Phlebitis: Radang Pembuluh Darah Vena, Gejala dan Penyebab
Phlebitis adalah peradangan pada pembuluh darah vena.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Phlebitis?
- Gejala Phlebitis
- Penyebab Phlebitis
- Faktor Risiko Phlebitis
- Diagnosis Phlebitis
- Pengobatan Phlebitis
- Komplikasi Phlebitis
- Pencegahan Phlebitis
- Kapan Harus ke Dokter?
Phlebitis adalah peradangan pada pembuluh darah vena. Untuk memahaminya lebih dalam, kamu juga perlu tahu penyebab, gejala, cara mengobati, dan mencegah phlebitis.
Apa Itu Phlebitis?
Phlebitis adalah peradangan pada pembuluh darah vena.
Kondisi ini seringkali disebabkan oleh iritasi lokal, infeksi, atau trauma pada pembuluh darah. Phlebitis dapat terjadi pada vena superfisial (dekat permukaan kulit) atau vena dalam (di dalam otot).
Phlebitis superfisial umumnya tidak berbahaya dan dapat diobati dengan perawatan rumahan.
Namun, phlebitis pada vena dalam (tromboflebitis dalam) adalah kondisi yang lebih serius karena dapat menyebabkan pembekuan darah.
Gejala Phlebitis
Gejala phlebitis bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan peradangan.
Beberapa gejala umum meliputi:
- Nyeri dan rasa sakit di area yang terkena.
- Kemerahan dan peradangan di sepanjang vena.
- Pembengkakan di sekitar vena.
- Vena terasa keras atau seperti tali saat disentuh.
- Kulit di atas vena terasa hangat.
Pada kasus tromboflebitis dalam, gejala mungkin lebih intens dan meliputi nyeri yang parah, pembengkakan signifikan, dan demam.
Jika mengalami gejala penyakit saraf, Ini Rekomendasi Dokter Saraf di Halodoc yang bisa kamu hubungi.
Penyebab Phlebitis
Phlebitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Iritasi Mekanis: Pemasangan infus atau kateter intravena (IV) dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada dinding vena.
- Infeksi: Infeksi bakteri dapat menyebabkan phlebitis, terutama jika terjadi komplikasi setelah pemasangan IV.
- Trauma: Cedera pada vena akibat benturan atau tekanan yang berulang dapat memicu peradangan.
- Inaktivitas: Kurangnya aktivitas fisik atau imobilitas yang lama dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan phlebitis.
- Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis seperti varises, gangguan pembekuan darah, dan kanker dapat meningkatkan risiko phlebitis.
Faktor Risiko Phlebitis
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena phlebitis, yaitu:
- Pemasangan kateter IV dalam jangka waktu lama.
- Riwayat phlebitis atau trombosis vena dalam (DVT) sebelumnya.
- Kondisi medis tertentu, seperti kanker, gangguan pembekuan darah, atau penyakit autoimun.
- Obesitas.
- Kehamilan.
- Merokok.
- Penggunaan pil kontrasepsi atau terapi hormon.
Pahami lebih dalam mengenai Sistem Saraf Manusia – Bagian, Fungsi, dan Gangguan yang bisa terjadi berikut ini.
Diagnosis Phlebitis
Diagnosis phlebitis biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan evaluasi gejala.
Dokter akan memeriksa area yang terkena untuk melihat tanda-tanda peradangan, kemerahan, dan nyeri.
Pemeriksaan penunjang mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain, seperti:
- USG Doppler: Untuk mendeteksi adanya bekuan darah di vena.
- D-dimer test: Untuk mengukur kadar D-dimer dalam darah, yang dapat meningkat jika ada pembekuan darah.
- Venografi: Pemeriksaan radiologi yang menggunakan zat kontras untuk melihat kondisi vena.
Pengobatan Phlebitis
Pengobatan phlebitis tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan apakah melibatkan vena superfisial atau vena dalam.
- Phlebitis Superfisial:
- Kompres hangat pada area yang terkena.
- Penggunaan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol.
- Elevasi kaki untuk mengurangi pembengkakan.
- Penggunaan stoking kompresi.
- Tromboflebitis Dalam:
- Pemberian obat antikoagulan (pengencer darah) untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut.
- Kompres hangat.
- Elevasi kaki.
- Dalam kasus yang parah, mungkin diperlukan tindakan pembedahan untuk mengangkat bekuan darah.
Komplikasi Phlebitis
Komplikasi phlebitis jarang terjadi, tetapi dapat menjadi serius jika tidak diobati dengan benar.
Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
- Trombosis Vena Dalam (DVT): Pembekuan darah di vena dalam, yang dapat menyebabkan emboli paru.
- Emboli Paru: Kondisi serius di mana bekuan darah bergerak ke paru-paru, menghalangi aliran darah.
- Infeksi: Penyebaran infeksi dari vena yang meradang ke area lain dalam tubuh.
- Kerusakan Vena Permanen: Peradangan yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada dinding vena.
Pencegahan Phlebitis
Beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena phlebitis, di antaranya:
- Hindari pemasangan kateter IV yang tidak perlu.
- Pastikan teknik pemasangan IV yang steril untuk mencegah infeksi.
- Bergerak secara teratur jika harus duduk atau berbaring dalam waktu yang lama.
- Gunakan stoking kompresi jika memiliki risiko tinggi terkena phlebitis.
- Jaga berat badan yang sehat.
- Berhenti merokok.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala phlebitis, terutama jika:
- Nyeri atau pembengkakan yang parah.
- Demam.
- Kesulitan bernapas atau nyeri dada (gejala emboli paru).
- Memiliki faktor risiko phlebitis seperti riwayat DVT atau kondisi medis tertentu.
Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Jangan tunda, kamu bisa hubungi dokter dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2025. Phlebitis (Superficial Thrombophlebitis).
National Institutes of Health. Diakses pada 2025. Thrombophlebitis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Superficial Thrombophlebitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Thrombophlebitis.
EmedicineHealth. Diakses pada 2025. Phlebitis.
Healthline. Diakses pada 2025. What You Need to Know About Phlebitis.
MedicineNet. Diakses pada 2025. Phlebitis (Thrombophlebitis).
WebMD. Diakses pada 2025. Phlebitis.
FAQ
1. Apakah phlebitis menular?
Phlebitis umumnya tidak menular, terutama jika disebabkan oleh iritasi mekanis atau trauma.
Namun, jika phlebitis disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi tersebut berpotensi menular melalui kontak langsung.
2. Apakah phlebitis bisa sembuh sendiri?
Phlebitis superfisial ringan seringkali dapat sembuh sendiri dengan perawatan rumahan seperti kompres hangat dan elevasi kaki.
Namun, phlebitis yang lebih parah atau tromboflebitis dalam memerlukan penanganan medis untuk mencegah komplikasi.
3. Apakah phlebitis berbahaya?
Phlebitis superfisial umumnya tidak berbahaya. Namun, tromboflebitis dalam adalah kondisi yang lebih serius karena dapat menyebabkan komplikasi seperti emboli paru, yang dapat mengancam jiwa.


