Ad Placeholder Image

Rumah Sakit Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan Pet Scan Pertama di Jateng

7 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   03 Februari 2026

Dalam penanganan penyakit kompleks seperti kanker, kecepatan dan akurasi diagnosis adalah kunci utama keberhasilan pengobatan. Menjawab kebutuhan tersebut, RS Indriati Solo Baru menghadirkan terobosan medis melalui layanan PET Scan pertama di Jawa Tengah.

Rumah Sakit Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan Pet Scan Pertama di JatengRumah Sakit Indriati Solo Baru Hadirkan Layanan Pet Scan Pertama di Jateng

DAFTAR ISI


Dunia medis di Jawa Tengah memasuki babak baru dengan hadirnya teknologi diagnostik mutakhir. 

Rumah Sakit Indriati Solo Baru secara resmi menghadirkan layanan PET Scan, menjadikannya rumah sakit pertama di Jawa Tengah yang mengoperasikan fasilitas canggih ini. 

Terobosan ini menjadi angin segar bagi pasien, terutama dalam deteksi dini penyakit kanker, jantung, dan otak tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota atau luar negeri.

Apa Itu PET Scan?

Positron Emission Tomography (PET) Scan adalah teknologi pencitraan medis mutakhir yang dirancang untuk memantau fungsi fisiologis dan metabolisme organ tubuh secara real-time

Berbeda dengan metode pemindaian biasa, PET Scan menggunakan pelacak radioaktif (radiotracer) yang disuntikkan ke pembuluh darah untuk mendeteksi aktivitas seluler. 

Sel-sel yang tidak normal atau memiliki metabolisme sangat tinggi akan menyerap pelacak ini secara intensif, sehingga memungkinkan dokter melihat kondisi kesehatan pasien hingga ke tingkat sel yang paling detail.

PET Scan vs. CT & MRI: Apa Perbedaannya?

Secara fundamental, CT dan MRI bersifat anatomis, sedangkan PET bersifat fungsional. 

Berikut ini perbedaan PET Scan, CT, dan MRI:

  • CT (Computed Tomography)

Menggunakan transmisi sinar-X untuk memetakan organ-organ tubuh manusia.

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Memanfaatkan resonansi gelombang magnetik untuk menghasilkan gambaran lebih detail organ tubuh.

  • PET (Positron Emission Tomography)

Mendeteksi emisi radiasi dari dalam tubuh secara real-time untuk memantau aktivitas biokimia.

Keunggulan utama PET Scan terletak pada kemampuannya mendeteksi anomali pada tingkat seluler jauh lebih awal, bahkan sebelum perubahan fisik terlihat melalui CT Scan atau MRI konvensional.

Kini, teknologi tersebut telah dikembangkan menjadi hybrid imaging (gabungan PET dengan CT atau MRI). 

Inovasi ini memungkinkan dokter menghasilkan diagnosis yang sangat akurat karena menggabungkan data aktivitas metabolisme (fungsi organ) dengan presisi lokasi serta struktur anatomi tubuh dalam satu hasil citra.

gambar menunjukkan alat PET scan

Apa Saja Kegunaan PET Scan?

Di dunia kedokteran modern, PET Scan memegang peranan krusial melalui pendekatan Teranostik (Terapi dan Diagnostik) Molekuler.

Teknologi ini membantu dokter dalam melakukan penegakan diagnosis, penentuan stadium, hingga pemantauan keberhasilan terapi pada berbagai penyakit kompleks:

  • Onkologi (kanker). Menjadi instrumen esensial untuk deteksi dini, penentuan stadium (staging), evaluasi respons pengobatan, hingga pemantauan risiko kekambuhan (recurrence) pada berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, paru, prostat, tiroid, dan lainnya.
  • Kardiologi (jantung). Digunakan untuk menilai viabilitas (daya hidup) otot jantung, mendeteksi penyakit jantung koroner, serta mengevaluasi kondisi jantung pasca-serangan (infark miokard).
  • Neurologi (saraf & otak). Membantu pemetaan fokus epilepsi serta mendiagnosis gangguan kognitif seperti Alzheimer, demensia, hingga tumor otak dan pola penyebarannya.

