
Saxenda vs. Wegovy: Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?
Saxenda dan Wegovy keduanya bekerja melalui reseptor GLP-1 yang sama, dengan perbedaan generasi dan efektivitas

DAFTAR ISI
- Sekilas Perbandingan Saxenda vs Wegovy
- Apa Itu Saxenda?
- Apa Itu Wegovy?
- Perbedaan Cara Kerja (Mekanisme Aksi)
- Perbandingan Efektivitas Penurunan Berat Badan
- Efek Samping: Saxenda vs Wegovy
- Perbandingan Harga
- Siapa yang Cocok Menggunakan Saxenda?
- Siapa yang Cocok Menggunakan Wegovy?
- Mana yang Lebih Tepat untuk Kamu?
- Pilihan Obat Diet Efektif Menurunkan Berat Badan
Saxenda (liraglutide) dan Wegovy (semaglutide) adalah dua obat injeksi berbasis GLP-1 yang sama-sama disetujui FDA untuk manajemen berat badan kronis.
Meski keduanya bekerja melalui mekanisme yang serupa, meniru hormon GLP-1 untuk menekan nafsu makan. Terdapat perbedaan penting dalam hal efektivitas, frekuensi pemberian, profil keamanan, dan biaya yang perlu dipahami sebelum memilih terapi.
Artikel ini membandingkan keduanya secara komprehensif berdasarkan bukti klinis terbaru.
Sekilas Perbandingan Saxenda vs Wegovy
Saxenda dan Wegovy berasal dari perusahaan yang sama, Novo Nordisk dan keduanya bekerja melalui jalur GLP-1 yang sama. Namun di sinilah kesamaannya berakhir. Saxenda, yang mengandung liraglutide, adalah generasi pertama GLP-1 receptor agonist yang disetujui untuk penurunan berat badan, mendapatkan persetujuan FDA pada Desember 2014.
Wegovy, yang mengandung semaglutide, adalah generasi berikutnya yang hadir dengan profil efektivitas yang lebih unggul secara signifikan, disetujui FDA pada Juni 2021. Perbedaan paling mencolok dari sisi penggunaan adalah frekuensi injeksi: Saxenda disuntikkan setiap hari, sementara Wegovy hanya sekali seminggu. Dari sisi efektivitas, uji klinis menunjukkan Wegovy menghasilkan penurunan berat badan hampir dua kali lipat dibandingkan Saxenda.
Dari sisi harga, Wegovy umumnya lebih mahal dibandingkan Saxenda, meski perbedaannya bervariasi tergantung cakupan asuransi dan program diskon yang tersedia. Secara keseluruhan, Wegovy dianggap sebagai evolusi dari pendekatan GLP-1 yang dirintis Saxenda, dengan efektivitas lebih tinggi dan kenyamanan penggunaan yang lebih baik.
Apa Itu Saxenda?
Saxenda adalah nama dagang dari liraglutide 3 mg yang dikembangkan oleh Novo Nordisk. Liraglutide adalah GLP-1 receptor agonist generasi pertama yang telah lama digunakan dalam penanganan diabetes tipe 2 dengan nama Victoza (pada dosis lebih rendah, 1,2–1,8 mg).
Untuk indikasi manajemen berat badan kronis, liraglutide diformulasikan pada dosis lebih tinggi (3 mg) dan disetujui FDA pada Desember 2014, menjadikannya salah satu obat penurun berat badan berbasis hormon usus yang pertama kali tersedia secara luas.
Berbeda dari kebanyakan obat penurun berat badan generasi baru yang disuntikkan seminggu sekali, Saxenda memerlukan injeksi subkutan setiap hari. Ini adalah salah satu kelemahan praktis yang paling sering dikeluhkan pengguna Saxenda, karena jadwal harian lebih sulit dipertahankan dibandingkan jadwal mingguan. Meski demikian, Saxenda telah memiliki rekam jejak klinis yang sangat panjang, lebih dari satu dekade dan profilnya sudah sangat dipahami oleh komunitas medis global.
Apa Itu Wegovy?
