• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kondisi Medis yang Bisa Memicu Terjadinya Sinusitis

Kondisi Medis yang Bisa Memicu Terjadinya Sinusitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kondisi Medis yang Bisa Memicu Terjadinya Sinusitis

Halodoc, Jakarta - Di belakang tulang dahi dan pipi, ada rongga kecil yang bernama sinus. Pada orang yang mengidap sinusitis, rongga tersebut mengalami peradangan dan menimbulkan gejala yang mengganggu, seperti hidung tersumbat dan sakit kepala. 

Tentunya, peradangan pada sinus terjadi bukan tanpa sebab. Ada banyak faktor, termasuk kondisi medis yang bisa memicu terjadinya sinusitis. Ingin tahu apa saja kondisi medis yang dimaksud? Yuk, simak pembahasannya!

Baca juga: Apakah Sinusitis Bisa Terjadi Pada Anak-Anak?

Berbagai Kondisi Medis yang Menjadi Penyebab Sinusitis

Perlu diketahui bahwa di dalam sinus, terdapat lendir yang berguna untuk menjaga kelembapan, dan membuat sirkulasi udara menjadi lancar. Namun, jika lendir tersebut menumpuk, bakteri dan kuman mudah berkembang biak dan menyebabkan peradangan serta pembengkakan. 

Secara umum, ada beberapa jenis bakteri, virus, dan jamur yang dapat menjadi penyebab sinusitis, yaitu Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Anaerobes, Staphylococcus aureus, dan Aspergillus.

Selain itu, ada beberapa kondisi medis yang bisa jadi pemicu sinusitis, yaitu:

1.Alergi

Ini merupakan kondisi medis yang umum menjadi penyebab sinusitis. Alasannya, reaksi alergi dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan saluran hidung. Akibatnya, lendir di sinus dapat menumpuk dan memicu infeksi.

Lantas, alergi apa yang bisa menyebabkan sinusitis? Tentunya, setiap orang bisa bereaksi terhadap pemicu alergi yang berbeda-beda. Namun, dalam hal sinusitis, alergi yang paling sering menjadi penyebab adalah alergi debu, tungau, serbuk sari, dan bulu hewan.

2.Penyakit pada Saluran Pernapasan

Kondisi medis lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya sinusitis adalah penyakit pada saluran pernapasan, seperti asma dan fibrosis kistik.

Kedua penyakit tersebut sering dikaitkan dengan sinusitis. Terkhusus fibrosis kistik, kondisi genetik ini memicu peningkatan produksi lendir di paru-paru dan sinus, sehingga dapat memicu sinusitis.

Baca juga: 5 Fakta yang Perlu Diketahui Seputar Sinusitis

3.Kelainan pada Struktur Hidung

Pada beberapa kasus, struktur atau bentuk rongga hidung bisa saja mengalami kelainan, sehingga meningkatkan risiko sinusitis. Misalnya saja pada deviasi septum, yaitu kondisi septum (tulang tipis di tengah batang hidung) yang bengkok.

Normalnya, septum seharusnya berada tepat di tengah, sehingga bagian kanan dan kiri hidung memiliki ukuran yang sama. Namun, septum bisa saja bengkok dan menyumbat bukaan rongga sinus. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya sinusitis.

Selain deviasi septum, polip hidung juga dapat menjadi salah satu penyebab sinusitis. Polip adalah jaringan yang tumbuh di bagian tubuh tertentu, termasuk di dalam saluran hidung atau sinus. Jika polip tumbuh di sinus, hal ini berisiko menyebabkan infeksi sinusitis.

4.Imun Tubuh yang Lemah

Lemahnya sistem imun tubuh juga bisa menjadi penyebab sinusitis, terutama yang sifatnya kronis dan dipicu oleh infeksi jamur. Menurut studi yang dipublikasikan di Expert Review of Clinical Immunology, sinusitis yang disebabkan oleh infeksi jamur Aspergillus ditemukan pada orang yang mengidap diabetes, HIV/AIDS, serta pasien transplantasi organ dan yang menjalani terapi immunosuppressive.

Baca juga: 8 Cara Mudah untuk Mengatasi Sinusitis di Rumah

Bisakah Sinusitis Dicegah?

Pada beberapa kasus yang jarang (seperti kelainan septum bawaan lahir), sinusitis mungkin tidak bisa dicegah. Namun, pada kebanyakan kasus, penyakit ini terjadi karena faktor-faktor eksternal yang bisa dicegah. Berikut ini beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah sinusitis:

  • Menjaga kesehatan dengan baik. Misalnya, membatasi kontak dengan orang yang mengidap flu atau infeksi saluran napas, serta rutin cuci tangan.
  • Menghindari hal-hal yang memicu alergi, seperti makanan, debu, bulu binatang, atau hal-hal lainnya. Ketahui apa yang memicu alergi dan batasi kontak kontak dengan alergen tersebut.
  • Sebisa mungkin hindari polutan udara, seperti asap rokok dan asap knalpot kendaraan.

Itulah sedikit penjelasan mengenai kondisi medis yang bisa jadi penyebab sinusitis dan tips pencegahannya. Bila kamu atau orang terdekat ada yang mengidap sinusitis, bicarakan dengan dokter dan beli obat yang diresepkan lewat aplikasi Halodoc

Referensi:
American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. Diakses pada 2021. Sinusitis.
CDC. Diakses pada 2021. Sinus Infection (Sinusitis).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Sinus Infection (Sinusitis).
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2021. Deviated Septum.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cystic Fibrosis.
Expert Review Of Clinical Immunology. Diakses pada 2021. Immune Deficiency In Chronic Rhinosinusitis: Screening And Treatment.
The Journal Of Allergy And Clinical Immunology. Diakses pada 2021. Chronic Rhinosinusitis With Nasal Polyps.