
Perlengketan Usus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Perlengketan usus merupakan kondisi yang umumnya disebabkan oleh riwayat operasi perut dan infeksi intra-abdomen.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Perlengketan Usus?
- Gejala Perlengketan Usus
- Penyebab Utama Perlengketan Usus
- Faktor Risiko Perlengketan Usus
- Pengobatan Perlengketan Usus
- Pencegahan Perlengketan Usus
- Kapan Harus ke Dokter?
Perlengketan usus merupakan kondisi ketika adanya jaringan parut antar usus atau usus yang menempel dengan organ lainnya. Meski sering tidak disadari, penyebab perlengketan usus bisa bermula dari hal-hal seperti operasi, infeksi, hingga peradangan kronis.
Dalam kondisi yang normal, usus atau organ dalam perut lainnya (hati, pankreas, dll) tidak menempel satu sama lain.
Lantas, apa saja sih gejala perlengketan usus dan cara mengobatinya?
Apa Itu Perlengketan Usus?
Perlengketan usus secara medis dikenal sebagai adhesi intra-abdominal, adalah kondisi di mana pita jaringan fibrosa yang abnormal terbentuk di antara organ-organ dalam rongga perut.
Jaringan parut ini dapat menyebabkan usus menjadi lengket satu sama lain atau menempel pada dinding perut maupun organ lain. Contohnya seperti hati, kandung empedu, atau organ reproduksi wanita.
Adhesi merupakan bagian alami dari proses penyembuhan tubuh setelah cedera atau peradangan. Namun ketika terjadi di dalam rongga perut, adhesi dapat menimbulkan masalah serius.
Gejala Perlengketan Usus
Gejala perlengketan usus bervariasi tergantung pada lokasi dan keparahan adhesi. Banyak orang dengan adhesi tidak mengalami gejala apa pun.
Namun, jika adhesi menyebabkan penyempitan atau obstruksi usus, gejala dapat muncul dengan intensitas yang bervariasi.
Gejala yang umumnya muncul meliputi:
- Sakit perut parah atau kram yang intermiten.
- Perut kembung atau terasa penuh.
- Sembelit atau sulit buang air besar.
- Muntah berulang, terkadang mengandung empedu.
- Kesulitan buang angin atau flatus.
- Penurunan berat badan yang tidak disengaja akibat masalah pencernaan.
Penyebab Utama Perlengketan Usus
Perlengketan usus adalah hasil dari respons alami tubuh terhadap cedera atau peradangan di dalam rongga perut.
Meskipun tubuh memiliki mekanisme untuk mencegah adhesi, proses ini terkadang gagal, menyebabkan terbentuknya jaringan parut.
Penyebab perlengketan usus meliputi:
1. Operasi perut sebelumnya
Ini adalah penyebab paling umum dari perlengketan usus. Banyak kasus perlengketan usus terjadi setelah operasi perut sebelumnya.
Setiap operasi yang melibatkan pembukaan rongga perut, termasuk operasi usus buntu (apendektomi), operasi hernia, bedah caesar, histerektomi, operasi saluran empedu, atau operasi pada usus itu sendiri, dapat memicu pembentukan adhesi.
Proses penyembuhan pasca-operasi melibatkan peradangan dan pembentukan fibrin, yang dapat berubah menjadi pita fibrosa permanen jika tidak diurai oleh tubuh.
Kamu juga perlu Mengenal Lebih Dekat Perlekatan Abdomen berikut ini.
2. Infeksi atau peradangan dalam perut
Kondisi peradangan atau infeksi di rongga perut dapat menyebabkan perlengketan. Contohnya termasuk:
- Usus buntu pecah (perforated appendicitis): Saat usus buntu pecah, infeksi menyebar ke rongga perut (peritonitis), memicu respons peradangan hebat yang dapat menyebabkan adhesi.
- Penyakit Crohn: Penyakit radang usus kronis ini dapat menyebabkan peradangan berulang pada saluran pencernaan, meningkatkan risiko perlengketan.
- Divertikulitis: Peradangan pada kantung-kantung kecil di usus besar (divertikula) dapat menyebabkan peritonitis lokal dan pembentukan adhesi.
- Peritonitis: Infeksi dan peradangan pada peritoneum (lapisan yang melapisi rongga perut dan organ-organ di dalamnya) dari berbagai sebab (misalnya, infeksi dari organ berongga yang pecah) secara signifikan meningkatkan risiko adhesi.
- Penyakit radang panggul (PID): Infeksi pada organ reproduksi wanita di panggul juga dapat menyebabkan peradangan dan adhesi yang melibatkan usus.
Ketahui apa itu Usus Buntu: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan selengkapnya di artikel ini.