Wegovy adalah nama dagang dari semaglutide 2,4 mg, juga dikembangkan oleh Novo Nordisk. Semaglutide adalah GLP-1 receptor agonist generasi berikutnya yang merupakan evolusi dari liraglutide, secara kimiawi lebih stabil, memiliki afinitas lebih tinggi terhadap reseptor GLP-1, dan memiliki waktu paruh yang jauh lebih panjang (sekitar satu minggu, dibandingkan liraglutide yang hanya sekitar 13 jam). Waktu paruh yang panjang inilah yang memungkinkan Wegovy diberikan hanya sekali seminggu, dibandingkan liraglutide yang membutuhkan injeksi harian.
Wegovy mendapatkan persetujuan FDA untuk manajemen berat badan pada Juni 2021, dan sejak saat itu telah menjadi salah satu obat penurun berat badan yang paling banyak diresepkan di dunia. Pencapaian klinisnya yang paling menonjol adalah studi SELECT, yang membuktikan bahwa semaglutide tidak hanya efektif menurunkan berat badan, tetapi juga menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian kardiovaskular sebesar 20%, sebuah manfaat yang belum terbukti secara setara untuk liraglutide dalam konteks penurunan berat badan.
Perbedaan Cara Kerja (Mekanisme Aksi)
Saxenda dan Wegovy keduanya bekerja melalui reseptor GLP-1 yang sama, sehingga mekanisme dasarnya identik: menekan nafsu makan melalui sinyal ke hipotalamus di otak, memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama, meningkatkan sekresi insulin secara glukosa-dependen, dan menekan kadar glukagon yang berlebihan. Dalam pengertian ini, keduanya adalah obat dari kelas yang sama.
Namun perbedaan terletak pada sifat molekuler kedua zat aktif ini. Liraglutide (Saxenda) memiliki waktu paruh sekitar 13 jam, sehingga harus disuntikkan setiap hari untuk mempertahankan kadar terapeutik yang stabil dalam darah. Semaglutide (Wegovy), di sisi lain, dimodifikasi secara kimiawi untuk memiliki waktu paruh sekitar tujuh hari, memungkinkan injeksi seminggu sekali.
Selain perbedaan farmakokinetik ini, semaglutide juga memiliki afinitas lebih tinggi terhadap reseptor GLP-1 dibandingkan liraglutide, yang secara praktis berarti efek penekanan nafsu makan yang lebih kuat pada dosis yang sebanding. Inilah yang sebagian besar menjelaskan mengapa Wegovy menghasilkan penurunan berat badan yang lebih besar dibandingkan Saxenda, meski keduanya bekerja melalui reseptor yang sama.
Perbandingan Efektivitas Penurunan Berat Badan
Ketika membandingkan hasil klinis kedua obat ini, perbedaannya cukup jelas dan konsisten. Saxenda diuji dalam program SCALE (Satiety and Clinical Adiposity Liraglutide Evidence), di mana studi SCALE Obesity and Prediabetes menunjukkan penurunan berat badan rata-rata sebesar 8,4% dari berat awal setelah 56 minggu pada dosis 3 mg, dibandingkan 2,8% pada kelompok plasebo. Pada pasien yang berhasil mencapai dosis penuh dan mempertahankan terapi, beberapa berhasil mencapai penurunan hingga 10%, namun angka rata-rata populasi tetap di kisaran 8–9%.
Wegovy, sebaliknya, menunjukkan efektivitas yang jauh lebih besar dalam program STEP. Studi STEP 1 melaporkan penurunan berat badan rata-rata 14,9% dari berat awal dalam 68 minggu, hampir dua kali lipat dibandingkan Saxenda. Data jangka panjang dari STEP 5 bahkan menunjukkan penurunan yang dipertahankan secara konsisten selama 104 minggu (dua tahun) tanpa penurunan efektivitas yang signifikan. Selain itu, proporsi pasien yang berhasil menurunkan berat badan lebih dari 5%, lebih dari 10%, dan lebih dari 15% semuanya lebih tinggi secara signifikan pada kelompok Wegovy dibandingkan yang dicapai dalam studi Saxenda.
