Ad Placeholder Image

Kista Ovarium: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   20 Januari 2026

Kista ovarium dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dan memerlukan pengobatan yang sesuai tergantung pada ukuran dan jenis kista.

Kista Ovarium: Penyebab, Gejala, dan PengobatanKista Ovarium: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

DAFTAR ISI


Kista ovarium adalah suatu kondisi di mana terbentuknya kantung berisi cairan di dalam indung telur. Kista ovarium bisa terjadi pada wanita pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada wanita usia subur. Kondisi ini tidak boleh disepelekan, karena bisa menimbulkan komplikasi. 

Kista ovarium bisa terjadi secara spontan, dan sebagian besar tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan.

Namun, beberapa kasus dapat menjadi lebih besar dan menyebabkan gejala yang tidak nyaman. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan kista ovarium.

Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium terbentuk ketika sel-sel dalam ovarium tumbuh dan berkembang di luar kendali. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko, antara lain:

  • Faktor genetik: Jika ada riwayat keluarga dengan kista ovarium, maka risiko pada wanita tersebut akan lebih tinggi.
  • Ketidakseimbangan hormon: Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan terbentuknya kista ovarium.
  • Endometriosis: Kondisi di mana jaringan yang biasanya hanya tumbuh di dalam rahim tumbuh di luar rahim, seperti di indung telur, dan dapat menyebabkan terbentuknya kista.
  • Sindrom polikistik ovarium (PCOS): Kondisi di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon laki-laki, yang dapat menyebabkan terbentuknya kista ovarium.

Apa saja komplikasi kista ovarium yang perlu diwaspadai? Cari tahu di sini: Jangan Sepelekan Komplikasi yang Disebabkan Kista Ovarium

Gejala Kista Ovarium

Sebagian besar kasus tidak menimbulkan gejala, seringkali terlihat secara tidak sengaja saat pemeriksaan ginekologi dan bahkan ketika sudah terjadi komplikasi.

Beberapa gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Nyeri di panggul atau perut bagian bawah.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Perdarahan di antara periode menstruasi atau menstruasi yang tidak teratur.
  • Perut terasa penuh atau kembung.
  • Kesulitan buang air kecil atau merasa sering ingin buang air kecil.
  • Mual dan muntah.
  • Kenaikan berat badan yang tidak jelas faktornya.

Kista ovarium juga sering disebut sebagai silent killer. Ternyata, Ini Alasan Kenapa Kista Ovarium Disebut Silent Killer.

Bagaimana Kista Ovarium Didiagnosis?

Diagnosis kista ovarium biasanya dilakukan melalui beberapa langkah berikut:

  • Pemeriksaan panggul: Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk merasakan adanya benjolan atau pembengkakan pada ovarium.
  • USG panggul: USG (ultrasonografi) menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar organ reproduksi. USG dapat membantu menentukan ukuran, lokasi, dan karakteristik kista.
  • Tes darah: Beberapa tes darah dapat dilakukan untuk membantu diagnosis, seperti:
    • Tes CA-125: Untuk mendeteksi protein CA-125, yang kadarnya mungkin meningkat pada beberapa kasus kanker ovarium, tetapi juga bisa meningkat pada kondisi lain seperti endometriosis dan radang panggul.
    • Tes hormon: Untuk memeriksa kadar hormon reproduksi dan membantu mengidentifikasi masalah hormonal yang mungkin menjadi penyebab kista.
  • Laparoskopi: Prosedur bedah minimal invasif di mana dokter memasukkan alat tipis yang dilengkapi kamera (laparoskop) melalui sayatan kecil di perut untuk melihat ovarium secara langsung. Laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis dan mengangkat kista.

Pengobatan Kista Ovarium 

Pengobatannya tergantung pada ukuran dan jenis kista, serta apakah kista menyebabkan gejala atau tidak. Jika ukurannya kecil dan tidak menimbulkan gejala, maka seringkali tidak memerlukan pengobatan dan hanya memerlukan pemantauan rutin.

Namun, jika ukurannya cukup besar atau menyebabkan gejala, maka beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

1. Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengendalikan hormon dan mengurangi ukuran kista.

