• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Anak Terlambat Mendapat Menstruasi Pertama

Penyebab Anak Terlambat Mendapat Menstruasi Pertama

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta –  Anak perempuan ibu belum kunjung mendapatkan menstruasi pertamanya? Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh TeensHealth, menstruasi yang tidak teratur sangat umum terjadi terutama pada beberapa tahun pertama seorang remaja mendapatkan menstruasi.

Menstruasi pada perempuan biasanya dimulai 2 hingga 2,5 tahun setelah tanda pertama pubertas, seperti pembesaran payudara dan tumbuhnya bulu halus pada daerah kemaluan. Menstruasi dianggap telat jika menginjak usia 16 tahun, anak perempuan belum kunjung haid. Informasi selengkapnya di bawah ini!

Faktor-Faktor Penyebab Menstruasi Terlambat Datang

Umumnya, menarche (menstruasi pertama) terjadi pada kisaran usia 10 tahun. Menarche dianggap terlambat jika anak sudah berusia 16 tahun, sudah tumbuh payudara, rambut ketiak, dan rambut pubis, tetapi belum mendapat menstruasi. 

Baca juga: 7 Tanda Haid Tidak Normal yang Harus Kamu Waspadai

Namun, jika pada usia 14 tahun anak belum menstruasi dan belum tumbuh payudara, rambut ketiak, dan rambut kemaluan, maka menstruasi pertama juga dikatakan terlambat. Apa penyebabnya?

  1. Riwayat Menstruasi Keluarga  

Coba perhatikan riwayat keluarga terutama ibunya. Kapan mens pertama ibu datang? Jika ibu juga mengalami menstruasi pertama yang telat, maka bukan tak mungkin anak mengalami hal yang sama.

Jika tidak terjadi pada ibu, coba perhatikan apakah terjadi pada anggota keluarga lainnya? Bagaimana dengan adik atau kakak perempuan atau bahkan ibu? Riwayat menstruasi pada keluarga biasanya bisa berulang walaupun tak berhubungan secara langsung. 

  1. Berat Badan Rendah 

Menstruasi berhubungan erat dengan hormon. Saat berat badan di bawah umumnya, level hormon bisa terpengaruh, sehingga menghambat anak mendapat menstruasi pertamanya. Jika berat badan anak 10 persen lebih kurang dari berat badan ideal yang disesuaikan dengan tinggi badan, kinerja hormon akan berkurang, sehingga siklus menstruasi pun terganggu. 

  1. Kelebihan Berat Badan 

Sama halnya dengan berat badan rendah, kelebihan berat badan juga akan mengalami masalah yang sama, yaitu telatnya perdana menstruasi. Untuk mendapatkan siklus menstruasi yang normal, tubuh memerlukan level lemak yang normal pula. Kurang atau berat badan berlebih bisa mengarah pada kondisi menstruasi yang telat. 

Baca juga: Mengapa Olahraga Baik Dilakukan saat Menstruasi

  1. Olahraga Berlebih 

Semua yang berlebihan memang tidak baik. Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi memaksakan tubuh untuk berlatih fisik secara berlebihan bisa menyebabkan lambatnya datang bulan. 

Intensitas olahraga yang berlebihan bisa membakar kalori dan meninggalkan sedikit sekali lemak. Ditambah dengan tekanan atau stres bisa menunda menstruasi. 

  1. Sedang dalam Pengobatan

Beberapa obat bisa memengaruhi datangnya menstruasi, terutama obat untuk mengobati kanker, tekanan darah tinggi, alergi, dan depresi. Jika anak sedang mengonsumsi salah satu obat tersebut, maka dokter biasanya akan memberitahukan efek sampingnya, termasuk terlambatnya menstruasi. 

  1. Masalah pada Organ Tubuh

Seperti pada vagina, ovarium, tuba falopi, atau uterus. Meskipun sangat jarang terjadi, tetapi jika anak memiliki kelainan pada bagian tersebut ia akan memiliki kemungkinan datang bulan pertama yang lambat. 

Kondisi lain yang juga bisa menyebabkan datang bulan pertama yang terlambat adalah masalah pada bagian otak, hypothalamus, atau organ terdekat yang bernama pituitary gland yang bekerja sama mengontrol hormon. Lainnya adalah polycystic ovary syndrome (PCOS) yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Terakhir, kondisi genetik seperti Turner syndrome, fragile X syndrome, atau androgen insensitivity syndrome juga dapat memicu terlambatnya menstruasi pertama. 

Jika masih ragu mengenai informasi kesehatan ini, orangtua bisa menanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk orangtua. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih kapan dan di mana saja mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

*artikel ini pernah tayang di SKATA