• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Langkah Pengobatan saat Anak Keracunan Timbal

Langkah Pengobatan saat Anak Keracunan Timbal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami keracunan timbal. Apa itu? Keracunan timbal adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mengalami pengendapan timbal di dalam tubuh. Sebelumnya perlu diketahui, timbal merupakan unsur kimia berbentuk logam yang memiliki kandungan racun sangat tinggi. 

Orang yang terpapar zat ini berisiko mengalami gangguan kesehatan, sebab timbal bisa memengaruhi fungsi organ dan sistem tubuh manusia. Timbal bisa ditemui pada benda-benda di sekitar, seperti mainan anak-anak, tanah, makanan kaleng, perabotan rumah, serta keramik. Lantas, apa saja gejala yang menjadi tanda kondisi ini dan bagaimana cara mengatasi keracunan timbal pada anak? Simak penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: Sebabkan Keracunan, Kenali Bahaya Timbal

Keracunan Timbal pada Anak 

Paparan timbal yang berlangsung terus-menerus dalam jangka waktu yang lama bisa memicu terjadinya gangguan kesehatan yang bersifat serius. Kabar buruknya, anak-anak yang masih berusia di bawah 6 tahun lebih rentan mengalami keracunan timbul. Keracunan timbul biasanya terjadi secara perlahan dan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mulai memicu gejala dan gangguan kesehatan. 

Saat memasuki tubuh anak, timbal akan menyebar ke bagian tubuh, seperti otak, ginjal, hingga organ hati. Setelah itu, timbal akan mengendap dan disimpan tubuh pada gigi serta tulang. Semakin lama, endapan timbal ini akan terakumulasi dan mulai menimbulkan gejala keracunan. Anak-anak menjadi lebih rentan mengalami keracunan karena sering memasukkan tangan dan jari ke mulut, yang bisa memicu masuknya zat berbahaya ke dalam tubuh. 

Baca juga: Langkah Pencegahan Keracunan Timbal Pada Anak

Timbal yang masuk ke dalam tubuh secara perlahan akan memengaruhi perkembangan fisik dan mental anak. Pada bayi, kondisi ini bisa menyebabkan terhambatnya proses pertumbuhan, bahkan bisa memicu gangguan kesehatan jangka panjang. Keracunan timbal juga bisa terjadi akibat anak mengonsumsi air yang sudah terkontaminasi zat ini, misalnya dari pipa atau tangki air logam. 

Jika sudah parah, keracunan timbal bisa memicu berbagai gejala. Sayangnya, pada tahap awal tanda kondisi ini mungkin tidak disadari. Gejala keracunan timbal pada anak-anak adalah gangguan perkembangan, gangguan atau kerusakan otak, gangguan saraf, sering merasa gelisah, serta sulit berkonsentrasi. Selain itu, keracunan zat ini juga membuat anak menjadi lebih agresif, mudah merasa lelah dan lesu, kejang, penurunan nafsu makan, muntah, hingga kehilangan kemampuan mendengar. 

Jangan anggap sepele kondisi ini. Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika Si Kecil menunjukkan gejala keracunan timbal. Atau ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menyampaikan gejala awal yang dialami anak kepada dokter. Ibu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Baca juga: Pengendapan Timbal dalam Tubuh Sebabkan Efek Samping Ini

Jika kadar timbal masih rendah, pengobatan bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan sekitar anak dan menghindari paparan timbal. Dengan kata lain, pastikan Si Kecil tidak tinggal di daerah yang memiliki risiko tingginya kandungan timbal. Cara ini disebut ampuh mengurangi jumlah timbal di dalam darah. Sementara jika paparan timbal sudah tergolong tinggi, dokter mungkin akan merekomendasi berbagai jenis terapi untuk mengatasi gejala, di antaranya: 

  • Terapi Karbon Aktif 

Keracunan timbal bisa diobati dengan terapi karbon aktif, yaitu mengonsumsi karbon aktif yang aman dan sudah disetujui dokter. Cara ini bisa membantu mengikat timbal di saluran pencernaan, kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui tinja. 

  • Terapi kelasi dengan EDTA

Selain terapi radioaktif, kondisi ini juga bisa diatasi dengan memberi obat calcium disodium ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA). Tujuannya sama, untuk mengikat timbal dan mencegah pengendapan. Obat pada terapi ini diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah. 

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Lead Poisoning and Health. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lead Poisoning.
Healthline. Diakses pada 2020. Lead Poisoning.
Healthline. Diakses pada 2020. What is Activated Charcoal Good For? Benefits and Uses.