Advertisement

Mengenal Bahaya Kista Endometriosis bagi Kesehatan Tubuh

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   10 Oktober 2025

Bila dibiarkan tanpa penanganan, kista endometriosis bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya bagi tubuh.

Mengenal Bahaya Kista Endometriosis bagi Kesehatan TubuhMengenal Bahaya Kista Endometriosis bagi Kesehatan Tubuh

DAFTAR ISI


Endometriosis adalah salah satu gangguan kesehatan yang dialami oleh wanita pada bagian reproduksi. Kondisi ini terjadi ketika jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim. 

Tentunya ketika jaringan ini tumbuh pada tempat yang salah, maka ada berbagai gejala yang dapat menyebabkan kondisi tidak nyaman. 

Bahkan, jika tidak diatasi dengan baik, penyakit ini dapat memicu gangguan kesehatan yang lebih berbahaya.

Bahaya Kista Endometriosis pada Tubuh

Ada beberapa gejala utama yang akan dirasakan oleh pengidap endometriosis, seperti nyeri panggul yang terjadi selama proses menstruasi. 

Bahkan, nyeri yang terjadi saat menstruasi dapat berkembang menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu.

Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada pengidapnya, seperti:

1. Gangguan kesuburan

Gangguan kesuburan bisa menjadi salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pengidap endometriosis. 

Hal ini terjadi karena endometriosis menyebabkan penyumbatan pada tuba dan mencegah sel telur melakukan pembuahan dengan sel sperma.

Kamu juga bisa ketahui informasi terkait Endometriosis Penyebab Datang Bulang Enggak Teratur. 

2. Kanker

Kanker ovarium lebih berisiko dialami oleh pengidap endometriosis. Selain itu, jenis kanker lain seperti adenokarsinoma juga berisiko terjadi jika endometrosis tidak diatasi dengan baik.

3. Kista ovarium

Jika jaringan endometriosis berada dekat dengan ovarium, kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kista ovarium.

4. Masalah kandung kemih dan usus

Endometriosis dapat memengaruhi kandung kemih dan usus. 

5. Komplikasi Lainnya

Ada pula komplikasi lainnya yang perlu diwaspadai, seperi:

  • Nyeri kronis: Nyeri panggul yang signifikan dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari.
  • Kista pecah: Kista endometriosis dapat pecah, menyebabkan nyeri yang tiba-tiba dan intens, serta perdarahan internal.
  • Kanker ovarium: Meskipun jarang, ada peningkatan risiko kanker ovarium pada wanita dengan endometriosis. 

Gejala Kista Endometriosis

Berikut adalah beberapa gejala umum kista endometriosis:

  • Nyeri panggul kronis: Nyeri dan intensitasnya bisa berubah-ubah. Nyeri seringkali lebih buruk selama periode menstruasi.
  • Dismenore (Nyeri Haid yang Parah): Nyeri haid yang jauh lebih berat dari biasanya.
  • Nyeri saat berhubungan seksual (Dispareunia): Nyeri ini bisa dirasakan saat penetrasi pada vagina saat berhubungan seksual.
  • Gangguan menstruasi: Termasuk perdarahan yang tidak teratur, perdarahan berlebihan, atau bercak di antara periode menstruasi.
  • Infertilitas: Kista endometriosis dapat memengaruhi kesuburan wanita.
  • Nyeri saat buang air besar atau kecil: Terutama selama periode menstruasi.
  • Kelelahan kronis: Merasa lelah sepanjang waktu tanpa alasan yang jelas.

Penyebab Kista Endometriosis

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dari endometriosis. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko kondisi ini, seperti:

1. Retrograde menstruasi

Gangguan ini terjadi ketika darah menstruasi yang mengandung sel endometrium mengalir kembali ke dalam tuba falopi dan masuk ke rongga panggul. Sel endometrium akan menempel pada rongga panggul sehingga sel tersebut akan menebal setiap siklus menstruasi.

2. Transformasi sel embrionik

Hormon estrogen mampu mengubah sel embrionik menjadi implan sel mirip dengan endometrium selama masa pubertas. 

3. Implantasi bekas luka bedah

Jika kamu pernah melakukan persalinan caesar atau histerektomi, sel endometrium dapat menempel pada sayatan bedah yang memicu risiko penyakit ini.

4. Gangguan sistem kekebalan tubuh

Adanya gangguan sistem imun tubuh juga bisa menyebabkan tubuh tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan abnormal, seperti endometrium yang tumbuh di luar rahim.

