• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sama Penyakit Lupa, Ini Bedanya Delirium dengan Demensia

Sama Penyakit Lupa, Ini Bedanya Delirium dengan Demensia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Delirium dan demensia adalah dua kondisi yang mungkin sulit untuk dibedakan, karena keduanya dapat menyebabkan menurunnya daya ingat, kemampuan berpikir yang buruk, penurunan kemampuan berkomunikasi, dan gangguan fungsi. Namun, bila ditinjau lebih jauh, delirium dan demensia sebenarnya memiliki banyak perbedaan. Yuk, cari tahu lebih lanjut di bawah ini.

Delirium dan demensia mungkin sangat sulit dibedakan dan seseorang dapat mengalami keduanya. Faktanya, delirium sering terjadi pada pengidap demensia. Namun, mengalami episode delirium tidak selalu berarti seseorang mengidap demensia. Agar bisa mengidentifikasi kedua kondisi tersebut dengan lebih baik lagi, ketahui perbedaan delirium dan demensia berikut ini:

Perbedaan Gejala

Demensia adalah sekelompok gejala yang memengaruhi daya ingat, pemikiran dan sosial yang cukup parah, sehingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari pengidap. Sedangkan delirium adalah gangguan serius pada kemampuan mental yang menyebabkan kebingungan dan berkurangnya kesadaran akan lingkungan di sekitar. Keduanya memiliki perbedaan gejala, antara lain:

  • Serangan. Demensia biasanya terjadi secara perlahan dan berkembang secara bertahap seiring berjalannya waktu. Sedangkan delirium biasanya terjadi secara mendadak. Misalnya, hari ini, pasangan kamu baik-baik saja, tetapi keesokan harinya ia mungkin tampak sangat bingung, bahkan tidak bisa berpakaian sendiri. 

  • Perhatian. Orang yang mengalami demensia pada tahap awal umumnya dapat tetap waspada. Namun, delirium menyebabkan kemampuan seseorang untuk tetap fokus menjadi terganggu secara signifikan.

  • Fluktuasi. Munculnya gejala delirium dapat berfluktuasi secara signifikan dan sering sepanjang hari. Sedangkan orang-orang dengan demensia dapat mengalami gejala yang lebih baik atau lebih buruk, daya ingat, dan kemampuan berpikir mereka juga tetap pada tingkat yang cukup konstan selama sehari.

Baca juga: Tak Hanya Sulit Mengingat dan Berkonsentrasi, Ini 4 Gejala Delirium

Perbedaan Penyebab

Penyebab demensia biasanya adalah penyakit, seperti Alzheimer, demensia vaskular, demensia tubuh yang buruk, demensia frontotemporal atau gangguan terkait.

Sedangkan delirium biasanya dipicu oleh penyakit tertentu, seperti infeksi saluran kemih, pneumonia, dehidrasi, penggunaan obat-obatan terlarang, atau penarikan obat-obatan atau alkohol. Obat-obatan yang berinteraksi satu sama lain juga dapat menyebabkan delirium. Jadi, pastikan dokter mengetahui semua obat, suplemen dan vitamin yang kamu konsumsi, meskipun obat tersebut mengandung bahan alami.

Baca juga: Penyebab dan Faktor yang Meningkatkan Risiko Delirium

Perbedaan Jangka Waktu

Demensia biasanya merupakan penyakit kronis dan progresif yang tidak dapat disembuhkan. Sedangkan delirium dapat bertahan selama beberapa hari, bahkan beberapa bulan. Delirium umumnya bersifat sementara bila penyebabnya diidentifikasi dan diobati.

Perbedaan Dampak pada Kemampuan Berkomunikasi

Orang dengan demensia mungkin mengalami kesulitan dalam menemukan kata-kata yang tepat, dan kemampuannya untuk mengekspresikan diri secara bertahap dapat memburuk ketika penyakit berkembang. Sedangkan delirium, dapat secara signifikan merusak kemampuan seseorang untuk berbicara secara koheren atau tepat.

Perbedaan Dampak pada Aktivitas Pengidap

Demensia cenderung tidak memengaruhi tingkat aktivitas pengidap hingga tahap selanjutnya. Sedangkan orang dengan delirium seringkali menjadi terlalu aktif (hiper dan gelisah) atau kurang aktif (lesu dan kurang responsif) bila dibandingkan biasanya.

Perbedaan Pengobatan

Saat ini ada beberapa obat yang disetujui oleh FDA untuk mengobati penyakit Alzheimer, jenis demensia yang paling umum. Obat-obatan tersebut memang tidak menyembuhkan demensia, tetapi kadang-kadang dapat memperlambat perkembangan gejala, termasuk kehilangan ingatan, penilaian buruk, perubahan perilaku dan masih banyak lagi. Obat-obatan yang biasa digunakan untuk penyakit Alzheimer, antara lain donepezil, rivastigmine, dan galantamine.

Sedangkan delirium biasanya membutuhkan pengobatan segera oleh dokter. Karena biasanya disebabkan oleh penyakit fisik atau infeksi, obat-obatan, seperti antibiotik sering digunakan untuk mengatasi delirium.

Baca juga: Keluarga Alami Demensia, Ini Cara Merawatnya

Nah, itulah perbedaan antara delirium dan demensia yang perlu kamu ketahui. Untuk melakukan pemeriksaan terkait gejala kesehatan yang kamu alami, bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihanmu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. Differences Between Delirium and Dementia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Delirium.