Perlu dicatat bahwa kedua program studi ini tidak dilakukan pada populasi yang identik dan tidak menggunakan metodologi yang persis sama, sehingga perbandingan langsung angka-angkanya memiliki keterbatasan. Namun perbedaan yang cukup besar ini, 8–9% vs 15% dianggap bermakna secara klinis oleh komunitas medis, dan merupakan salah satu alasan mengapa Wegovy umumnya dianggap sebagai terapi yang lebih efektif dari dua pilihan ini.
Efek Samping: Saxenda vs Wegovy
Karena keduanya bekerja melalui jalur GLP-1 yang sama, profil efek samping Saxenda dan Wegovy sangat mirip. Efek samping gastrointestinal mendominasi: mual, diare, konstipasi, muntah, dan nyeri perut adalah yang paling umum terjadi, terutama pada fase awal titrasi dosis. Pada studi Saxenda, mual dilaporkan pada sekitar 32–40% peserta, sementara diare pada sekitar 17–21%. Pada studi Wegovy, angka mual sedikit lebih tinggi yakni sekitar 44%, dengan diare sekitar 30%.
Perbedaan angka ini kemungkinan besar mencerminkan intensitas efek farmakologis, semaglutide memiliki afinitas lebih tinggi terhadap reseptor GLP-1, yang juga berarti stimulasi yang lebih kuat pada jalur yang sama, termasuk pada saluran cerna. Namun dalam praktik klinis, kedua obat ini umumnya ditoleransi dengan baik ketika dosis ditingkatkan secara perlahan sesuai protokol titrasi. Efek samping gastrointestinal cenderung berkurang seiring waktu setelah tubuh beradaptasi.
Dari sisi keamanan jangka panjang, liraglutide (Saxenda) sebenarnya memiliki rekam jejak yang sangat panjang karena sudah digunakan sebagai Victoza untuk diabetes sejak 2010, memberikan data keamanan real-world lebih dari 15 tahun. Semaglutide (Wegovy) tidak kalah jauh, dengan data penggunaan klinis sejak 2017 sebagai Ozempic, mencakup lebih dari 8 tahun. Keduanya dapat dianggap memiliki profil keamanan jangka panjang yang sudah cukup mapan, meski dengan kedalaman data yang sedikit berbeda.
Perbandingan Harga
Dari sisi harga, Saxenda umumnya lebih terjangkau dibandingkan Wegovy. Di pasar Amerika Serikat, Saxenda dibanderol sekitar 1.300–1.400 dolar AS per bulan sebelum asuransi, yang sebenarnya tidak jauh berbeda dari Wegovy di kisaran yang sama. Namun di beberapa pasar lain termasuk di luar AS, Saxenda seringkali lebih mudah diakses dan tersedia dalam program generik atau biosimilar yang lebih terjangkau, sementara Wegovy masih relatif baru dan harganya lebih premium.
Kedua produsen menyediakan program bantuan biaya masing-masing, namun ketersediaannya sangat bergantung pada kondisi asuransi dan wilayah. Di Indonesia, ketersediaan dan harga kedua obat ini perlu dikonfirmasi langsung kepada dokter atau apoteker, karena berbeda dari pasar AS.
Siapa yang Cocok Menggunakan Saxenda?
Saxenda mungkin menjadi pilihan yang dipertimbangkan untuk beberapa kelompok pasien. Pasien yang sudah terbiasa dengan injeksi harian, misalnya pengguna insulin mungkin tidak mengalami hambatan berarti dari jadwal injeksi Saxenda setiap hari. Saxenda juga disetujui untuk remaja usia 12–17 tahun dengan obesitas, menjadikannya salah satu dari sedikit pilihan farmakologi yang tersedia untuk populasi pediatrik.
Selain itu, pasien yang memiliki kendala akses atau biaya terhadap Wegovy mungkin menemukan Saxenda sebagai alternatif yang lebih terjangkau, terutama di pasar di mana biosimilar liraglutide sudah tersedia. Dalam situasi di mana Wegovy tidak tersedia atau tidak ditanggung asuransi, Saxenda menjadi pilihan GLP-1 yang sudah teruji.