3. Trauma atau cedera pada perut
Cedera tumpul atau tusuk pada perut dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan pendarahan, yang memicu respons penyembuhan tubuh dan pembentukan adhesi.
4. Radiasi
Terapi radiasi pada area perut atau panggul, yang sering digunakan untuk pengobatan kanker, dapat merusak jaringan dan memicu peradangan kronis yang berujung pada perlengketan usus.
5. Penyakit Bawaan (Kongenital)
Meskipun jarang terjadi, penyakit bawaan (kongenital) dapat menjadi salah satu penyebab perlengketan usus.
Kondisi ini terjadi ketika adhesi, yaitu jaringan yang saling menempel sudah terbentuk sejak dalam kandungan, selama proses perkembangan janin.
Faktor Risiko Perlengketan Usus
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami perlengketan usus:
- Jumlah dan jenis operasi perut: Semakin banyak operasi perut yang dijalani, semakin tinggi risiko terbentuknya adhesi. Operasi terbuka (laparotomi) umumnya memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan operasi minimal invasif (laparoskopi).
- Teknik bedah: Penanganan jaringan yang kasar, penggunaan benang jahit yang banyak, dan pendarahan yang tidak terkontrol selama operasi dapat meningkatkan risiko adhesi.
- Riwayat infeksi perut: Individu dengan riwayat peritonitis atau infeksi intra-abdomen lainnya memiliki risiko lebih tinggi.
- Kondisi medis tertentu: Penyakit seperti endometriosis (pada wanita) atau riwayat terapi radiasi perut.
Pengobatan Perlengketan Usus
Mendiagnosis perlengketan usus bisa menjadi tantangan karena gejala yang tidak spesifik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, menanyakan riwayat medis (terutama riwayat operasi), dan mungkin merekomendasikan pencitraan.
Tes diagnostik dapat meliputi rontgen perut, CT scan, atau MRI untuk mencari tanda-tanda obstruksi usus.
Dalam beberapa kasus, diagnosis pasti mungkin hanya dapat dikonfirmasi melalui operasi bedah eksplorasi.
Pengobatan perlengketan usus bergantung pada tingkat keparahan gejala dan ada tidaknya obstruksi. Untuk kasus tanpa obstruksi atau obstruksi parsial ringan, pengobatan konservatif mungkin dilakukan, meliputi:
- Diet rendah serat.
- Pemberian cairan infus untuk mencegah dehidrasi.
- Obat pereda nyeri.
Salah satu obat pereda nyeri yang umum dikenal adalah NSAIDS, Kenali 5 Golongan Obat NSAIDS, Fungsi, dan Efek Samping.
Pencegahan Perlengketan Usus
Meskipun perlengketan usus tidak dapat sepenuhnya dihindari, terutama setelah operasi perut, beberapa strategi dapat membantu mengurangi risikonya:
- Teknik bedah minimal invasif: Operasi laparoskopi, yang menggunakan sayatan kecil, umumnya terkait dengan risiko adhesi yang lebih rendah dibandingkan operasi terbuka tradisional.
- Penggunaan barrier anti-adhesi: Selama operasi, dokter dapat menempatkan bahan penghalang khusus (seperti membran atau gel) di antara organ yang rentan terhadap adhesi. Bahan ini berfungsi sebagai pemisah sementara selama proses penyembuhan, mengurangi kontak langsung antar jaringan.
- Penanganan jaringan yang hati-hati: Ahli bedah berupaya untuk meminimalkan trauma pada jaringan, pendarahan, dan penggunaan benang jahit berlebihan selama operasi untuk mengurangi respons inflamasi yang memicu adhesi.
- Pencegahan infeksi: Mengelola dan mencegah infeksi intra-abdomen dengan segera dan efektif dapat mengurangi risiko peradangan yang berujung pada adhesi.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala perlengketan usus, terutama jika memiliki riwayat operasi perut.
Tanda-tanda darurat yang memerlukan perhatian medis segera meliputi:
- Nyeri perut hebat yang tiba-tiba dan tidak mereda.
- Perut kembung yang semakin memburuk.
- Muntah terus-menerus, terutama jika muntah berwarna hijau atau mengandung feses.
- Tidak bisa buang air besar atau buang angin sama sekali.
- Demam tinggi.
Perlengketan usus merupakan kondisi yang seringkali disebabkan oleh riwayat operasi perut dan infeksi intra-abdomen. Meskipun sering asimtomatik, kondisi ini dapat memicu nyeri kronis atau obstruksi usus yang mengancam jiwa.
Penting untuk mengenali gejala, mencari diagnosis dini, dan memahami opsi penanganan.
Jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan atau memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar penyebab perlengketan usus, segera hubungi dokter spesialis penyakit dalam.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


