Advertisement

Lanzoprazole vs Omeprazole: Apa Saja Perbedaannya?

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   31 Desember 2025

Omeprazole dan Lansoprazole bekerja dengan cara menekan produksi asam lambung.

Lanzoprazole vs Omeprazole: Apa Saja Perbedaannya?Lanzoprazole vs Omeprazole: Apa Saja Perbedaannya?

DAFTAR ISI


Lansopraozle dan omeprazole adalah dua jenis obat yang termasuk dalam kelas inhibitor pompa proton (PPI). PPI bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung.

Kedua obat ini umum diresepkan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan terkait asam lambung. Namun, terdapat beberapa perbedaan penting antara lansoprazole dan omeprazole yang perlu diketahui.

Yuk, bahas secara mendalam perbedaan lansoprazole dan omeprazole, meliputi efektivitas, dosis, efek samping, dan pertimbangan penting lainnya.

Apa itu Lansoprazole dan Omeprazole?

Lansoprazole dan omeprazole adalah obat-obatan dari golongan PPI yang bekerja dengan menekan produksi asam lambung.

Mereka melakukan ini dengan menghambat enzim H+/K+-ATPase, yang juga dikenal sebagai pompa proton, di sel parietal lambung.

Dengan menghambat pompa ini, produksi asam lambung berkurang, sehingga membantu meredakan gejala dan menyembuhkan kondisi yang disebabkan oleh kelebihan asam lambung.

Kedua obat ini tersedia dalam bentuk oral, baik dalam bentuk kapsul maupun tablet. Dokter biasanya meresepkan lansoprazole dan omeprazole untuk pengobatan jangka pendek, tetapi dalam beberapa kasus, penggunaan jangka panjang mungkin diperlukan.

Alami asam lambung? Ini Obat Asam Lambung Naik yang Mudah Ditemukan di Apotik. 

Perbedaan Lansoprazole dan Omeprazole

Meskipun lansoprazole dan omeprazole termasuk dalam kelas obat yang sama, terdapat beberapa perbedaan penting antara keduanya:

1. Komposisi dan mekanisme kerja

Baik lansoprazole maupun omeprazole bekerja dengan menghambat pompa proton di sel parietal lambung, tetapi terdapat perbedaan dalam struktur kimia dan bagaimana mereka dimetabolisme oleh tubuh. 

Omeprazole adalah obat yang diaktifkan dalam lingkungan asam lambung, sedangkan lansoprazole adalah obat aktif yang tidak memerlukan aktivasi.

2. Sediaan dan dosis

Lansoprazole tersedia dalam bentuk kapsul yang dapat dibuka dan ditaburkan pada makanan lunak, sehingga memudahkan pemberian pada orang yang kesulitan menelan.

Omeprazole juga tersedia dalam bentuk kapsul, tetapi tidak memiliki formula yang sama persis untuk kemudahan pemberian.

Dosis: 

  • Lansoprazole: 15-30 mg per hari. 
  • Omeprazole: 20-40 mg per hari. 

Dosis dapat bervariasi tergantung pada kondisi yang diobati dan respons individu terhadap pengobatan.

3. Efektivitas

Secara umum, lansoprazole dan omeprazole memiliki efektivitas yang serupa dalam mengobati kondisi terkait asam lambung. 

Sebuah studi dalam Alimentary Pharmacology & Therapeutics menemukan bahwa tidak ada perbedaan klinis yang signifikan antara PPI dalam pengobatan penyakit asam lambung jangka pendek.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa lansoprazole mungkin sedikit lebih efektif dalam menormalkan paparan asam esofagus pada beberapa individu. 

Selain obat-obatan medis, kamu bisa gunakan Obat Alami saat Asam Lambung Naik ini 

4. Efek samping

Efek samping yang umum dari lansoprazole dan omeprazole meliputi sakit kepala, diare, mual, dan sakit perut. 

Efek samping yang lebih serius jarang terjadi, tetapi dapat mencakup peningkatan risiko infeksi Clostridium difficile, kekurangan vitamin B12, dan patah tulang. 

Penting untuk berbicara dengan dokter tentang potensi risiko dan manfaat dari penggunaan jangka panjang PPI.