Simak lebih lengkap mengenai Ciri-Ciri Penyakit Kanker yang Perlu Diperhatikan.

Kapan Pemeriksaan PET Scan Diperlukan?

Secara umum, PET Scan diperlukan saat dokter membutuhkan analisis mendalam mengenai fungsi vital tubuh.

Contohnya seperti aliran darah, penggunaan oksigen, hingga metabolisme glukosa di dalam jaringan. 

Pemeriksaan ini menjadi standar dalam beberapa kondisi berikut:

  1. Kasus onkologi. Menentukan apakah suatu massa bersifat ganas (maligna), mengevaluasi penyebaran kanker (metastasis), menilai efektivitas kemoterapi/radiasi, serta mendeteksi sel kanker yang muncul kembali.
  2. Kasus kardiologi. Membantu ahli bedah menentukan area otot jantung yang masih berfungsi (viabel) sebelum memutuskan tindakan pemasangan ring atau operasi bypass.
  3. Kasus neurologi. Mengidentifikasi titik pemicu kejang pada pasien epilepsi sebelum tindakan bedah, serta membantu diagnosis dini pada pasien dengan gangguan memori atau tumor otak.

Bagaimana Mekanisme Kerja PET Scan?

PET Scan bekerja dengan prinsip penyerapan (uptake) pelacak radioaktif (radiotracer). 

Zat pelacak yang disuntikkan akan mengalir menuju organ target dalam dosis minimal yang aman bagi tubuh.

Karena sel kanker atau jaringan yang bermasalah memiliki laju metabolisme yang lebih agresif dibandingkan sel sehat, mereka akan menangkap zat pelacak tersebut dalam jumlah yang lebih banyak. 

Akumulasi aktivitas metabolisme ini kemudian ditangkap oleh detektor PET dan digambarkan sebagai “Hot Spots” (area terang) pada hasil citra. 

Hal inilah yang memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi penyakit pada fase molekuler, bahkan sebelum gejala fisik muncul secara nyata.

Ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk mendapatkan diagnosis atau saran medis, hubungi profesional.

Berikut adalah versi rewrite yang lebih rapi, profesional, dan nyaman dibaca untuk calon pasien:

Persiapan sebelum Menjalani Pemeriksaan PET Scan

Pemeriksaan PET Scan merupakan prosedur non-invasif yang dilakukan secara rawat jalan (outpatient). 

Namun, untuk memastikan kualitas citra yang optimal dan akurasi diagnosis yang tinggi, pasien wajib mengikuti protokol persiapan berikut:

  • Riwayat medis dan alergi

Informasikan kepada tenaga medis mengenai seluruh obat-obatan, vitamin, atau suplemen yang sedang kamu konsumsi.

Hal ini sangat penting untuk mencegah interaksi obat yang dapat memengaruhi kejelasan hasil pemindaian.

  • Kondisi kehamilan dan menyusui

Pasien wajib memberikan informasi jika sedang hamil, berpotensi hamil, atau dalam masa menyusui. Informasi ini krusial bagi tim medis dalam mempertimbangkan aspek keamanan paparan radiasi terhadap janin atau bayi.

  • Restriksi diet (puasa)

Pasien diwajibkan berpuasa makanan padat minimal 4–6 jam sebelum prosedur.

Bagi penderita diabetes, instruksi puasa akan disesuaikan secara khusus oleh tim medis untuk menjaga stabilitas kadar gula darah agar tidak memengaruhi hasil pemeriksaan.

  • Hindari kafein

Jangan mengonsumsi kafein (kopi, teh, cokelat, atau minuman berenergi) setidaknya 24 jam sebelum pemeriksaan.

Kafein dapat memengaruhi metabolisme tubuh yang berisiko mengaburkan hasil pemindaian pada organ jantung maupun otak.

  • Klaustrofobia dan kenyamanan

Jika kamu memiliki kecenderungan klaustrofobia (takut pada ruang sempit), segera sampaikan kepada petugas.

Tim medis dapat melakukan langkah antisipasi atau memberikan sedasi ringan untuk memastikan kamu tetap tenang dan nyaman selama berada di dalam mesin pemindai.

