• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengapa Wanita Berusia Tua Lebih Rentan Alami Kanker Vulva?

Mengapa Wanita Berusia Tua Lebih Rentan Alami Kanker Vulva?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kanker vulva merupakan kanker yang menghampiri permukaan luar daerah kewanitaan. Vulva adalah area organ seksual bagian luar pada wanita. Area tersebut berdekatan dengan lubang kencing (pembukaan uretra) dan vagina. Bagian eksternal organ wanita ini termasuk labia minora dan majora (bibir dalam dan luar vagina), klitoris, dan bartholin yang ada di kedua sisi vagina. 

Kanker vulva dapat muncul dengan bentuk benjolan atau luka di sekitar vulva. Kanker ini sering dialami wanita yang berusia lebih tua, dan umumnya yang sudah mengalami menopause. Ada dua jenis kanker vulva yang dibedakan berdasarkan jenis sel yang mengalami dampak. Yaitu vulva melanoma dan karsinoma. 

Baca juga: Gejala Awal Kanker Vulva yang Harus Diwaspadai

Pertambahan Usia Memicu Terjadinya Kanker Vulva

Sebenarnya belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker vulva secara umum. Hanya saja pertambahan usia dicurigai sebagai salah satu faktor pemicunya. Kanker vulva biasanya mengintai wanita yang berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang berada pada masa menopause. Kanker vulva jarang ditemui pada wanita berusia di bawah 50 tahun yang belum mengalami menopause. 

Pemicunya sering kali didasari sel-sel bermutasi menjadi sel kanker dan berkembang dengan begitu cepat. Sel yang membelah diri akan terus bertambah dengan melipat-gandakan jumlah hingga membentuk tumor, lalu menyebar ke bagian tubuh lain. Sel kanker dan tumor akan terus tumbuh dan membelah diri, sedangkan sel yang sehat lambat laun akan mati. 

Meskipun usia tua tidak dapat dipastikan sebagai satu-satunya penyebab, beberapa faktor berikut juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan terjadinya kanker vulva, yaitu:

  • Merokok.
  • Terpapar infeksi HPV (human papillomavirus), yaitu salah satu penyakit menular seksual yang banyak ditemui pada wanita yang aktif secara seksual. Biasanya, infeksi HPV bisa sembuh sendirinya. Namun, pada sebagian kasus lain penyakit ini dapat bermutasi dan berkembang menjadi sel kanker. 
  • Terinfeksi HIV (human immunodeficiency virus) yang dapat melemahkan sistem imunitas tubuh dan menjadikan pengidap rentan terhadap infeksi HPV. 
  • Mengalami gangguan pada kulit di sekitar vulva, misalnya penyakit Lichen Sclerosus. 
  • Pernah mengalami kondisi pra-kanker vulva, atau vulvar intraepithelial neoplasia (VIN), yang dapat berkembang menjadi kanker vulva. VIN merupakan kondisi saat sel mengalami perubahan yang tidak berujung pada kanker. Walaupun kebanyakan kasus pernah terjadi, kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya. Hanya saja pada kenyataannya juga dapat berkembang menjadi sel kanker. 

Baca juga: Adakah Pencegahan Efektif dari Kanker Vulva? 

Gejala Kanker Vulva yang Perlu Diwaspadai

Kanker ini dapat menyebabkan gatal-gatal yang sangat mengganggu kenyamanan di area vulva. Agar semakin waspada, berikut gejala kanker vulva yang perlu diketahui:

  • Perdarahan, tapi bukan berasal dari menstruasi. 
  • Perubahan kondisi kulit pada area kewanitaan, seperti warna dan ketebalan kulit. Kulit dapat berubah jadi merah, putih, atau menggelap. 
  • Tumbuh tahi lalat di area vulva yang berubah bentuk atau warna. 
  • Muncul benjolan mirip jerawat, bisul, atau luka terbuka. 
  • Terasa nyeri atau sensitif terhadap rasa sakit di area panggul, terutama saat berhubungan intim. 
  • Terasa perih, terutama saat sedang kencing. 

Baca juga: Bisa Menyebar Lewat Hubungan Intim, Kenali 6 Penyebab HPV

Hampir sebanyak 50 persen kasus kanker ini menyerang labia mayor (bibir bagian luar dari alat kelamin wanita), kemudian sisanya menyerang labia minor (bibir bagian dalam). Jika gejala-gejala di atas kamu alami, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa memeriksakan kesehatan pada dokter melalui rumah melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Vulvar cancer: Types, symptoms, and more.
WebMD. Diakses pada 2020. Vaginal Cancer.