• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lakukan Biopsi untuk Mendeteksi Kanker Vulva

Lakukan Biopsi untuk Mendeteksi Kanker Vulva

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kanker vulva adalah jenis kanker yang terjadi pada area permukaan luar alat kelamin wanita. Vulva merupakan area kulit yang mengelilingi uretra dan vagina, termasuk klitoris dan labia. Kanker vulva terbentuk sebagai benjolan atau luka pada vulva yang sering menyebabkan gatal. 

Kanker vulva dapat terjadi pada wanita segala usia, paling sering didiagnosis pada orang dewasa yang lebih tua. Pengobatan kanker vulva biasanya melibatkan pembedahan untuk mengangkat kanker dan sejumlah kecil jaringan di sekitarnya. Semakin dini kanker vulva didiagnosis, semakin kecil kemungkinan pembedahan yang luas dilakukan. Salah satu cara diagnosis yang bisa dilakukan adalah biopsi. 

Baca juga: Gejala Awal Kanker Vulva yang Harus Diwaspadai

Biopsi Sebagai Cara Mendeteksi Kanker Vulva

Tanda dan gejala tertentu mungkin menghampiri pengidap kanker vulva. Namun, banyak dari mereka disebabkan oleh perubahan yang bukan kanker. Satu-satunya cara untuk memastikan kanker adalah dengan pemeriksaan biopsi oleh dokter. Untuk melakukan ini, dibutuhkan sepotong kecil jaringan dari daerah yang terkena dan diperiksa di bawah mikroskop. 

Seorang ahli patologi (dokter yang dilatih khusus untuk mendiagnosis penyakit dengan tes laboratorium) akan melihat sampel jaringan dengan mikroskop untuk melihat apakah ada sel kanker atau pra-kanker dan apa tipenya. Dokter mungkin menggunakan colposcope atau lensa pembesar genggam untuk memilih area yang akan di biopsi. Colposcope merupakan alat yang tetap berada di luar tubuh dan memiliki lensa pembesar. Ini memungkinkan dokter melihat permukaan vulva dengan cermat dan jelas. 

Vulva diobati dengan larutan asam asetat encer (seperti cuka) yang menyebabkan daerah-daerah neoplasia intraepitel vulva (VIN) dan kanker vulva menjadi putih. Ini membuat mereka lebih mudah dilihat melalui colposcope. Memeriksa vulva dengan pembesaran disebut vulvoscopy

Baca juga: Adakah Pencegahan Efektif dari Kanker Vulva? 

Meski jarang dilakukan, dokter mungkin menyeka vulva dengan pewarna (disebut toluidine blue) untuk menemukan area kulit vulva abnormal untuk biopsi. Pewarna ini dapat mengungkap penyakit tertentu jika membiru. Setelah daerah abnormal ditemukan, obat mati rasa (anestesi lokal) disuntikkan ke kulit, sehingga tidak akan merasakan sakit. Jika area abnormal kecil, mungkin diangkat sepenuhnya (disebut biopsi eksisi). Terkadang diperlukan jahitan sesudahnya. 

Jika area abnormal lebih besar, biopsi punch digunakan untuk mengambil sebagian kecil dari jaringan. Instrumen yang digunakan terlihat seperti corer apel kecil, silinder kulit kecil sekitar 4 mm. Jahitannya biasanya tidak diperlukan setelah biopsi. Tergantung pada hasil biopsi punch, mungkin lebih banyak operasi yang diperlukan. 

Pemeriksaan Lain untuk Mendeteksi Kanker

Pemeriksaan ini tidak sering digunakan, tapi jika dokter mencurigai kanker telah menyebar ke organ-organ terdekat, pemeriksaan ini mungkin dilakukan untuk mencarinya. Untuk mengetahui pemeriksaan apa yang tepat untuk kondisi yang kamu alami, tanyakan terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc

  • Sistoskopi

Dokter menggunakan tabung yang menyala untuk memeriksa lapisan dalam kandung kemih. Beberapa kasus kanker vulva lanjut dapat menyebar ke kandung kemih, sehingga setiap area yang mencurigakan yang dicatat selama pemeriksaan ini dibiopsi. Prosedur ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan anestesi lokal, yang membuat area tersebut mati rasa. Meski begitu, beberapa pengidap mungkin memerlukan anestesi umum. 

Baca juga: Bisa Menyebar Lewat Hubungan Intim, Kenali 6 Penyebab HPV

  • Pemeriksaan Panggul 

Menempatkan pengidap dalam tidur nyenyak (di bawah anestesi) memungkinkan dokter untuk melakukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Pemeriksaan tersebut dapat mengevaluasi lebih baik seberapa banyak kanker telah menyebar ke organ-organ internal panggul. 

  • Tes Darah

Dokter mungkin juga akan melakukan tes darah tertentu untuk membantu mendapatkan gambaran tentang kesehatan pengidap secara keseluruhan. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat mengetahui seberapa baik fungsi organ-organ tertentu, seperti hati dan ginjal bekerja. 

Referensi:
Cancer. Diakses pada 2020. Tests for Vulvar Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Vulva Cancer.