Ad Placeholder Image

Rambut Rontok Tidak Merata Bisa Jadi Gejala Penyakit Autoimun

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   02 Oktober 2025

Gejala utama alopecia areata adalah kerontokan rambut yang terjadi tiba-tiba dalam bentuk bercak bulat atau oval. 

Rambut Rontok Tidak Merata Bisa Jadi Gejala Penyakit AutoimunRambut Rontok Tidak Merata Bisa Jadi Gejala Penyakit Autoimun

Rambut rontok memang umum terjadi, tetapi bila rontoknya tidak merata dan membentuk pola tertentu, kamu perlu waspada. 

Kondisi ini juga dikenal sebagai alopecia areata, yaitu kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba pada area kulit kepala atau bagian tubuh lain. 

Rambut biasanya rontok dalam bentuk bulat atau bercak, sehingga menimbulkan area botak yang jelas terlihat.

Waspadai Gejala Alopecia Areata

Alopecia areata bisa menjadi tanda adanya gangguan sistem imun. 

Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang folikel rambut, sehingga pertumbuhan rambut terganggu. 

Gejala utama alopecia areata adalah kerontokan rambut yang terjadi tiba-tiba dalam bentuk bercak bulat atau oval. 

Namun, selain itu ada beberapa tanda lain yang bisa muncul, antara lain:

  • Rambut rontok tidak merata di kulit kepala, alis, bulu mata, atau bagian tubuh lainnya.
  • Kulit kepala terasa halus pada area yang mengalami kerontokan, tanpa adanya bekas luka.
  • Pertumbuhan rambut baru tipis atau berwarna putih di sekitar area yang botak.
  • Pada sebagian kasus, kuku jari tangan dan kaki juga dapat mengalami perubahan, seperti mudah rapuh, tipis, atau muncul garis-garis halus.

Alopecia areata dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, dan bisa muncul di usia muda hingga dewasa. 

Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi ini dapat berdampak pada kepercayaan diri serta kualitas hidup penderitanya.

Alami gejala alopecia areata? Jangan panik, Ini Dokter Spesialis yang Paham Pengobatan Alopecia.

Kenali Juga Gejala Penyakit Autoimun Lainnya

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan sehat tubuh sendiri. Alopecia areata hanyalah salah satu bentuknya. 

Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang bisa menimbulkan gejala fisik berbeda-beda. 

Beberapa gejala umum yang patut diwaspadai antara lain:

  • Kulit: Ruam kemerahan, bercak putih, atau perubahan pigmentasi pada kulit.
  • Sendi dan otot: Nyeri sendi, bengkak, kaku terutama di pagi hari, atau kelemahan otot.
  • Pencernaan: Diare kronis, nyeri perut, atau gangguan pencernaan tanpa penyebab jelas.
  • Sistem saraf: Mati rasa, kesemutan, atau gangguan koordinasi gerak.
  • Umum: Kelelahan berlebihan, demam ringan berulang, serta penurunan berat badan tanpa sebab.

Beberapa contoh penyakit autoimun selain alopecia areata yaitu lupus eritematosus sistemik, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan penyakit tiroid autoimun. 

Mengingat gejala autoimun bisa menyerupai penyakit lain, pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan penyebabnya.

Diagnosis Penyakit Autoimun

Mendiagnosis penyakit autoimun tidak selalu mudah karena gejalanya bervariasi dan sering tumpang tindih dengan gangguan lain. 

Dokter biasanya melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan riwayat gejala, pola kerontokan rambut, serta riwayat kesehatan keluarga.
  2. Tes darah. Pemeriksaan antibodi spesifik, seperti ANA (antinuclear antibody), dapat membantu mendeteksi adanya kelainan sistem imun.
  3. Biopsi jaringan. Pada kasus tertentu, sampel kulit atau jaringan di area yang terdampak diperiksa untuk memastikan adanya peradangan akibat autoimun.
  4. Pemeriksaan penunjang lain. Tes fungsi organ, seperti ginjal, hati, atau tiroid, bisa dilakukan untuk melihat apakah ada penyakit autoimun sistemik yang menyertai.

Diagnosis dini sangat penting agar penyakit autoimun bisa dikendalikan lebih cepat, sehingga risiko komplikasi jangka panjang dapat ditekan.

Yuk, kenali lebih dalam 5 Jenis-Jenis dan Gejala Penyakit Autoimun.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter bila kamu mengalami:

  • Rambut rontok tidak merata dalam bentuk bercak yang tiba-tiba muncul.
  • Kerontokan rambut disertai perubahan pada kuku atau ruam kulit.
  • Gejala lain seperti kelelahan berlebihan, nyeri sendi, atau penurunan berat badan tanpa sebab.
  • Keputihan atau gejala lain yang berhubungan dengan infeksi berulang (bisa menjadi tanda sistem imun terganggu).

Konsultasi dengan dokter penting untuk memastikan apakah kerontokan rambut yang dialami hanya masalah kulit biasa atau terkait penyakit autoimun yang lebih serius. 

Jika kamu mengalami rambut rontok tidak wajar atau gejala lain yang mengarah ke autoimun, jangan menunda untuk segera periksakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Dokter spesialis di Halodoc mampu memberikan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisimu.

Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Pfizer. Diakses pada 2025. Alopecia Areata.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Alopecia Areata; Autoimmune Diseases.
WebMD. Diakses pada 2025. What Is an Autoimmune Disease?.
National Institutes of Health. Diakses pada 2025. Alopecia Areata.