Ad Placeholder Image

Virus HPV: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   10 November 2025

Virus HPV atau Human Papillomavirus sering kali tidak menunjukkan gejala awal, tetapi bisa berdampak besar jika diabaikan. 

Virus HPV: Penyebab, Gejala, dan Cara PencegahannyaVirus HPV: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

DAFTAR ISI


HPV adalah kelompok virus yang sangat umum dan dapat menginfeksi kulit serta selaput lendir, seperti area genital, mulut, dan tenggorokan. Virus ini sangat menular dan sering kali ditularkan melalui kontak kulit ke kulit, termasuk hubungan seksual. 

Sebagian besar infeksi HPV sembuh dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah kesehatan yang serius. 

Namun, beberapa jenis HPV dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kutil kelamin dan kanker.

Mau tahu apa itu HPV DNA: Tes untuk Mendeteksi Dini Kanker Serviks, selengkapnya di sini. 

Gejala Infeksi HPV

Kebanyakan orang yang terinfeksi HPV tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi karena virus ini umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, beberapa jenis HPV dapat menyebabkan:

  • Kutil kelamin: Benjolan kecil atau kelompok benjolan di area genital, anus, atau selangkangan.
  • Kutil di bagian tubuh lain: Seperti kutil di tangan atau kaki.
  • Perubahan sel pada serviks: Kondisi ini dapat terdeteksi melalui Pap smear.

Alami kutil? Ini Obat Penghilang Kutil di Leher yang Ampuh di Apotek. 

Cara Mendiagnosis Infeksi HPV

Diagnosis infeksi HPV adalah  melibatkan beberapa metode, tergantung pada jenis kelamin dan gejala yang dialami. 

Berikut adalah beberapa cara umum untuk mendiagnosis infeksi HPV:

1. Pap Smear

Pap smear adalah prosedur skrining yang digunakan untuk mendeteksi perubahan sel abnormal pada serviks yang bisa disebabkan oleh HPV. 

Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel sel dari serviks dan memeriksanya di laboratorium. 

Pap smear adalah bagian penting dari pemeriksaan kesehatan rutin wanita dan membantu dalam mendeteksi dini potensi masalah kesehatan.

2. Tes HPV

Tes HPV dapat dilakukan bersamaan dengan Pap smear atau sebagai tindak lanjut jika hasil Pap smear tidak normal. Tes ini mendeteksi keberadaan DNA HPV dalam sampel sel serviks. 

Terdapat berbagai jenis tes HPV yang tersedia, dan dokter akan merekomendasikan jenis tes yang paling sesuai.

3. Kolposkopi

Jika hasil Pap smear atau tes HPV menunjukkan adanya abnormalitas, dokter dapat merekomendasikan kolposkopi. 

Ini adalah prosedur di mana dokter menggunakan alat khusus (kolposkop) untuk melihat serviks dengan lebih jelas. Kolposkop memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi area abnormal yang mungkin memerlukan biopsi.

4. Biopsi

Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan kecil dari serviks untuk diperiksa di laboratorium. Biopsi dilakukan jika kolposkopi menunjukkan adanya area yang mencurigakan. Hasil biopsi membantu dokter menentukan apakah ada perubahan prakanker atau kanker pada serviks.

5. Diagnosis HPV pada Pria

Pada pria, diagnosis HPV sering kali lebih sulit karena tidak ada tes skrining standar seperti Pap smear pada wanita. Dokter dapat mendiagnosis HPV pada pria dengan memeriksa adanya kutil kelamin. 

Jika ada kekhawatiran tentang infeksi HPV di area lain, seperti mulut atau tenggorokan, dokter mungkin melakukan pemeriksaan fisik dan mengambil sampel jaringan untuk diuji.

  • Anoskopi: Pemeriksaan anus menggunakan alat khusus untuk melihat adanya kutil atau perubahan abnormal.
  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan dari area yang mencurigakan untuk diperiksa di laboratorium.

Penanganan Infeksi HPV

Penanganan medis mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan oleh HPV, seperti kutil kelamin atau perubahan sel abnormal pada serviks.

Beberapa metode penanganan kutil kelamin meliputi:

  • Obat-obatan topikal: Krim atau cairan yang dioleskan langsung ke kutil.
  • Krioterapi: Pembekuan kutil dengan nitrogen cair.
  • Eksisi: Pengangkatan kutil melalui pembedahan.
  • Laser: Penghancuran kutil dengan laser.

Untuk perubahan sel abnormal pada serviks, dokter dapat merekomendasikan prosedur seperti:

  • LEEP (Loop Electrosurgical Excision Procedure): Pengangkatan sel abnormal menggunakan kawat tipis yang dialiri listrik.
  • Konisasi: Pengangkatan sebagian kecil dari serviks yang mengandung sel abnormal.

Pencegahan HPV

Selain vaksinasi, ada beberapa langkah pencegahan lain yang dapat diambil untuk mengurangi risiko infeksi HPV. Cara mencegah virus HPV adalah:

  • Praktikkan hubungan seksual yang aman: Gunakan kondom setiap kali berhubungan seksual untuk mengurangi risiko penularan HPV.
  • Batasi jumlah pasangan seksual: Semakin banyak pasangan seksual, semakin tinggi risiko terinfeksi HPV.
  • Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin: Wanita disarankan untuk melakuka Pap smear dan tes HPV secara teratur sesuai dengan rekomendasi dokter.
  • Hindari merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko infeksi HPV dan perkembangan kanker serviks.

Kamu juga bisa Cegah Penyebaran HPV dengan 3 Cara Ini. 

Vaksinasi HPV

Vaksinasi HPV adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi HPV dan masalah kesehatan terkait. Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang melindungi terhadap jenis HPV yang paling berbahaya. 

Vaksin HPV sangat dianjurkan untuk anak perempuan dan laki-laki usia 11-12 tahun, tetapi juga dapat diberikan kepada orang dewasa hingga usia 26 tahun yang belum divaksinasi.

Simak lebih lanjut Perbedaan Vaksin HPV dan Pap Smear yang Perlu Diketahui. 

Kapan Harus ke Dokter?

Seseorang disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti kutil di area genital, atau jika hasil Pap smear menunjukkan adanya perubahan sel yang tidak normal. 

Wanita disarankan untuk melakukan skrining HPV secara teratur sesuai dengan rekomendasi dokter. 

HPV adalah penyakit yang tidak bisa diabaikan, jika kamu merasa memiliki gejala seperti kutil kelamin, keputihan tidak normal, atau nyeri saat berhubungan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit dan kelamin di Halodoc.

Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.

Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
Ayo Sehat. Diakses pada 2025. Vaksin HPV, Mencegah Kanker Leher Rahim Demi Mewujudkan Generasi Sehat. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. HPV (Human Papillomavirus): Causes, Symptoms & Treatment. 
NCI Dictionary of Cancer Terms. Diakses pada 2025. Definition of Human Papillomavirus. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. HPV Infection – Symptoms & Causes. 
StatPearls. Diakses pada 2025. Human papillomavirus.