Jenis-Jenis Kanker Vulva yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
jenis kanker vulva, kanker kelamin wanita

Halodoc, Jakarta - Kanker vulva merupakan kanker yang menyerang bagian luar alat kelamin wanita. Vulva sendiri merupakan bagian luar organ genitalia wanita yang mengelilingi lubang pembuangan urine dan vagina, termasuk bibir kemaluan, klitoris, dan kelenjar bartholini di kedua sisi vagina. Kanker vulva sendiri muncul dan ditandai dengan sejumlah gejala, seperti benjolan, rasa nyeri, dan gatal.

Baca juga: Gejala Awal Kanker Vulva yang Harus Diwaspadai

Jenis-Jenis Kanker Vulva yang Perlu Diwaspadai

Kanker vulva terdiri dari beberapa jenis. Berikut penjelasannya:

  1. Karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker yang bermula dari salah satu sel utama kulit yang bernama sel skuamosa. Jenisnya sendiri terbagi menjadi beberapa substansi, yaitu: keratinisasi, basaloid, dan karsinoma verukosa.

  2. Adenokarsinoma, yaitu kanker yang bermula pada sel kelenjar yang disebut adenokarsinoma. Kanker ini bahkan dapat muncul pada kelenjar keringat pada kulit vulva.

  3. Melanoma, yaitu kanker yang bermula dari sel-sel penghasil pigmen yang memberi warna pada kulit. Kanker ini biasanya akan muncul pada area kulit yang sering terpapar sinar matahari.

  4. Sarkoma, yaitu kanker yang bermula dari tulang, otot, atau jaringan ikat. Kanker yang satu ini dapat terjadi pada wanita di usia berapapun.

Awalnya, kanker terjadi ketika sel-sel sehat di vulva bermutasi dan menyebabkan sel berkembang secara cepat dan tidak terkendali. Sel-sel yang sehat perlahan akan mati, dan sel-sel kanker terus bertumbuh secara tidak terkendali. Kemudian, sel menumpuk menjadi tumor dan sel kanker tersebut dapat menyebar ke area tubuh lainnya.

Baca juga: Adakah Pencegahan Efektif dari Kanker Vulva? 

Faktor Risiko yang Menjadi Pemicu Terjadinya Kanker Vulva

Munculnya kanker vulva ditandai dengan adanya benjolan atau luka di area vulva. Penyakit yang satu ini akan lebih rentan dialami oleh wanita lansia. Bukan hanya benjolan, kanker vulva muncul dengan diikuti serangkaian gejala berikut ini:

  • Benjolan menyerupai kutil.

  • Pendarahan abnormal pada vagina.

  • Sensasi rasa nyeri dan terbakar.

  • Sakit saat berhubungan intim.

  • Rasa gatal yang berkepanjangan di area vulva.

  • Kulit sekitar vulva mengalami penebalan dan perubahan warna.

Serangkaian gejala tersebut dapat muncul pada seseorang yang memiliki sejumlah faktor risiko berikut ini:

  • Wanita berusia lanjut. Risiko kanker vulva akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

  • Wanita yang terinfeksi virus HPV dan aktif secara seksual. Dalam hal ini, infeksi virus yang dialami bisa saja menyebabkan perubahan sel, sehingga meningkatkan risiko terjadinya kanker vulva.

  • Merokok.

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kondisi ini dapat ditemukan pada pengidap HIV.

  • Mengidap Lichen sklerosis yang menyebabkan kulit vulva menjadi tipis dan gatal.

Jika kamu mengalami sejumlah gejala dan memiliki faktor risikonya, segera temui dokter di rumah sakit terdekat, dengan membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Dalam hal ini, kamu membutuhkan penanganan yang tepat agar kanker tidak bermetastasis ke organ-organ sekitar.

Baca juga: Bisa Menyebar Lewat Hubungan Intim, Kenali 6 Penyebab HPV

Adakah Langkah Pencegahan?

Ketika ditemukan gejalanya, penangan dapat dilakukan dengan prosedur pembedahan, kemudian mengambil sel yang terkena kanker. Dalam kasus yang parah, seluruh bagian vulva harus diangkat agar kanker tidak bermetastasis. Beberapa hal yang dapat dilakukan guna menurunkan risiko terjadinya kanker vulva, yaitu:

  • Lakukan seks secara aman.

  • Lakukan pap smear secara teratur.

  • Berhenti merokok.

  • Lakukan vaksin HPV.

Lakukan pemeriksaan sesuai dengan anjuran dokter, dan waspada terhadap adanya perubahan pada tubuhmu, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Vulvar Cancer.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Vulvar Cancer: Types, Symptoms, and More.