
Makanan Sehat Ini Ternyata Bisa Berbahaya untuk Kesehatan
Tak hanya membersihkan dan memasak dengan benar, keracunan makanan juga bisa dihindari dengan tidak konsumsi makanan sehat tertentu secara berlebihan.

DAFTAR ISI
- Makanan Sehat yang Bisa Berbahaya? Ini Daftarnya!
- Apakah Efek Samping Pala Jika Dikonsumsi Berlebihan?
- Kesimpulan
Seperti yang kamu ketahui,mengolah makanan dengan benar adalah hal yang sangat penting. Sebab dengan membuang bagian tertentu pada makanan atau mengolahnya dengan tepat, ini bisa menghindarkan kamu dari keracunan makanan.
Jadi, tidak akan cukup jika kamu hanya membilas makanan sehat, seperti buah, daging, dan sayuran hanya dengan air saja.
Jika kamu merasa hal ini terlalu berlebihan, ada baiknya kamu memikirkannya kembali. Oleh karena memang pada dasarnya ada beberapa jenis makanan sehat yang bisa berubah menjadi sangat beracun jika tidak diolah dengan benar.
Lantas, makanan apa saja yang bisa berbahaya tersebut? Berikut beberapa jenisnya!
Makanan Sehat yang Bisa Berbahaya
Ini jenis makanan sehat yang ternyata bisa berbahaya untuk kesehatan:
1. Biji apel
Jika kamu suka makan apel, maka ada baiknya kamu untuk membersihkan atau membuang bijinya terlebih dahulu sebelum disajikan atau disantap langsung. Pasalnya, biji apel ternyata juga mengandung racun sianida.
Namun, biji apel sebenarnya memiliki lapisan pelindung yang mampu mencegah sianida memasuki sistem tubuh jika kamu tidak sengaja memakannya.
Meski begitu, kamu tetap harus berhati-hati, sebab dalam dosis kecil pun, seseorang yang alami keracunan sianida bisa mengalami gejala yang fatal, seperti napas yang jadi cepat, kejang, dan kematian.
Pahami lebih dalam soal Keracunan Makanan agar kamu lebih mewaspadainya.
2. Elderberry
Kulit kayu, buah beri mentah, dan biji-bijian mengandung sejumlah kecil zat yang dikenal sebagai lektin, yang dapat menyebabkan masalah perut jika terlalu banyak dimakan.
Selain itu, tanaman elderberry mengandung zat yang disebut glikosida sianogenik, yang dapat melepaskan sianida dalam beberapa keadaan. Ini adalah racun yang juga ditemukan dalam biji aprikot dan almond.
Jika kamu mengalami keracunan makanan akibat konsumsi makanan ini, kamu bisa mengalami gejala, seperti mual, muntah, dan diare. Jadi, hindari memakan bagian buah mentah, daun, kulit kayu, atau akar elderberry.
Selain itu, elderberry tidak dianjurkan untuk anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun, wanita hamil atau menyusui.
Meskipun tidak ada kejadian negatif yang dilaporkan dalam kelompok ini, tetapi tidak ada cukup data untuk memastikan bahwa buah ini aman.







3. Biji Pala
Pala mengandung zat yang disebut myristicin, narkotika dengan efek samping toksik yang sangat tidak baik jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Myristicin sebenarnya dapat ditemukan di sejumlah rempah-rempah dan tanaman lain, tetapi hadir dalam jumlah yang lebih tinggi di biji pala.
Memakan biji pala dalam jumlah kecil tidak berbahaya bagi tubuh, termasuk jumlah yang disebutkan dalam semua resep standar.
Namun, konsumsi sedikitnya 2 sendok teh (atau 5 gram) pala bubuk sekaligus dapat menjadi racun.
Efeknya bisa menyebabkan seseorang alami halusinasi, mual, muntah, pusing, dan detak jantung tidak teratur dalam satu hingga enam jam setelah konsumsi.
Bahkan jika digunakan dalam jumlah besar, ia bisa menyebabkan kegagalan organ.
4. Kentang hijau
Paparan cahaya menyebabkan kentang menghasilkan klorofil yang dapat mendorong produksi senyawa tertentu yang melindungi dari kerusakan akibat serangga, bakteri, jamur atau hama lainnya. Sayangnya, senyawa ini bisa menjadi racun bagi manusia.
