• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Terlalu Banyak Konsumsi MSG Bisa Picu Sakit Kepala?

Terlalu Banyak Konsumsi MSG Bisa Picu Sakit Kepala?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasa sakit kepala setelah mengonsumsi makanan tertentu? Padahal, sebelumnya tidak ada gejala sakit sama sekali dan sakit kepala muncul secara mendadak serta bisa segera mereda pula. Jika iya, bisa jadi sakit kepala yang muncul terjadi karena MSG symptom complex atau Chinese Restaurant Syndrome. Apa itu? 

MSG symptom complex merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala-gejala yang sering muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. Selain sakit kepala, gejala lain mungkin juga muncul, seperti muncul ruam di kulit dan mudah berkeringat. Sebenarnya, MSG sendiri sudah dinyatakan aman untuk makanan dan sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan apa penyebab munculnya sakit kepala setelah mengonsumsi MSG. 

Baca juga: Dikira Sama, Ini Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala

Mengatasi Sakit Kepala setelah Konsumsi MSG

Meski belum diketahui apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami MSG symptom complex, tetapi pada beberapa orang hal ini cukup sering terjadi. Monosodium glutamate (MSG) sering dikaitkan dengan munculnya efek samping berupa sakit kepala setelah konsumsi makanan tertentu. Pada beberapa kasus, konsumsi MSG bisa memicu efek samping berupa sakit kepala, muncul ruam, berkeringat, serta merasa kelelahan. 

Hingga kini, penyebab sakit kepala muncul setelah konsumsi makanan dengan MSG masih menjadi perdebatan. Belum ada penelitian yang membuktikan kandungan MSG pada makanan merupakan penyebab tunggal dari gejala-gejala yang muncul. Di sisi lain, The Food and Drug Administration (FDA) sudah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan yang aman untuk digunakan dalam masakan. 

Sejauh ini, sakit kepala setelah konsumsi makanan yang mengandung MSG disebut berkaitan dengan zat glutamat. Kandungan ini disebut bisa memengaruhi pembuluh darah yang pada akhirnya memberi respon berupa sakit kepala. Aktivitas yang terjadi pada pembuluh darah akibat konsumsi MSG diyakini menjadi salah satu penyebab sakit kepala muncul dan bisa segera mereda. 

Baca juga: Ini 3 Perbedaan Migrain dan Vertigo yang Perlu Diketahui

Umumnya, efek samping yang muncul setelah konsumsi makanan dengan MSG tidak bersifat fatal dan bisa segera mereda. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan saat muncul gejala ini adalah berhenti mengonsumsi makanan yang diduga menjadi  pemicunya. Perbanyak minum air putih untuk membantu menetralisir dampak makanan pada tubuh. 

Jika sakit kepala terasa semakin mengganggu, kamu bisa mencoba konsumsi obat pereda nyeri atau penghilang sakit kepala. Setelah itu, coba untuk beristirahat sejenak sampai sakit kepala hilang. Umumnya, sakit kepala akan mereda setelah konsumsi makanan pemicunya dihentikan. Jika gejala sakit kepala menjadi lebih parah, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. 

Bisa jadi, sakit kepala yang muncul bukan hanya tanda MSG symptom complex. Nyatanya, ada banyak gangguan kesehatan yang ditandai dengan sakit kepala. Mendiagnosis segera bisa membantu mencari tahu apa penyebab sakit kepala muncul dan menemukan cara pengobatan yang paling tepat. Dengan begitu, risiko penyakit yang lebih berbahaya bisa dihindari. 

Jika kamu mengetahui makanan apa yang menjadi penyebab sakit kepala, ada baiknya untuk menghindari atau membatasi konsumsi makanan tersebut. Dengan demikian, gejala sakit kepala bisa dihindari dan tidak sering muncul. Sebagai gantinya, kamu bisa coba mengonsumsi makanan sehat agar tubuh tetap bugar. 

Baca juga: Banyak Konsumsi Minuman Bersoda Bisa Picu Sakit Kepala?

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Dokter bisa dihubungi kapan dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. What is MSG? Is it bad for you?
Healthline. Diakses pada 2020. Chinese Restaurant Syndrome.