• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Obat Antijamur Bisa untuk Mengatasi Keputihan, Benarkah?

Obat Antijamur Bisa untuk Mengatasi Keputihan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Bagi wanita, tentunya sudah tidak asing lagi dengan keputihan. Keputihan terjadi ketika terdapat cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Keputihan yang normal berfungsi untuk menjaga kebersihan maupun kelembapan dari organ intim wanita. Keputihan yang normal mengeluarkan sel mati dan bakteri sehingga dapat menghindari infeksi vagina.

Baca juga: Kebiasaan Baik untuk Mencegah Keputihan

Tentunya, kamu perlu memerhatikan keputihan yang mengalami perubahan warna atau perubahan pada bau yang menyengat. Kondisi ini menandakan gangguan pada area vagina. Lalu, benarkah obat antijamur mampu mengatasi gangguan kesehatan yang ditandai dengan keputihan? Ini ulasannya.

Kenali Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan umumnya normal dialami wanita, terutama ketika memasuki siklus menstruasi. Tidak hanya itu, wanita yang sedang menjalani masa kehamilan juga mengalami keputihan akibat perubahan hormon yang dialaminya. Ada beberapa gejala keputihan yang normal, seperti tidak berwarna atau berwarna putih susu, tidak memiliki bau yang menyengat, meninggalkan bercak kekuningan pada celana, dan tekstur yang berubah mengikuti siklus menstruasi.

Berdasarkan National Health Service UK, tanda-tanda keputihan yang tidak normal, yaitu:

  1. Jumlah keputihan yang keluar lebih banyak dari biasanya.
  2. Mengalami perubahan warna, seperti keabuan, hijau, coklat, atau bahkan berwarna kuning.
  3. Keputihan menimbulkan bau tidak sedap yang menyengat, seperti amis.
  4. Keputihan yang muncul menyebabkan rasa gatal pada vagina.
  5. Vagina terasa panas dan mengalami iritasi beberapa saat setelah mengalami keputihan.
  6. Keputihan muncul disertai dengan darah.

Baca juga: Berikut Jenis Keputihan Berdasarkan Warna

Obat Antijamur untuk Atasi Keputihan yang Tidak Normal

Meskipun tanda dari keputihan yang tidak normal umumnya hampir sama, namun pengobatan yang dilakukan berbeda dan disesuaikan dengan penyebabnya. Lalu, apakah obat antijamur digunakan untuk mengatasi keputihan yang tidak normal?

Ya, obat antijamur dapat digunakan untuk mengatasi keputihan yang disebabkan oleh jamur. Salah satu gangguan kesehatan yang mungkin dialami akibat jamur adalah infeksi jamur vagina. Infeksi jamur pada vagina disebabkan oleh jamur candida yang berkembang biak di sekitar vagina. 

Selain gejala keputihan yang tidak normal, kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya mengalami rasa nyeri dan panas ketika buang air kecil atau melakukan hubungan intim. Sebaiknya segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc jika kamu mengalami perubahan pada keputihan dan alami gejala yang tidak nyaman pada kesehatan vagina.

Melansir Mayo Clinic, pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat antijamur yang dioleskan pada area vagina. Obat antijamur untuk gangguan kesehatan ini dapat berupa salep, krim, atau obat minum. Dosis penggunaan obat antijamur disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi yang terjadi. Namun, ibu hamil dilarang menggunakan obat antijamur.

Baca juga: Agar Tetap Percaya Diri, Atasi Keputihan dengan Yoga

Tentunya menjaga dan merawat vagina adalah hal yang penting untuk dilakukan. Maka dari itu, sebaiknya jaga kebersihan vagina setiap saat. Caranya dengan menggunakan pakaian dalam yang tepat, menggunakan kontrasepsi saat berhubungan intim, dan mengonsumsi makanan yang sehat serta air yang cukup membantu merawat vagina agar terhindar dari gangguan kesehatan.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Vaginal Discharge
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Yeast Infection (Vaginal)