• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Softlens yang Tidak Bersih Bisa Sebabkan Endoftalmitis

Softlens yang Tidak Bersih Bisa Sebabkan Endoftalmitis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Endoftalmitis merupakan peradangan berat pada bagian dalam bola mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, baik yang berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Kondisi ini dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen. Oleh karena itu, perawatan yang tepat dibutuhkan segera. Endoftalmitis ditandai dengan sejumlah gejala, meliputi:

  • Berkurangnya penglihatan.

  • Mata memerah.

  • Mata sakit, terutama setelah cedera atau operasi.

  • Pembengkakan kelopak mata.

  • Hipopion, yaitu peradangan pada bola mata yang ditandai dengan nanah di bilik depan mata.

  • Adanya bercak gelap pada penglihatan.

Gejala umumnya muncul 1-6 hari pasca operasi dilakukan. Dalam kasus yang ringan, gejala muncul sekitar 6 minggu pasca operasi dilakukan, dengan gejala meliputi sakit mata ringan, sensitif terhadap cahaya, serta penglihatan buram. Selain prosedur operasi, apakah endoftalmitis dapat terjadi karena pemakaian softlens yang tidak bersih? Berikut penyebab endoftalmitis!

Baca juga: Apa Bedanya Endoftalmitis Endogen dan Endoftalmitis Eksogen?

Pemakaian Softlens yang Tidak Bersih Bisa Jadi Penyebab Endoftalmitis

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sumber penyebab endoftalmitis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor yang berasal dari dalam tubuh (endogen), dan dari luar tubuh (eksogen). Saat seseorang sering memakai softlens yang tidak bersih, kuman atau bakteri yang berasal dari luar tubuh dapat masuk ke bola mata dan menyebabkan infeksi dalam bola mata.

Memakai softlens memang bisa membuat penampilan lebih menarik, tapi jika tidak dirawat dengan baik ditambah pemakaian yang berlebihan, infeksi mata tidak dapat dihindari. Berikut ciri-ciri mata yang terinfeksi saat pemakaian softlens:

  • Pembengkakan pada mata.

  • Mata memerah.

  • Sakit pada bagian mata.

  • Rasa gatal atau sensasi panas.

  • Terasa ada sesuatu yang mengganjal.

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Penglihatan kabur.

  • Keluarnya air mata atau kotoran dari mata.

Segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat saat sejumlah gejala tersebut muncul untuk mendapatkan sejumlah penanganan medis. Ciri-ciri mata yang mengalami peradangan karena softlens bukan hanya timbul karena tidak menjaga kebersihan dengan baik saja, tapi juga karena ada alergi terhadap lensa kontak yang digunakan. Jadi, sebaiknya kamu berhati-hati akan hal ini, ya!

Baca juga: Bahaya Endoftalmitis yang Dapat Akibatkan Kebutaan

Saat Gejala Endoftalmitis Muncul, Apa yang Harus Dilakukan?

Saat menemukan serangkaian gejala yang telah disebutkan, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah melepas softlens yang kamu pakai. Kemudian bersihkan mata dengan air untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada mata. Setelah membersihkan mata, bersihkan pula lensa kontak sebelum mencoba menggunakannya kembali.

Saat pemakaian ulang menimbulkan reaksi yang sama, bisa jadi kamu mengalami alergi terhadap lensa kontak yang kamu pakai. Untuk mencegah komplikasi yang membahayakan, hentikan penggunaan lensa kontak, dan pakailah kacamata sebagai pengganti softlens.

Baca juga: Operasi Mata Berisiko Terkena Endoftalmitis, Mengapa?

Lakukan Ini Sebagai Langkah Pencegahan Endoftalmitis

Selain memperhatikan kebersihan lensa kontak yang kamu pakai. Gunakan pelindung mata jika bepergian, apalagi bagi kamu yang alergi terhadap debu dan kotoran yang beterbangan di udara. Jika kamu memiliki pekerjaan yang berisiko membuat mata mengalami peradangan, jangan lupa lindungi mata dengan kacamata khusus, ya!

Jika kamu menjalani prosedur operasi mata, seperti operasi katarak atau operasi lainnya. Selalu patuhi arahan dari dokter tentang apa saja yang harus dilakukan pasca operasi. Jangan lupa untuk melakukan kontrol rutin guna memantau  perkembangan kondisi kesehatan matamu, ya! Ingat, endoftalmitis memiliki dua faktor yang berbeda, yaitu endogen dan eksogen. Jadi, selalu perhatikan apa yang menjadi faktor pemicu kedua hal tersebut guna mencegah endoftalmitis!

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2020. What is Endophthalmitis?
Healthline. Diakses pada 2020. What is Endophthalmitis?
WebMD. Diakses pada 2020. Contact Lenses and Eye Infections.