• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tifus Bisa Dicegah dengan Vaksin, Ini Prosedurnya

Tifus Bisa Dicegah dengan Vaksin, Ini Prosedurnya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Mengolah makanan dengan benar adalah suatu keharusan. Pasalnya, makanan yang terkontaminasi bisa menjadi penyebab penyakit, seperti misalnya tifus. Penyakit ini terjadi karena kontaminasi Salmonella typhi yang masuk ke dalam makanan. Bakteri ini biasanya berasal dari sayuran yang tidak dicuci bersih, atau dari susu yang tidak dipasteurisasi. Namun, tidak perlu khawatir, vaksin tifus dapat diandalkan untuk mencegahnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, setidaknya ada 20 juta orang dari seluruh dunia yang terserang penyakit ini. Parahnya lagi, 160.000 orang di antaranya dilaporkan meninggal. Mereka yang sering menjadi korban umumnya anak-anak. Padahal untuk meminimalisir angka kematian, vaksin tifus adalah senjata yang cukup ampuh. 

Baca juga: Rentan Terjadi di saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Mencegah Tifus Melalui Vaksin 

Mereka yang terinfeksi bakteri tifus dengan gejala ringan, biasanya bisa mendapatkan pengobatan di rumah. Jika gejalanya cukup parah, ia harus berada di bawah penanganan tim medis di rumah sakit. Pasalnya, infeksi ini bisa menyebar hingga ke sendi, kandung kemih, ginjal, hingga ke otak. Pencegahan tifus bisa dilakukan dengan pemberian vaksin, yaitu: 

  • Vaksin Ty21a, yakni vaksin oral dari bakteri tifoid yang masih hidup, namun sangat lemah.

  • Vaksin polisakarida, yakni vaksin yang terbuat dari gula yang melapisi permukaan bakteri yang diberikan lewat suntikan. Vaksin ini bisa diberikan pada orang dewasa dan anak di atas usia 2 tahun. Vaksin ini bisa diberikan setidaknya 2 minggu sebelum perjalanan ke daerah endemik. 

Meskipun begitu, vaksin tifoid tidak 100 persen efektif. Kunci pencegahannya dengan memiliki kebiasaan makan dan minum yang aman. Terdapat prosedur juga yang harus diikuti karena vaksin tifoid bisa kehilangan efektivitas seiring waktu. Vaksin yang diinjeksi harus dilakukan lagi setiap 2 tahun, sementara vaksin oral membutuhkan pengulangan setiap 5 tahun.

Jika sebelumnya kamu pernah divaksinasi, tanyakan kepada dokter melalui chat di Halodoc, apakah sudah waktunya untuk melakukan lagi vaksinasi. Kamu bisa menanyakan kepada dokter seperti apa prosedur yang harus dilakukan

Sementara itu, beberapa orang sangat diwajibkan untuk mendapatkan vaksin ini, misalnya: 

  • Mereka yang bekerja di laboratorium dan menangani bakteri Salmonella typhi;

  • Akan bekerja atau bepergian di daerah dengan tingkat penularan yang cukup tinggi;

  • Memiliki kontak dekat dengan pengidap demam tifoid;

  • Tinggal di lingkungan yang air atau tanahnya berisiko terkontaminasi.

Baca juga: Yang Terjadi Jika Orang Dewasa Terkena Tifus

Langkah Pencegahan Selain Vaksin

Demam tifoid sering terjadi di banyak bagian dunia. Penyakit ini sering terjadi di wilayah di mana air dan makanan tidak dijaga higienitasnya atau sanitasinya buruk. Tempat-tempat ini termasuk bagian dari Asia Timur dan Tenggara, Afrika, Karibia, dan Amerika Tengah dan Selatan. Jika kamu hendak bepergian ke tempat-tempat yang biasa terjadi demam tifoid, maka kamu bisa menerapkan prinsip dasar pencegahan tersebut: 

  • Pastikan mengunjungi rumah sakit setidaknya 2 minggu sebelum bepergian untuk membahas hal-hal yang harus dilakukan, atau perlu melakukan vaksinasi atau tidak. 

  • Lakukan kebiasaan makan dan minum yang aman. Makan dan minum yang aman juga dapat melindungi kamu dari penyakit lain, termasuk diare, kolera, disentri, dan hepatitis A.

Saat kamu bepergian ke area berisiko, ingatlah untuk mengonsumsi bahan makanan yang direbus atau dimasak. Sementara itu, beberapa cara lain yang harus diterapkan untuk mencegah tifus, yaitu: 

  • Beli air botolan atau didihkan air setidaknya selama 1 menit sebelum kamu meminumnya. Air botol berkarbonasi lebih aman daripada air tidak berkarbonasi;

  • Mintalah minuman tanpa es, kecuali es dibuat dari air kemasan atau air matang. Hindari es loli dan es krim lokal yang mungkin dibuat dengan air yang terkontaminasi;

  • Konsumsi makanan yang telah dimasak dengan matang dan masih panas dan mengepul;

  • Hindari sayuran dan buah-buahan mentah yang tidak bisa dikupas. Sebab, sayuran seperti selada dapat tetap terkontaminasi bahkan setelah dicuci;

  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum makan;

  • Hindari makanan dan minuman dari pedagang kaki lima kecuali jika terlihat masih mengepul panas.

Baca juga: Sudah Sembuh, Gejala Tipes Bisa Datang Lagi?

Itulah beberapa langkah pencegahan tifus, baik dengan vaksinasi atau dengan menerapkan kebiasaan makan sehat. Pencegahan adalah hal penting yang harus dilakukan demi mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
WHO. Diakses pada 2020. Typhoid Fever Vaccines.