Prosedur dan Pengalaman selama Pemeriksaan PET Scan

Proses pemindaian PET Scan melibatkan rangkaian tahapan sistematis untuk menjamin akurasi data metabolik yang dihasilkan.

Nah, berikut prosedurnya:

  • Tahap persiapan

Pasien diminta mengganti pakaian dengan baju khusus untuk meminimalisir gangguan benda logam (seperti kancing atau ritsleting) pada citra PET.

Hal ini juga berfungsi sebagai protokol kebersihan agar tidak ada kontaminasi zat radioaktif yang terbawa setelah pemeriksaan selesai.

  • Tahap pra-injeksi dan administrasi radiotracer

Perawat spesialis kedokteran nuklir akan melakukan observasi awal, termasuk pengukuran berat badan dan kadar gula darah, karena kadar glukosa yang stabil sangat memengaruhi distribusi zat pelacak.

Selanjutnya, pasien akan menerima injeksi intravena Fluorodeoxyglucose (FDG) dalam dosis rendah dan aman untuk memetakan konsumsi gula pada tingkat sel.

  • Fase absorpsi (masa istirahat)

Setelah injeksi, pasien wajib beristirahat tenang selama kurang lebih 60 menit.

Pada fase ini, sangat krusial bagi pasien untuk meminimalkan aktivitas fisik maupun bicara guna mencegah zat pelacak terserap ke otot, sehingga hasil citra tetap fokus pada target organ utama.

  • Proses pemindaian

Pasien akan diposisikan pada meja pemeriksaan yang bergerak otomatis masuk ke dalam pemindai (gantry).

Selama proses akuisisi citra yang berlangsung sekitar 20 menit, pasien diharapkan tetap relaks dan tidak bergerak (immobile) agar resolusi gambar tetap tajam dan presisi.

  • Validasi teknis dan protokol pasca-pencitraan

Sebelum pasien diizinkan meninggalkan ruangan, teknolog kedokteran nuklir akan memverifikasi kualitas citra.

Terakhir, Petugas Proteksi Radiasi (PPR) akan melakukan survei paparan untuk memastikan kondisi pasien telah memenuhi standar keamanan radiasi sebelum diperbolehkan pulang ke lingkungan masyarakat

Cari tahu selengkapnya, 8 Pemeriksaan untuk Deteksi Kanker pada Anak.

Proses pemeriksaan PET Scan hanya memakan waktu 2 hingga 3 jam, mulai dari tahapan administrasi hingga observasi pasca-pencitraan.

Durasi ini memastikan bahwa setiap tahapan, terutama masa tunggu penyerapan zat pelacak ke dalam jaringan tubuh, berjalan secara optimal sehingga tim medis mendapatkan hasil pemindaian yang akurat.

Dari sisi keamanan, PET Scan merupakan prosedur medis yang sangat aman dengan risiko minimal. 

Dosis zat radioaktif yang digunakan tergolong sangat rendah dan memiliki waktu paruh yang singkat, sehingga akan luruh secara alami dari tubuh. 

Pasien sangat disarankan untuk meningkatkan konsumsi air putih setelah prosedur selesai guna mempercepat proses eliminasi zat tersebut dari sistem tubuh.

Untuk memastikan ketepatan diagnosis, hasil citra akan diinterpretasikan secara mendalam oleh Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler (KNTM). 

Kapan Hasil Diagnostik Keluar?

Laporan formal yang berisi analisis komprehensif mengenai metabolisme seluler pasien umumnya akan tersedia dan siap diambil dalam waktu 24 hingga 48 jam kerja.

PET Scan merupakan standar emas dalam diagnosa medis modern yang memberikan tingkat akurasi tinggi bagi penanganan kanker, jantung, hingga masalah saraf. 

Jika kamu memerlukan pemeriksaan ini atau memiliki pertanyaan lebih lanjut, Instalasi Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler RS Indriati Solo Baru siap membantu. 

Silakan hubungi layanan di nomor 0851 3809 3775 untuk mendapatkan pendampingan medis yang kamu butuhkan.

Selain itu, jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar kesehatan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter. 

Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
Rumah Sakit Indriati. Diakses pada 2026. Apa Itu PET Scan? Ini Manfaat, Prosedur, dan Penyakit yang Bisa Dideteksi.