Selain penyebab tersebut, ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan wanita mengalami endometriosis. 

Contohnya seperti tidak pernah melakukan persalinan, memulai menstruasi di usia yang terlalu muda, memasuki menopause di usia yang cukup tua, hingga sering mengalami perdarahan yang berlebihan saat menstruasi.

Perbedaan Kista Endometriosis dengan Kista Ovarium Lainnya

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium. Ada berbagai jenis kista ovarium, dan kista endometriosis adalah salah satunya.

 Berikut adalah perbedaan utama antara kista endometriosis dan jenis kista ovarium lainnya:

  • Kista fungsional: Kista ini terkait dengan siklus menstruasi dan biasanya tidak berbahaya. Kista fungsional meliputi kista folikel dan kista korpus luteum.
  • Kista dermoid: Kista ini berisi berbagai jenis jaringan, seperti kulit, rambut, atau gigi.
  • Kistadenoma: Kista ini berkembang dari permukaan ovarium dan dapat berisi cairan atau lendir.

Perbedaan utama dengan kista endometriosis adalah bahwa kista ini terbentuk dari jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim. 

Kista ini berisi darah menstruasi yang terperangkap dan jaringan endometrium, yang memberikan tampilan khas seperti cokelat tua atau kehitaman.

Ketahui juga tahapan Diagnosis Endometriosis di artikel ini. 

Pengobatan Kista Endometriosis

Pengobatan kista endometriosis bertujuan untuk mengurangi nyeri, mengendalikan pertumbuhan jaringan endometrium, dan meningkatkan kesuburan jika diinginkan. 

Pilihan pengobatan tergantung pada tingkat keparahan gejala, ukuran kista, dan rencana kehamilan pasien.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan:

  • Obat pereda nyeri: Obat-obatan seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi nyeri panggul dan nyeri haid.
  • Terapi hormon:
    • Pil KB: Pil KB dapat membantu mengendalikan pertumbuhan jaringan endometrium dan mengurangi nyeri.
    • Agonis GnRH: Obat-obatan ini menghentikan produksi hormon yang merangsang ovarium, menyebabkan menopause sementara dan mengurangi pertumbuhan jaringan endometrium.
    • Danazol: Obat ini menekan pertumbuhan jaringan endometrium, tetapi dapat memiliki efek samping yang signifikan.
  • Pembedahan:
    • Laparoskopi: Prosedur bedah minimal invasif untuk mengangkat kista endometriosis dan jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim.
    • Laparotomi: Prosedur bedah terbuka yang lebih besar untuk mengangkat kista endometriosis dan jaringan endometrium yang luas.
    • Histerektomi: Pengangkatan rahim, seringkali menjadi pilihan terakhir untuk wanita yang tidak berencana memiliki anak lagi dan mengalami gejala yang parah.

Lalu, Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Endometriosis? 

Bisakah Kista Endometriosis Dicegah? 

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kista endometriosis, tetapi ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena kondisi ini atau mengelola gejalanya:

  • Konsultasi dengan dokter: Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan untuk diagnosis dan penanganan dini.
  • Pola hidup sehat: Menjalani pola hidup sehat dengan diet seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi.
  • Kontrasepsi hormonal: Penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, dapat membantu mengendalikan pertumbuhan jaringan endometrium.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Nyeri panggul yang parah. 
  • Nyeri haid yang semakin memburuk dari waktu ke waktu.
  • Nyeri saat berhubungan seksual.
  • Gangguan menstruasi yang signifikan.
  • Kesulitan untuk hamil. 

Jika kamu mengalami gejala kista endometriosis, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
NHS. Diakses pada 2025. Endometriosis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Endometriosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Endometriosis.

Pertanyaan Umum Seputar Kista Endometriosis

1. Apakah kista endometriosis selalu berbahaya?

Tidak semua kista endometriosis berbahaya, tetapi mereka dapat menyebabkan nyeri dan komplikasi jika tidak diobati.

2. Apakah kista endometriosis dapat sembuh sendiri?

Kista endometriosis biasanya tidak sembuh sendiri dan memerlukan penanganan medis.

3. Apakah operasi selalu diperlukan untuk mengobati kista endometriosis?

Tidak, operasi tidak selalu diperlukan. Pilihan pengobatan tergantung pada tingkat keparahan gejala dan rencana kehamilan.