkat keparahan dan gejala yang lebih parah jika dibiarkan.
  • Bipolar II: Pengidap gangguan ini mengalami paling tidak satu episode hipomanik dan satu episode depresi utama.

Baca juga: Gangguan Bipolar dan Mood Swing, Ini Perbedaannya

Perbedaan Gejala Antara Siklotimia dan Bipolar

Hanya dokter yang dapat secara akurat mengetahui perbedaan antara gejala klinis dari siklotimia dan gangguan bipolar. Umumnya, gejala-gejala depresi bipolar melemahkan tubuh dan dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk bangun dari tempat tidur, merasa kelelahan, hingga kesulitan mengambil keputusan bahkan yang sederhana sekalipun. Pengidapnya memiliki pikiran obsesif, terutama terkait kehilangan dan rasa bersalah. Gejala-gejala bipolar tersebut dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk berfungsi dan dapat mengurangi kualitas hidup.

Gejala yang sama dapat terjadi saat seseorang mengidap siklotimia. Meski begitu, gangguan yang terjadi dalam tingkat yang kurang parah, sehingga aktivitas harian tidak terlalu terganggu. Gejala dari siklotimia ini umumnya berlangsung tidak lebih dari dua minggu. Meski begitu, pemeriksaan dari gangguan ini lebih baik dilakukan agar siklotimia yang terjadi tidak berkembang menjadi bipolar.

Itulah perbedaan yang dapat diketahui antara siklotimia dan gangguan bipolar. Memang, sulit untuk mengetahui gangguan mental yang sedang dialami. Meski begitu, ada baiknya tidak melakukan diagnosis sendiri agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan pengobatan.

Baca juga: Jangan Berasumsi, Ini Cara Diagnosis Gangguan Bipolar

Jika kamu ingin memastikan diagnosis dari kesehatan mental, psikolog atau psikiater dari Halodoc dapat memberikan pemeriksaan yang tepat. Dengan begitu, kamu mengetahui langkah penanganan selanjutnya yang dapat efektif untuk dilakukan. Caranya mudah sekali, cukup dengan download aplikasi Halodoc di smartphone-mu!

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Bipolar III Disorder or Cyclothymia.
Everyday Health. Diakses pada 2020. The Different Types of Bipolar Disorder, Including Cyclothymia.