• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lakukan Ini untuk Menghindari Depresi Pasca Melahirkan

Lakukan Ini untuk Menghindari Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Depresi pasca-melahirkan merupakan masalah yang relatif umum terjadi, dan memengaruhi 10-15 persen wanita setelah melahirkan. Meski begitu, sulit untuk memprediksi wanita mana dalam populasi umum yang akan mengalami gangguan mood postpartum

Berbeda dengan baby blues, depresi pasca-melahirkan jarang menghilang dengan sendirinya. Kondisi ini dapat terjadi berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan setelah kelahiran anak dan berlangsung selama beberapa minggu atau bulan tanpa perawatan. Depresi pasca-melahirkan merupakan gangguan psikologis yang dapat diobati. Kondisi ini dapat dikelola secara efektif, sehingga pengidapnya akan merasa lebih baik. 

Baca juga: Ibu Hamil Baper? Atasi dengan Cara Ini

Depresi Pasca-melahirkan Dapat Dihindari

Jangan berjuang dengan depresi pasca-melahirkann sendirian. Bukan salah ibu mengalami depresi dan itu tidak membuat kamu menjadi orangtua yang buruk. Kamu dapat menghindari atau mengatasi depresi pasca-melahirkan dengan cara-cara berikut:

1. Bangun Ikatan yang Aman dengan Bayi

Ikatan emosional merupakan ikatan yang aman yang terbentuk antara orangtua dan anak-anak. Ikatan yang berhasil memungkinkan anak untuk merasa cukup aman untuk berkembang sepenuhnya dan ikatan ini akan memengaruhi cara mereka berkomunikasi dan membentuk hubungan sepanjang hidup mereka. 

Ikatan yang aman terbentuk ketika kamu mendengarkan dan merespons kebutuhan atau isyarat emosional anak, seperti menggendongnya, menenangkan Si Kecil, dan meyakinkan anak ketika ia menangis. Menjadi sumber kenyamanan yang dapat diandalkan memungkinkan kamu belajar mengelola perasaan dan perilaku mereka sendiri, yang pada gilirannya dapat membantu memperkuat perkembangan kognitif mereka. 

2. Merawat Diri Sendiri

Ini adalah salah satu cara terbaik untuk meredakan atau mencegah depresi pasca-melahirkan. Pilihan gaya hidup sederhana dapat meningkatan kesehatan dan suasana hati dan membantu ibu merasa lebih seperti diri sendiri lagi. 

  • Makan makanan mengandung omega 3. Mengonsumsi makanan kaya asam lemak omega-3, yang ditemukan pada ikan berminyak seperti ikan haring dan salmon, selama kehamilan dapat menurunkan risiko depresi pasca-melahirkan. Ini juga bisa menjadi pengobatan alternatif potensial untuk depresi pasca-melahirkan. 
  • Tidur yang cukup. “Tidur ketika bayi tidur” adalah frasa yang sering digunakan bagi mereka yang memberikan saran kepada orang tua baru. Bagaimanapun, tidur dalam bentuk apapun sembari merawat bayi yang baru lahir adalah tugas yang sulit. Wanita pasca-melahirkan sering membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan tidur untuk waktu yang lebih sedikit daripada mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut. Semakin rendah kualitas tidur, semakin parah depresi yang akan dialami. 
  • Berjemur di bawah sinar matahari. Paparan sinar matahari dan udara segar akan secara signifikan meningkatkan suasana hati. Gunakan waktu menjemur bayi sebagai waktu ibu menjemur diri sendiri di pagi hari, setidaknya selama 10-15 menit setiap hari. 

Baca juga: Mengenal 3 Jenis Depresi Pasca-Melahirkan

3. Jauhkan Diri dari Orang yang Membuat Tidak Nyaman

Banyak orang yang tidak mengerti kondisi ibu setelah melahirkan. Saat ibu mengalami kesulitan atau kebingungan, akan ada yang memberikan dukungan secara moral bahkan ada juga yang justru akan menganggap ibu lemah. Sebaiknya hindari orang-orang yang membuat ibu tidak nyaman.

Perasaan tidak nyaman akan berpengaruh pada produksi ASI maupun suasana hati ibu. Hindari orang dan lingkungan yang tidak membuat ibu nyaman, agar ibu bisa menjaga kondisi terhindar dari depresi. 

4. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Saat Si Kecil sedang tertidur pulas, tidak ada salahnya ibu beristirahat sejenak dan meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Lakukan hal-hal yang sederhana tetapi menyenangkan. Ibu bisa membaca buku yang sempat tertunda, mendengarkan lagu kesukaan atau menelpon pasangan bahkan teman. Carilah kegiatan yang menarik dan mampu membuat ibu menenangkan diri sendiri. 

Baca juga: Cara Suami Manjakan Istri yang Sedang Hamil

Selain cara-cara tersebut, ibu juga bisa membicarakan masalah depresi pasca-melahirkan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Berbicara pada orang yang profesional mungkin akan membuat pikiran dan perasaan jadi lebih tenang. Apalagi kini berbicara pada dokter bisa hanya dalam aplikasi Halodoc, sehingga tidak akan merepotkan ibu yang sedang merawat Si Kecil. Yuk, download aplikasinya sekarang!

 

Referensi:
Women’s Mental Health. Diakses pada 2020. Preventing postpartum depression: Start with women at greatest risk.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Life hacks: Dealing with postpartum depression