5. Interaksi obat

Lansoprazole dan omeprazole dapat berinteraksi dengan obat lain, seperti warfarin, clopidogrel, dan digoxin.

Interaksi ini dapat memengaruhi efektivitas obat lain atau meningkatkan risiko efek samping.

Penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat yang kamu konsumsi sebelum memulai pengobatan dengan lansoprazole atau omeprazole.

Kondisi yang Dapat Diobati

Lansoprazole dan omeprazole efektif dalam mengobati berbagai kondisi yang disebabkan oleh produksi asam lambung berlebih, termasuk:

  • Penyakit refluks gastroesofagus (GERD).
  • Tukak lambung dan tukak duodenum.
  • Esofagitis erosiva.
  • Sindrom Zollinger-Ellison.
  • Infeksi Helicobacter pylori (sebagai bagian dari terapi kombinasi).

Sebelum gunakan omeprazole, perhatian Peringatan Sebelum Menggunakannya berikut ini. 

Efek Samping dan Kontraindikasi

Seperti semua obat, lanzoprazole dan omeprazole dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum meliputi:

Efek samping yang lebih serius jarang terjadi, tetapi dapat meliputi:

  • Reaksi alergi.
  • Kekurangan magnesium.
  • Peningkatan risiko infeksi Clostridium difficile.

Obat ini mungkin tidak cocok untuk semua orang. Beri tahu dokter jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati atau ginjal, atau jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami gejala-gejala berikut:

  • Nyeri dada yang parah atau memberatkan.
  • Kesulitan menelan.
  • Muntah darah atau BAB berwarna hitam.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Gejala yang tidak membaik setelah menggunakan obat bebas.

Sebelum menggunakan lansoprazole atau omeprazole, penting untuk mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Riwayat alergi terhadap obat-obatan.
  • Kondisi medis lain yang kamu miliki.
  • Obat-obatan lain yang kamu konsumsi.
  • Kehamilan atau menyusui.

Penggunaan jangka panjang PPI dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu. Bicarakan dengan dokter tentang potensi risiko dan manfaat penggunaan jangka panjang.

Butuh obat untuk meredakan asam lambung? Simak selengkapnya, Ini 7 Rekomendasi Obat Asam Lambung yang Ampuh di Apotek.

Kesimpulan

Lansoprazole dan omeprazole adalah obat yang efektif untuk mengobati berbagai kondisi terkait asam lambung. Meskipun keduanya memiliki beberapa perbedaan, efektivitasnya secara umum serupa.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan obat mana yang paling tepat untuk kamu.

Konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
Web MD. Diakses pada 2025. Lansoprazole Uses and Side Effects. 
MIMS Indonesia. Diakses pada 2025. Lansoprazole. 
NHS. Diakses pada 2025. Lansoprazole. 
American College of Gastroenterology. Diakses pada 2025. Diet and GERD. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Omeprazole.

FAQ

1. Kapan waktu yang tepat untuk minum omeprazole? 

Waktu yang tepat untuk minum omeprazole adalah pagi hari sebelum makan, idealnya 30–60 menit sebelum sarapan. Hal ini karena omeprazole bekerja paling efektif saat diminum dalam kondisi perut kosong karena dapat menekan produksi asam lambung secara maksimal. 

2. Apakah boleh minum omeprazole setelah makan? 

Omeprazole sebaiknya tidak diminum setelah makan, karena penyerapannya menjadi kurang optimal. Obat ini bekerja paling efektif bila diminum 30–60 menit sebelum makan saat lambung masih kosong. Namun, jika terlanjur diminum setelah makan, omeprazole tetap bekerja, hanya saja efek penurunan asam lambung bisa tidak maksimal.

3. Lansoprazole obat untuk penyakit apa? 

Obat ini digunakan untuk mengatasi maag (gastritis), GERD atau asam lambung naik, tukak lambung dan usus dua belas jari, serta sindrom Zollinger–Ellison. Lansoprazole juga sering dipakai bersama antibiotik untuk mengobati infeksi Helicobacter pylori penyebab luka lambung.

4. Apakah obat lansoprazole aman untuk ginjal? 

Lansoprazole umumnya aman untuk ginjal bila digunakan sesuai dosis dan anjuran dokter.