Siapa yang Cocok Menggunakan Wegovy?
Wegovy adalah pilihan yang lebih sesuai untuk sebagian besar orang dewasa yang memenuhi kriteria terapi penurunan berat badan dengan obat, khususnya mereka yang menginginkan efektivitas maksimal dan kenyamanan penggunaan.
Pertama, pasien yang memiliki faktor risiko kardiovaskular atau riwayat penyakit jantung adalah kandidat ideal Wegovy, karena studi SELECT membuktikan penurunan risiko kejadian kardiovaskular mayor sebesar 20%, manfaat yang belum terbukti setara untuk Saxenda dalam konteks yang sama.
Kedua, pasien yang menginginkan penurunan berat badan yang lebih signifikan (rata-rata ~15% vs ~8% untuk Saxenda) akan lebih terbantu oleh Wegovy.
Ketiga, pasien yang kesulitan mempertahankan jadwal injeksi harian akan sangat diuntungkan oleh regimen Wegovy yang hanya sekali seminggu, kepatuhan terapi jangka panjang jauh lebih mudah dijaga.
Keempat, pasien yang mengutamakan data klinis yang kuat dan panduan medis yang sudah matang akan menemukan Wegovy sebagai pilihan yang sangat well-documented.
Mana yang Lebih Tepat untuk Kamu?
Perbandingan Saxenda vs Wegovy pada akhirnya adalah perbandingan antara generasi pertama dan generasi kedua dari pendekatan terapi yang sama. Dari hampir semua sudut pandang klinis, efektivitas penurunan berat badan, kenyamanan penggunaan (mingguan vs harian), dan bukti kardiovaskular, Wegovy menawarkan paket yang lebih unggul. Namun Saxenda memiliki tempatnya sendiri, terutama untuk remaja, atau dalam situasi di mana akses dan biaya menjadi hambatan utama.
Keputusan akhir harus selalu melibatkan dokter yang memahami kondisi kesehatanmu secara menyeluruh, termasuk komorbiditas, kemampuan finansial, preferensi terhadap frekuensi injeksi, dan respons terhadap terapi sebelumnya. Terapi obat penurun berat badan apa pun pilihannya, bekerja paling baik sebagai bagian dari program komprehensif yang mencakup perubahan pola makan dan aktivitas fisik.
Pilihan Obat Diet Efektif Menurunkan Berat Badan
Meski umumnya aman, penggunaan obat diet atau obat kurus perlu kehati-hatian khusus karena dapat menimbulkan risiko efek samping yang serius.
Kamu harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan efek samping dan durasi penggunaannya.
Berikut ini rekomendasi obat diet yang efektif menurunkan berat badan:
1. Wegovy 0.25 mg/dosis Pen 1.5 ml

Pilihan pertama obat yang efektif untuk menurunkan berat badan adalah Wegovy 0.25 mg/dosis Pen 1.5 ml.
Obat ini merupakan anti-obesitas pertama dan satu-satunya di Indonesia yang disetujui BPOM.
Sangat mudah digunakan karena bentuknya yang injeksi dan digunakan seminggu sekali dengan program pengaturan berat badan yang komprehensif.
Wegovy telah teruji klinis membantu pasien menurunkan berat badan secara signifikan, dikombinasikan dengan diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik.
Obat obesitas ini mengandung semaglutide 0.68 mg per tiap ml.
Dosis penggunaan obat (ikuti dosis yang dianjurkan dokter):
- Dimulai dengan dosis 0.25 mg, 1 kali seminggu.
- Dosis pemeliharaan: 2.4 mg, 1 kali seminggu.
Nomor registrasi: DKI2464605443A1
Mulai dari: Rp3.139.100 per pen.
Dapatkan Wegovy 0.25 mg/dosis Pen 1.5 ml di Toko Kesehatan Halodoc.
Wegovy juga hadir dalam beberapa pilihan dosis dan hanya digunakan sesuai anjuran dokter:
Obesitas bisa teratasi! Kamu bisa mendapatkan solusi medis teruji yang sudah diawasi oleh dokter, mulai konsultasi dari Rp10.000 di Halofit yang hanya tersedia di aplikasi Halodoc!
