• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perkembangan Bayi Usia 28 Bulan

Perkembangan Bayi Usia 28 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Selamat, ya, ibu, kini Si Kecil sudah menginjak usia 28 bulan. Pastinya kini ia semakin aktif dan tidak bisa diam, ya? Ada saja hal aneh yang dilakukannya dan membuat ibu dan ayah geleng-geleng kepala. Sebenarnya, apa saja sih perkembangan anak yang seharusnya terjadi di usia 28 bulan ini? Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini!

Keterampilan Berbahasa Anak

Ibu akan mendapati bahwa sang buah hati kini semakin mahir berkata-kata. Memang, masih ada beberapa kata yang masih terdengar kacau atau datang dari diri mereka sendiri, sehingga hanya merekalah yang memahaminya. Namun, tetap saja, ada beberapa kosakata yang sudah bisa ibu pahami. 

Tidak hanya ocehan yang mulai berubah menjadi kata-kata, pada usia ini anak pun mulai menghubungkan kata menjadi kalimat yang lebih lengkap. Ia bersemangat untuk membagi segala pengalamannya dengan ibu. Kesalahan masih mungkin terjadi, tetapi tentu saja ibu bisa membantu memperbaikinya, sehingga kemampuan berbahasanya pun lebih terlatih. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 19 Bulan

Ibu perlu tahu, sebaiknya hindari berbicara dengan bahasa bayi pada anak yang sudah menginjak usia balita. Apabila ia salah dalam mengucap kata, ulangi dengan memberikan artikulasi yang benar dan tepat. Jadi, jangan meniru anak, biarkan ia yang meniru ibu dalam berbahasa. Apabila kata yang ia ucapkan sudah benar, tidak ada salahnya untuk memberikan pujian atas kerja kerasnya. 

Ketika anak telah lebih lancar berbahasa, ia akan memiliki kepercayaan diri yang semakin meningkat dan lebih bersemangat untuk menceritakan lebih banyak tentang dirinya pada ibu dan orang lain di sekitarnya. Terus dukung ia untuk bercerita, jadilah pendengar yang baik agar anak semakin senang untuk berbincang dengan ibu. 

Waspada Bahaya Tersedak

Ibu, ketahuilah balita adalah penjelajah yang paling sempurna, mereka akan menggunakan semua indra untuk menjawab rasa penasaran, termasuk rasa dan perasaannya. Apabila anak tidak tahu benda yang sedang dipegangnya, ia mungkin akan memasukkan ke dalam mulut untuk mendapatkan petunjuk baru. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 25 Bulan

Waspada dengan bahaya tersedak, terlebih dengan benda kecil seperti kelereng, koin, baterai, bahkan hingga peniti. Sebaiknya temani anak ketika ia sedang asik mengeksplorasi dunianya, dan jangan lupa sterilkan ruang bermain anak dari semua benda yang mungkin bisa membahayakan keselamatannya. Begitu pula dengan makanan, jadi berikan anak potongan kecil makanan untuk dimasukkan ke mulutnya untuk menghindari bahaya tersedak. 

Hindari memberikan anak makanan mentah atau renyah seperti apel, batang wortel, dan selai kacang. Hindari pula memberikan anak popcorn, kacang-kacangan, permen (baik permen keras, permen kunyah, maupun permen karet), dan segala jenis makanan yang sulit dikunyah seperti daging stik atau bagel. Perlu diingat pula, anak mungkin senang nyamil di mobil, tetapi tetap berhati-hati, karena guncangan di mobil bisa membuat anak tersedak ketika sedang makan camilannya. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 22 Bulan

Tidak ada salahnya mencari tahu bagaimana memberikan pertolongan pertama jika anak tersedak. Jangan asal meniru informasi dari internet, terlebih jika informasi tersebut tidak kredibel. Lebih aman bertanya langsung pada dokter anak. Mudah kok, ibu hanya perlu aplikasi Halodoc untuk bisa bertanya jawab langsung dengan dokter. Bahkan, ibu pun bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc

Referensi: 
Parents. Diakses pada 2019. 28 Month Old Child Development.
Babycenter. Diakses pada 2019. Your 28-Month-Old: Understanding Grammar.
What to Expect. Diakses pada 2019. 28-Month-Old Child.