Penggunaan obat-obatan secara umum adalah kontrasepsi hormonal, seperti pil KB atau patch, yang membantu mengendalikan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Selain itu, obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, dapat membantu meredakan rasa nyerinya.

2. Pembedahan

Jika ukuran kista cukup besar atau menyebabkan gejala yang tidak nyaman, maka dokter mungkin akan menyarankan pembedahan operasi.

3. Pengamatan

Jika ukuran kista kecil dan tidak menimbulkan gejala, maka dokter mungkin akan memilih untuk memantau kista dengan pemeriksaan USG atau MRI secara berkala.

Pengamatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kista tidak bertumbuh menjadi lebih besar dan tidak menyebabkan komplikasi.

4. Alternatif Pengobatan

Beberapa orang mungkin memilih untuk mencoba pengobatan alternatif, seperti akupunktur atau herbal. Namun, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung penggunaan pengobatan alternatif ini dalam mengobati kista ovarium. 

Apa saja makanan yang sebaiknya dihindari pengidap kista ovarium? Baca di sini: Ini Pantangan Makanan untuk Pengidap Kista Ovarium.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Kista Ovarium

Meskipun sebagian besar kista ovarium tidak berbahaya, beberapa komplikasi dapat terjadi:

  • Torsi ovarium: Kista yang besar dapat menyebabkan ovarium terpelintir, memotong aliran darah ke ovarium. Kondisi ini sangat menyakitkan dan memerlukan tindakan bedah segera.
  • Pecahnya kista: Kista yang pecah dapat menyebabkan nyeri hebat dan perdarahan internal.
  • Kanker ovarium: Meskipun jarang, kista ovarium bisa bersifat kanker. Risiko kanker ovarium lebih tinggi pada wanita pascamenopause.
  • Infertilitas: Beberapa jenis kista ovarium, seperti yang terkait dengan endometriosis dan PCOS, dapat menyebabkan kesulitan hamil.

Langkah-Langkah Pencegahan Kista Ovarium

Meskipun tidak semua kista ovarium dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi risiko:

  • Pola makan sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya akan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Batasi konsumsi makanan olahan, makanan tinggi lemak jenuh, dan gula.
  • Olahraga teratur: Lakukan olahraga secara teratur untuk menjaga berat badan yang sehat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
  • Kelola stres: Temukan cara untuk mengelola stres, seperti yoga, meditasi, atau menghabiskan waktu di alam.
  • Cukup tidur: Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
  • Hindari alkohol dan rokok: Alkohol dan rokok dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk kista ovarium.
  • Pemeriksaan panggul rutin: Lakukan pemeriksaan panggul rutin sesuai rekomendasi dokter untuk mendeteksi dini adanya masalah pada organ reproduksi.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Nyeri panggul yang baru dan terus-menerus.
  • Perubahan siklus menstruasi yang signifikan.
  • Perut kembung atau terasa penuh.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Kesulitan buang air besar atau kecil.

Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis jika mengalami nyeri panggul yang hebat dan tiba-tiba, terutama jika disertai dengan demam, pusing, atau perdarahan.

Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengidap Kista Ovarium

Deteksi dini dan pengelolaan yang baik dapat membantu mencegah komplikasi serius dan menjaga kesehatan reproduksi wanita.
Jika kamu curiga dengan gejala-gejala kista ovarium, kamu bisa menghubungi dokter berikut untuk konsultasi lebih lanjut:

  • dr. Marsell Phang Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2018. Ia kini praktik di Gresik, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lucia Leonie Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hasanuddin pada 2017. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Kesimpulan

Kista ovarium adalah kondisi umum yang seringkali tidak berbahaya. Namun, penting untuk mewaspadai gejala yang mungkin timbul dan berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Deteksi dini dan pengelolaan yang baik dapat membantu mencegah komplikasi serius dan menjaga kesehatan reproduksi wanita.

Pemeriksaan rutin, gaya hidup sehat, dan komunikasi terbuka dengan dokter adalah kunci untuk menjaga kesehatan ovarium dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bila kamu mengalami gejala kista ovarium, konsultasikan langsung pada dokter obgyn di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Tidak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Ovarian Cysts.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Ovarian Cysts.
Women’s Health. Diakses pada 2025. Ovarian Cysts.