Solanin, racun utama yang dihasilkan kentang, bekerja dengan menghambat enzim yang terlibat dalam memecah neurotransmitter tertentu.
Ia juga bertindak dengan merusak membran sel dan dapat berdampak negatif pada permeabilitas usus.
Solanin biasanya hadir dalam kadar rendah di kulit dan daging kentang, serta di tingkat yang lebih tinggi di bagian tanaman kentang.
Namun, ketika terkena sinar matahari atau rusak, kentang menghasilkan lebih banyak zat ini.
Jadi ingat, penghijauan adalah tanda bahwa kentang akan mulai menghasilkan lebih banyak solanin sehingga ia akan semakin beracun.
5. Jamur
Ada banyak jenis jamur yang sangat beracun bagi manusia sehingga kamu tidak bisa sembarang memakannya saat menemukannya di alam liar.
Jenis yang paling berbahaya pertama adalah Amanita phalloides. Dalam waktu 6 sampai 12 jam setelah konsumsi jenis jamur ini, maka seseorang akan mengalami nyeri perut hebat, muntah, dan diare berdarah.
Jamur ini bisa menyebabkan hilangnya cairan dengan cepat dari jaringan dan rasa haus yang hebat.
Gejala bisa semakin parah dan kemudian menyebabkan serangan pada hati, ginjal, dan sistem saraf pusat.
Ia kemudian akan menyebabkan penurunan keluaran urine dan penurunan gula darah. Kondisi ini menyebabkan koma dan kematian pada lebih dari 50 persen insiden.
Apakah Mual Tak Kunjung Hilang? Dokter Ini Bisa Bantu Mengatasinya sehingga bisa kamu hubungi.
Apakah Efek Samping Pala Jika Dikonsumsi Berlebihan?
Ya, pala aman digunakan sebagai bumbu makanan dalam jumlah kecil.
Namun, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping yang serius karena kandungan senyawa seperti myristicin dan elemicin yang bersifat psikoaktif dan beracun pada dosis tinggi.
Berikut adalah beberapa efek samping utama dari konsumsi pala berlebihan:
- Gangguan fisik: Mual, muntah, sakit perut, pusing, lemas, kebingungan, mulut kering, haus berlebihan, dan gangguan irama jantung dapat terjadi.
- Efek pada sistem saraf (psikoaktif): Halusinasi, perubahan suasana hati, kebingungan, kecemasan, agitasi, gangguan koordinasi, dan bicara dapat muncul. Dalam kasus ekstrem, bahkan bisa menyebabkan delirium atau gangguan mental lainnya.
- Risiko serius lainnya: Konsumsi pala dalam dosis sangat tinggi berpotensi menyebabkan keracunan parah hingga kerusakan organ. Penelitian pada hewan juga menunjukkan adanya potensi kerusakan hati akibat paparan jangka panjang terhadap dosis besar pala.
Senyawa seperti myristicin dan elemicin dalam pala dapat menyebabkan efek psikoaktif (mirip halusinogen) jika dikonsumsi dalam jumlah banyak sekaligus.
Oleh karena itu, konsumsi pala dalam dosis tinggi (lebih dari beberapa gram sekaligus atau terus-menerus dalam jumlah besar) tidak dianjurkan.
Seberapa banyak pala yang aman dikonsumsi?
Jumlah kecil dalam masakan (misalnya, beberapa sendok teh atau kurang) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang.
Namun, ibu hamil, menyusui, anak-anak, dan orang yang memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi pala dalam jumlah yang lebih banyak.
Kesimpulan
Beberapa makanan yang dianggap sehat ternyata bisa berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.
Brokoli dapat menyebabkan masalah pencernaan dan gangguan tiroid, tomat dapat memicu refluks asam lambung, air putih dapat menyebabkan hiponatremia, kopi dapat menyebabkan insomnia dan kecemasan, dan pala dapat menyebabkan efek psikoaktif dan keracunan.
Penting untuk selalu memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi makanan, serta mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing.
Jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang makanan tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi di Halodoc.
Kamu juga bisa klik banner di bawah ini untuk hubungi dokter di Halodoc!



