Ad Placeholder Image

Stres Dapat Sebabkan Munculnya Keriput? Ini Faktanya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   23 Juni 2025

Stres membuat tubuh melepaskan hormon kortisol yang bisa memecah kolagen dan elastin pada kulit.

Stres Dapat Sebabkan Munculnya Keriput? Ini FaktanyaStres Dapat Sebabkan Munculnya Keriput? Ini Faktanya

DAFTAR ISI

  1. Penjelasan Ilmiah: Bagaimana Stres Mempengaruhi Kulit
  2. Jenis-Jenis Keriput yang Umum Terjadi
  3. Faktor Lain yang Mempengaruhi Munculnya Keriput
  4. Cara Mengatasi Stres untuk Kesehatan Kulit
  5. Perawatan Kulit untuk Mencegah Keriput
  6. Produk Perawatan Kulit di Halodoc
  7. Kapan Harus ke Dokter?

Stres seringkali dianggap sebagai pemicu berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah kulit. Salah satu dampak yang mungkin timbul akibat stres adalah munculnya keriput.

Apakah ini hanya mitos atau fakta medis? Mari telaah lebih lanjut melalui ulasan berikut ini!

Penjelasan Ilmiah: Bagaimana Stres Memengaruhi Kulit

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Hormon ini, dalam jangka panjang, dapat memecah kolagen dan elastin pada kulit. Kolagen dan elastin adalah protein penting yang menjaga kulit tetap elastis dan kencang.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Academy of Dermatology, stres kronis dapat mempercepat proses penuaan kulit. Stres memicu peradangan dalam tubuh, yang berdampak negatif pada produksi kolagen.

Selain itu, stres juga dapat menyebabkan kebiasaan buruk seperti kurang tidur, pola makan tidak sehat, dan kurangnya perawatan kulit.

Kebiasaan-kebiasaan ini secara tidak langsung berkontribusi pada munculnya keriput.

Jenis-Jenis Keriput yang Umum Terjadi

Terdapat beberapa jenis keriput yang umum terjadi, di antaranya:

  • Keriput Halus: Biasanya muncul di area sekitar mata dan mulut.
  • Keriput Ekspresi: Terjadi akibat gerakan otot wajah yang berulang, seperti saat tersenyum atau mengerutkan kening.
  • Keriput Akibat Paparan Sinar Matahari: Sinar UV dapat merusak kolagen dan elastin, menyebabkan keriput dan penuaan dini.

Baca juga: Kerusakan Organ Tubuh Akibat Sinar UV

Faktor Lain yang Memengaruhi Munculnya Keriput

Selain stres, ada beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi munculnya keriput, yaitu:

  • Usia: Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin alami tubuh akan berkurang.
  • Genetik: Faktor genetik juga berperan dalam menentukan elastisitas dan ketebalan kulit.
  • Paparan Sinar Matahari: Sinar UV dapat merusak kulit dan menyebabkan penuaan dini.
  • Merokok: Merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan keriput.
  • Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan dapat membuat kulit kering dan lebih rentan terhadap keriput.

Cara Mengatasi Stres untuk Kesehatan Kulit

Mengelola stres dengan baik adalah kunci untuk menjaga kesehatan kulit. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

  • Olahraga Teratur: Olahraga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.
  • Meditasi dan Relaksasi: Teknik meditasi dan relaksasi dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi tingkat stres.
  • Tidur yang Cukup: Usahakan untuk tidur 7-8 jam setiap malam.
  • Pola Makan Sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh dan kulit.
  • Kelola Waktu dengan Baik: Atur jadwal kegiatan agar tidak merasa kewalahan dan stres.
  • Konsultasi dengan Psikolog atau Terapis: Jika stres terasa berat dan sulit diatasi sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Para ahli menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari kesehatan secara keseluruhan.

Mengelola stres adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Baca juga: Ketahui Kegunaan Vitamin C untuk Kesehatan Kulit

Perawatan Kulit untuk Mencegah Keriput

Selain mengelola stres, perawatan kulit yang tepat juga penting untuk mencegah munculnya keriput.

Berikut beberapa tips perawatan kulit yang bisa diikuti:

  • Gunakan Tabir Surya: Lindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya setiap hari, bahkan saat cuaca mendung.
  • Gunakan Pelembap: Jaga kulit tetap terhidrasi dengan menggunakan pelembap setiap hari.
  • Eksfoliasi Secara Teratur: Lakukan eksfoliasi untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang produksi kolagen.
  • Gunakan Produk Anti-Aging: Pilih produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan anti-aging seperti retinol, vitamin C, dan peptida.

Produk Perawatan Kulit di Halodoc

Halodoc menyediakan berbagai produk perawatan kulit yang dapat membantu menjaga kesehatan dan mencegah keriput.

Konsultasikan dengan dokter kulit melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai dengan jenis kulit.

Berikut beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Serum Vitamin C: Membantu mencerahkan kulit dan melindungi dari radikal bebas.
  • Krim Retinol: Membantu merangsang produksi kolagen dan mengurangi tampilan keriput.
  • Pelembap dengan Hyaluronic Acid: Menjaga kulit tetap terhidrasi dan kenyal.
  • Tabir Surya SPF 30 atau Lebih Tinggi: Melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keriput sudah sangat mengganggu atau disertai dengan masalah kulit lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit di Halodoc

Dokter dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kulit.

Kamu juga bisa menghubungi dokter di Halodoc dengan cara klik banner di bawah ini!

Kesimpulan

Stres memang dapat memengaruhi kesehatan kulit dan memicu munculnya keriput.

Namun, dengan mengelola stres dengan baik, menjaga pola hidup sehat, dan melakukan perawatan kulit yang tepat, kita dapat mengurangi risiko munculnya keriput dan menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.

Konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran perawatan kulit yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2025. Does Stress Cause Wrinkles?
Medicine Net. Diakses pada 2025. Wrinkles.
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Wrinkles.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What to know about wrinkles.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Wrinkles.