• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pityriasis Rosea, Enggak Menular tapi Gatal Minta Ampun

Pityriasis Rosea, Enggak Menular tapi Gatal Minta Ampun

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu menemukan bercak bersisik yang besar di area punggung, dada, atau perut yang menyebabkan rasa gatal? Sebaiknya kamu tidak mengabaikan gejala ini. Apalagi jika sebelum ruam muncul kamu mengalami sakit kepala, kelelahan, demam atau sakit tenggorokan. Kondisi ini bisa terjadi akibat pityriasis rosea

Pityriasis rosea adalah ruam yang biasanya berawal dari lingkaran besar atau bintik oval di dada, perut atau punggung. Bintik yang disebut herald patch ini bisa mencapai ukuran 10 sentimeter. Herald patch biasanya diikuti oleh bintik-bintik kecil yang menyapu keluar dari tengah tubuh dalam bentuk yang menyerupai cabang pohon pinus yang terkulai.

Baca juga: Jangan Asal Garuk, Ini Bedanya Gatal Biasa & Diabetes

Penyebab Pityriasis Rosea

Sayangnya, hingga kini penyebab pasti pityriasis rosea tidak jelas. Beberapa bukti menunjukkan ruam dipicu oleh infeksi virus, terutama oleh jenis tertentu dari virus herpes. Namun, kondisi ini tidak terkait dengan virus herpes yang menyebabkan bintil. Pityriasis rosea diyakini tidak menular meski kamu melakukan kontak fisik. Namun rasa gatalnya sangat hebat dan akan mengganggu aktivitas.

Pityriasis rosea memengaruhi semua kelompok umur. Kondisi ini paling umum terjadi antara usia 10 dan 35 tahun. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 10 minggu. Sementara untuk meringankan gatal, perawatan tertentu dapat membantu meringankan gejalanya.

Komplikasi Pityriasis Rosea

Melansir Mayo Clinic, dalam kebanyakan kasus, pityriasis rosea tidak berbahaya dan tidak kembali setelah hilang. Jika kondisi ini bertahan lebih dari 3 bulan, kamu harus memeriksakannya ke rumah sakit. Melakukan pemeriksaan sejak awal gejala muncul juga disarankan, guna mencegah kondisi yang semakin buruk. Kamu bisa buat janji dengan dokter di Halodoc untuk membuat janji dengan dokter. 

Wanita hamil berada dalam satu kelompok yang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami komplikasi serius akibat penyakit ini. Jika kamu sedang hamil dan mengidap pityriasis rosea, jangan lupa untuk mengunjungi dokter spesialis kandungan juga. Sebab, melalui sebuah penelitian kecil, mayoritas wanita yang mengalami ruam pada 15 minggu pertama kehamilan bisa mengalami keguguran.

Baca juga: Ini Cara Sembuhkan Pityriasis Rosea Agar Tak Menyebar

Diagnosis dan Pengobatan Pityriasis Rosea

Dokter kulit biasanya dapat mendiagnosisnya dengan penglihatan. Untuk memastikan, ia dapat meminta kamu melakukan tes darah, pengikisan atau biopsi. Tes-tes itu dapat menyingkirkan jenis masalah kulit lainnya, termasuk eksim, kurap, dan psoriasis.

Pityriasis rosea biasanya hilang dalam 8 hingga 10 minggu. Untuk membantu mengatasi rasa gatal, dokter dapat merekomendasikan:

  • Obat-obatan topikal yang dijual bebas, seperti lotion kalamin atau seng oksida;

  • Antihistamin, sering digunakan untuk alergi, yang dalam beberapa bentuk juga mengobati ruam dan gatal-gatal;

  • Mandi air hangat atau berendam dengan air yang dicampur oatmeal;

  • Pada beberapa kasus, dokter mungkin ingin kamu menggunakan obat resep, seperti kortikosteroid, yang mengurangi gatal dan bengkak, atau asiklovir (Valtrex, Zovirax), antivirus yang melawan herpes.

  • Beberapa dokter juga mungkin menyarankan kamu mendapatkan sinar matahari alami atau buatan. Sinar ultraviolet dipercaya dapat mengurangi durasi kemunculan ruam. Namun, cahaya membawa risikonya sendiri, seperti meninggalkan bintik-bintik gelap di belakang. 

Hal yang pasti, kamu harus berbicara dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

Itulah hal yang perlu diketahui tentang pityriasis rosea. Jika mengalami gejala yang mirip, jangan ragu untuk langsung menanyakannya pada dokter di aplikasi Halodoc, ya!

 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pityriasis Rosea
Web MD. Diakses pada 2020. Pityriasis Rosea
NHS UK. Diakses pada 2020. Pityriasis Rosea.