• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Toilet yang Kotor Bisa Tularkan Penyakit Tifus

Toilet yang Kotor Bisa Tularkan Penyakit Tifus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Toilet yang Kotor Bisa Tularkan Penyakit Tifus

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu sedang berencana untuk pergi keluar kota atau keluar negeri dalam beberapa waktu ke depan? Sebaiknya, perlengkapan tambahan untuk kebersihan diri selalu kamu bawa. Mulai dari hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, hingga spray disinfektan dalam botol kecil. Pasalnya, sumber penyakit bisa datang dari mana saja, bahkan dari toilet umum yang hendak kamu gunakan.

Salah satu penyakit yang bisa terjadi akibat menggunakan toilet yang kotor adalah tifus. Demam tifoid atau sebutan lain untuk tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Umumnya tifus jarang terjadi di negara maju yang mana tingkat kebersihan mereka sudah sangat baik. Akibat kontaminasi bakteri penyebab tifus, kamu akan mulai merasakan gejala, seperti demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, sembelit, atau diare

Baca juga: Yang Terjadi Jika Orang Dewasa Terkena Tifus

Mengapa Toilet Kotor Bisa Sebabkan Tifus?

Demam tifoid bisa menular melalui rute penularan fecal-oral. Kebanyakan orang di negara maju tertular bakteri tifus saat mereka bepergian ke negara-negara berkembang yang tingkat kebersihan, terutama toilet umumnya tidak terjaga dengan baik. Begitu mereka terinfeksi, mereka dapat menularkannya kepada orang lain melalui jalur fecal-oral.

Ini berarti Salmonella typhi ditularkan melalui tinja dan terkadang dalam urine orang yang terinfeksi. Jika kamu makan makanan yang dibuat oleh pengidap tifus dan tidak mencuci tangan dengan hati-hati setelah menggunakan toilet, kamu bisa terinfeksi.

Di negara berkembang, di mana tifus masih cukup umum terjadi, kebanyakan orang terinfeksi dengan meminum air yang terkontaminasi. Bakteri juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi dan melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi.

Parahnya lagi, setelah pengobatan antibiotik, sejumlah kecil orang yang sembuh dari tifus tetap menyimpan bakteri tersebut. Orang-orang ini yang dikenal sebagai pembawa kronis, meski tidak lagi memiliki tanda atau gejala penyakit itu sendiri. Mereka tetap mengeluarkan bakteri dalam kotorannya dan mampu menginfeksi orang lain.

Baca juga: Tidak Nafsu Makan saat Tifus, Ini Cara Mengatasinya

Langkah Mencegah Tifus

Air minum yang bersih dan aman, sanitasi yang baik, dan perawatan medis yang memadai dapat membantu mencegah dan mengendalikan tifus. Namun sayangnya, di banyak negara berkembang, hal ini mungkin sulit dicapai. Karena itulah, beberapa ahli percaya bahwa vaksin adalah cara terbaik untuk mengendalikan tifus. 

Vaksin akan direkomendasikan jika kamu tinggal atau bepergian ke daerah yang berisiko tinggi terkena demam tifoid. Ada dua jenis vaksin yang bisa digunakan yang pertama bisa diberikan sebagai suntikan tunggal setidaknya satu minggu sebelum perjalanan. Satu lagi diberikan secara oral dalam empat kapsul dengan satu kapsul untuk diminum dua hari sekali.

Baca juga: Lempuyang Bisa Mencegah Tifus, Mitos atau Fakta?

Meski vaksin tidak bisa memberikan perlindungan mutlak, tetapi ada beberapa panduan untuk mencegah penularan tifus: 

  • Cuci Tangan. Sering mencuci tangan dengan air sabun hangat adalah cara terbaik untuk mengendalikan infeksi. Cuci sebelum makan atau menyiapkan makanan dan setelah menggunakan toilet. Bawalah pembersih tangan atau hand sanitizer berbahan dasar alkohol saat air tidak tersedia. Kamu juga bisa mendapatkan hand sanitizer atau produk kesehatan lainnya di Halodoc melalui fitur beli obat. Kurang dari 30 menit, pesanan kamu akan langsung dikirimkan ke tempatmu dengan aman.
  • Hindari Minum Air Mentah. Air minum yang terkontaminasi merupakan masalah khusus di daerah endemik tifus. Oleh karena itu, minumlah hanya air kemasan atau minuman kaleng atau minuman berkarbonasi dalam kemasan. Minta minuman tanpa es, karena bisa saja es batu yang digunakan berasal dari air mentah. Gunakan air kemasan untuk menyikat gigi, dan cobalah untuk tidak menelan air saat mandi.
  • Hindari Buah dan Sayuran Mentah. Oleh karena produk mentah mungkin telah dicuci dengan air yang terkontaminasi, hindari buah dan sayuran yang tidak bisa dikupas, terutama selada. Agar benar-benar aman, kamu mungkin perlu menghindari semua jenis makanan mentah.
  • Pilih Makanan yang Baru Saja Matang. Hindari makanan yang disimpan atau disajikan pada suhu ruangan. Makanan panas yang dikukus adalah yang terbaik. Meskipun tidak ada jaminan bahwa makanan yang disajikan di restoran aman, tetapi lebih baik menghindari makanan yang dijual pedagang kaki lima. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.
Web MD. Diakses pada 2020. Typhoid Fever.