2. Orlistat 120 mg 10 Kapsul

Orlistat 120 mg merupakan obat diet yang bekerja dengan cara menghambat enzim lipase lambung dan pankreas. Alhasil, hidrolisis trigliserida terhambat dan menyebabkan penurunan penyerapan lemak dari makanan.
Obat ini direkomendasikan sebagai terapi tambahan pada pasien obesitas dengan Index Massa Tubuh (Body Mass Index/BMI) 30 kg/m2 atau pasien yang memiliki risiko terkait.
Cara mengonsumsi Orlistat 120 mg 10 Kapsul:
- Dewasa: pasien dengan BMI 30 kg/m2 dan di atasnya, atau 27 kg/m2 yang memiliki risiko terkait hipertensi, diabetes, dan dislipidemia minum 120 mg 3 kali sehari saat makan berat.
- Dewas: pasien dengan BMI 28 kg/m2 tanpa faktor risiko: 60 mg 3 kali sehari saat makan berat.
No registrasi BPOM: GKL2033548701A1 (No registrasi bisa berbeda tergantung dari stok di apotek)
Mulai dari: Rp88.800 per strip.
Dapatkan Orlistat 120 mg 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc.
Sebelum menggunakannya, simak dulu Review Orlistat 120 mg, Obat Diet untuk Turunkan Berat Badan.
3. Halofit

Halofit adalah obat diet inovatif yang hadir melalui program Halofit Transform. Dengan metode injeksi GLP-1 yang aman dan minim rasa sakit, Halofit membantu mengontrol nafsu makan, mengurangi craving, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Halofit tidak hanya menawarkan obat, tetapi juga pendampingan dokter dan dietisien selama 30 hari, meal plan, serta coaching intensif untuk memastikan penurunan berat badan efektif, aman, dan sesuai kebutuhan tubuh.
Halofit menjadi solusi terbaik bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan secara medis, efisien, dan terjamin kualitasnya. Bisa turun berat badan hingga 12kg!
Tunggu apa lagi? Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!
Referensi:
Drugs. Diakses pada 2026. Wegovy.
British Heart Foundation. Diakses pada 2026. Wegovy: what to know about the weight-loss injection.
Healthline. Diakses pada 2026. Wegovy Injection Overview.
European Medicines Agency. Diakses pada 2026. Wegovy.
FAQ
1. Apakah Saxenda dan Wegovy obat yang sama?
Tidak. Keduanya adalah GLP-1 receptor agonist dari Novo Nordisk, namun mengandung zat aktif berbeda: Saxenda mengandung liraglutide, sementara Wegovy mengandung semaglutide. Semaglutide adalah molekul generasi berikutnya dengan waktu paruh lebih panjang, afinitas reseptor lebih tinggi, dan efektivitas penurunan berat badan yang lebih besar.
2. Mana yang lebih efektif: Saxenda atau Wegovy?
Wegovy secara konsisten menunjukkan penurunan berat badan yang lebih besar dalam uji klinis (~15% vs ~8% untuk Saxenda). Wegovy juga memiliki keunggulan tambahan berupa bukti kardiovaskular yang terbukti klinis dan frekuensi injeksi yang lebih nyaman (mingguan vs harian).
3. Apakah ada versi generik dari Saxenda atau Wegovy?
Semaglutide (Wegovy) dan liraglutide (Saxenda) masih dalam perlindungan paten di sebagian besar pasar utama. Biosimilar liraglutide sudah mulai tersedia di beberapa negara, namun ketersediaannya bervariasi. Tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai opsi yang tersedia di wilayahmu.
4. Bisakah berpindah dari Saxenda ke Wegovy?
Ya, pergantian dari Saxenda ke Wegovy adalah hal yang umum dalam praktik klinis, terutama ketika pasien ingin meningkatkan efektivitas atau menyederhanakan jadwal injeksi. Konsultasikan dengan dokter untuk protokol peralihan yang tepat.


