• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mimisan saat PMS, Berbahayakah?

Mimisan saat PMS, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Mimisan, atau bahasa medisnya epistaksis, adalah kondisi terjadinya perdarahan dari dalam hidung. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa ataupun anak-anak, dengan durasi dan penyebab yang berbeda-beda. Pada beberapa wanita, mimisan juga bisa terjadi pada masa pra-menstruasi, sehingga kerap dianggap sebagai salah satu tanda PMS (Premenstrual Syndrome). Namun, apakah kondisi ini berbahaya?

Mimisan memang dapat menjadi tanda atau gejala adanya gangguan kesehatan, tetapi bisa juga bukan. Hal ini dapat terjadi karena banyak faktor, bisa jadi karena mengupil terlalu dalam, alergi, cedera pada hidung, paparan udara kering, kelelahan, hingga stres. Kalau disebut sebagai gejala PMS, belum tentu. Sebab, kalau kamu mengalami mimisan saat PMS, mungkin saja kamu sedang mengalami kelelahan, stres, atau hal-hal lainnya. Jika ingin lebih pasti, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: Ibu Hamil Mimisan, Bahaya atau Tidak?

Mimisan Saat PMS Adalah Tanda Stres?

Sebelum mengaitkannya dengan PMS, mari kita bahas terlebih dahulu tentang apa itu mimisan. Berdasarkan asal perdarahannya, mimisan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu anterior dan posterior. Mimisan anterior adalah mimisan yang disebabkan oleh perdarahan pada pembuluh darah bagian depan hidung. Mimisan jenis ini biasanya lebih mudah untuk dikontrol dan bukan menjadi tanda gangguan kesehatan serius. 

Namun, penyebabnya beragam, bisa jadi karena mengupil terlalu dalam, membuang ingus sangat keras, alergi, udara kering, sinusitis, sedang berada di dataran tinggi, hingga cedera ringan pada hidung. Kalau kamu mengalaminya, coba bicarakan dengan dokter di Halodoc, untuk menanyakan bagaimana pertolongan pertama yang bisa dilakukan. Jika dokter menyarankan pemeriksaan lebih lanjut, buat janji saja dengan dokter di rumah sakit lewat aplikasi Halodoc.

Sementara itu, mimisan posterior adalah mimisan yang terjadi karena adanya perdarahan di bagian belakang hidung dan biasanya membutuhkan penanganan khusus. Penyebab mimisan posterior juga beragam. Bisa karena trauma pada hidung yang diakibatkan adanya benturan atau patah hidung, tumor di rongga hidung, kelainan pembekuan darah, gejala leukimia, tekanan darah tinggi, dan Hereditary Hemorrhagic Telangiectasia (HHT), yaitu semacam kondisi genetik yang memengaruhi pembuluh darah.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 6 Tindakan Mudah Mengatasi Anak Mimisan

Nah, selain berbagai hal tadi, mimisan juga bisa terjadi karena stres, lho. Ya, stres memang merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele, karena dapat memicu berbagai penyakit dan reaksi negatif dari tubuh, seperti mimisan. Hal ini biasanya dialami oleh orang yang memiliki struktur dinding pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah ketika merasa lelah atau stres. Itulah yang kemudian menyebabkan terjadinya mimisan.

Sebuah artikel dalam British Medical Journal tahun 2011 pun mengungkapkan alasan ilmiah tentang kondisi ini. Menurut para peneliti, ketika tubuh berada di bawah tekanan atau stres, sirkulasi darah secara otomatis akan naik. Kemudian, tekanan darah juga ikut melonjak dan pembuluh darah pun menjadi rentan terhadap gangguan.

Terlebih, pembuluh darah di bagian hidung merupakan salah satu pembuluh yang paling rentan terhadap kenaikan tekanan darah. Itulah sebabnya pada beberapa orang, mimisan dapat terjadi ketika tubuh mengalami stres, bahkan walaupun hanya stres ringan.

Stres Dapat Picu Mimisan Saat PMS

Menjelang menstruasi, hampir setiap wanita akan diserang sindrom pra-menstruasi atau juga dikenal dengan sebutan PMS. Masa PMS ini merupakan periode ketika wanita akan mengalami perubahan hormon. Salah satunya adalah hormon kortisol atau hormon pemicu stres. Itulah sebabnya saat mengalami PMS, emosi wanita sering kali tak terkontrol, menjadi lebih sensitif dan mudah stres.

Baca juga: Jika Mimisan Jadi Tanda Penyakit Serius

Sebuah survey juga menemukan bahwa PMS merupakan salah satu pemicu stres paling banyak pada wanita. Sebanyak 24 persen wanita mengaku mengalami perubahan mood yang sangat fluktuatif selama PMS dan tak jarang juga berujung pada stres hingga frustasi. Perubahan hormon dan stres itulah yang memicu terjadinya mimisan.

Oleh karena itu, penting untuk selalu mengelola stres dengan baik, serta menghindari stres yang berlarut-larut. Jika kamu sering mengalami mimisan saat PMS, cobalah untuk tenangkan pikiran dan alihkan pada hal-hal yang menyenangkan guna menghindari stres. Namun, jika mimisan yang dialami memiliki frekuensi yang terlalu sering atau disertai gejala-gejala lain, kamu perlu waspada dan segera memeriksakannya ke dokter.

Referensi:
Health Service Executive. Diakses pada 2020. Epistaxis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Premenstrual syndrome (PMS).