• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Septic Arthritis?

Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Septic Arthritis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Septic arthritis merupakan istilah yang merujuk pada infeksi sendi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus, yang umum menyerang sendi-sendi besar dalam tubuh, seperti sendi lutut atau pinggul. Kondisi ini biasanya dialami oleh bayi atau lansia, karena selaput sendi yang tidak mampu melindungi sendi dari serangan infeksi.

Oleh karena itu, tubuh melawan infeksi dengan menimbulkan peradangan yang ditandai dengan rasa nyeri pada sendi. Selain bayi dan lansia, siapa saja orang yang berisiko pengidap septic arthritis?

Baca juga: Tidak Boleh Diabaikan, Ketahui Gejala Septic Arthritis

Waspadai Faktor Risiko Septic Arthritis

Selain bayi dan lansia, berikut faktor risiko septic arthritis yang perlu diwaspadai:

  • Pengidap arthritis, yaitu penyakit kronis dan terjadi seumur hidup, yang ditandai dengan pembengkakan dan kekakuan pada sendi, sehingga menyebabkan sulit dan menyakitkan saat bergerak.

  • Pengidap asam urat, yaitu penyakit sendi yang terjadi akibat kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah.

  • Pengidap lupus, yaitu penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri.

  • Pengidap psoriasis, yaitu peradangan kulit yang ditandai dengan ruam, kulit kering, tebal, bersisik, serta mudah terkelupas yang biasanya terjadi pada area lutut, siku, punggung bagian bawah, dan kulit kepala.

  • Pengidap eksim, yaitu kelainan kulit yang ditandai dengan pembengkakan, peradangan, kemerahan, serta rasa gatal pada kulit.

  • Pengidap diabetes, yaitu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. 

  • Memiliki luka terbuka pada kulit.

  • Pernah menjalani operasi pada area sendi.

  • Memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

  • Mengonsumsi obat yang membuat sistem kekebalan tubuh melemah.

  • Seseorang dengan kasus penyalahgunaan alkohol dan narkotika.

Septic arthritis akan menyebabkan infeksi yang berlangsung sangat cepat, sehingga mampu merusak jaringan lain dalam sendi, seperti tulang rawan. Jika kamu memiliki sejumlah faktor risiko berikut, tidak ada salahnya untuk segera menemui dokter di rumah sakit terdekat, karena penanganan yang cepat perlu dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Radang Sendi dan Pegal Linu

Bukan Hanya Nyeri Sendi, Ini Gejala yang Tampak

Saat mengalami septic arthritis, gejala utama dapat ditandai dengan rasa nyeri pada sendi karena adanya pembengkakan di area tersebut. Selain rasa sakit yang intens, gejala yang tampak meliputi:

  • Rasa sakit yang terasa makin intens saat menggerakkan sendi.

  • Sensasi rasa hangat di sekitar sendir yang terkena.

  • Demam tinggi.

  • Warna kemerahan pada sendi yang terkena.

  • Meriang dan menggigil.

  • Merasa sangat kelelahan, letih, dan lemas.

  • Menurunnya nafsu makan.

  • Jantung berdetak lebih cepat.

  • Mudah tersinggung.

Gejala pada pengidap septic arthritis akan bervariasi tergantung pada usia, serta obat-obatan yang dikonsumsi. Intensitas gejala biasanya akan semakin parah seiring dengan berjalannya waktu. Meskipun septic arthritis tidak dapat menular, mikroba seperti virus, jamur, atau bakteri penyebab septic arthritis mampu ditularkan.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Pengapuran Tulang

Penyakit ini dapat berkembang dengan sangat cepat ketika seseorang mengalami infeksi, seperti infeksi kulit atau infeksi saluran kemih yang menyebar melalui aliran darah menuju sendi-sendi dalam tubuh. Meski begitu, septic arthritis juga dapat disebabkan oleh luka tusukan, suntikan, atau prosedur operasi yang dilakukan di dekat area sendi. Hal-hal tersebut dapat memberikan jalan masuk bagi mikroba ke dalam ruang sendi.

Hal tersebut terjadi karena lapisan dari sendi yang disebut dengan sinovium memiliki sedikit kemampuan untuk melindungi diri dari infeksi. Kerusakan sendi yang semakin parah merupakan reaksi tubuh terhadap infeksi, sehingga meningkatkan tekanan dan mengurangi aliran darah dalam sendi. Jangan lupa untuk segera menemui dokter saat ditemukan faktor risiko septic arthritis dan gejalanya untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat.

Referensi:

NHK. Diakses pada 2020. Septic Arthritis.
Medicine Net. Diakses pada 2020. Septic Arthritis (Infectious Arthritis). 
WebMD. Diakses pada 2020. Septic Arthritis.