• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Vulva Membengkak, Apa Penyebabnya?

Vulva Membengkak, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Vulva Membengkak, Apa Penyebabnya?

Halodoc, Jakarta – Vulva adalah area luar kelamin wanita yang sensitif yang bisa mengalami berbagai masalah, salah satunya adalah pembengkakan. Tidak hanya terasa nyeri dan tidak nyaman, vulva membengkak tentu membuat wanita yang mengalaminya menjadi was-was, lantaran hal itu mungkin saja disebabkan oleh kondisi yang serius.

Vulva yang membengkak sebenarnya adalah gejala umum dari vaginitis, yaitu peradangan pada vagina. Vaginitis sering kali diakibatkan oleh infeksi bakteri, jamur atau virus, atau ketidakseimbangan bakteri pada vagina. Gangguan kulit tertentu atau tingkat estrogen yang rendah bisa menyebabkan kondisi tersebut terjadi. Selain vulva membengkak, vaginitis dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal, gatal, iritasi, nyeri saat berkemih dan berhubungan seks, serta perdarahan ringan.

Bila kamu mengalami gejala tersebut lebih dari beberapa hari, segera temui dokter. Dokter bisa membantu menentukan penyebab dari gejala yang kamu alami dan memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi kamu.

Baca juga: Miss V Menghitam dan Gatal, Ternyata Ini Penyebabnya

Penyebab Vulva Membengkak

Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan vulva membengkak, antara lain:

1.Reaksi Alergi

Pembengkakan vulva bisa terjadi akibat reaksi alergi. Kondisi ini dikenal juga sebagai vaginitis non infeksi. Alergi bisa disebabkan oleh bahan kimia yang biasanya bisa ditemukan pada pakaian, krim, kondom, sabun wangi, douches, dan pelumas. Bila produk tersebut bersentuhan dengan vulva dan vagina, maka iritasi dan pembengkakan bisa terjadi.

2.Seks

Vulva membengkak adalah hal yang wajar terjadi setelah berhubungan seksual. Gairah seksual menyebabkan peningkatan aliran darah ke area tersebut yang menyebabkan vulva membengkak dan menjadi tebal. Selain itu, klitoris juga bisa membesar.

Vulva juga bisa membengkak bila tidak ada cukup pelumas selama penetrasi. Hal ini bisa mengiritasi area tersebut.

Baca juga: Miss V Sakit Saat Hubungan Intim, Bisa Jadi Dispareunia

3.Infeksi Jamur

Infeksi jamur vagina menyerang hingga 3 dari 4 wanita selama hidup mereka. Selain menyebabkan vulva membengkak, infeksi jamur juga bisa menyebabkan iritasi, keputihan kental, rasa gatal yang hebat, sensasi terbakar, nyeri, dan ruam.

Bila kamu mengalami gejala yang parah, atau kamu mengalami infeksi berulang sebanyak empat atau lebih dalam setahun, sebaiknya temui dokter.

4.Bakteri vaginosis

Bakteri vaginosis adalah penyebab paling umum dari vaginitis, yang dialami oleh hampir sepertiga wanita di Amerika Serikat. Ini adalah kondisi yang terjadi ketika ada ketidakseimbangan bakteri di vagina, sehingga bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna putih atau abu-abu, serta bau amis. Meskipun vulva yang membengkak bukan gejala bakteri vaginosis yang umum, tapi hal itu mungkin terjadi. 

5.Kehamilan

Kehamilan juga bisa menyebabkan vulva membengkak. Rahim yang sedang bertumbuh akan menghalangi aliran darah di daerah panggul, sehingga menyebabkan vulva dan kaki kamu membengkak.

Namun, pembengkakan bukan satu-satunya perubahan yang bisa terjadi pada vulva saat hamil. Rahim dan embrio membutuhkan lebih banyak darah untuk mengalir di area intim, sehingga vulva juga akan berubah warna menjadi kebiruan.

6.Kista Bartholin

Kista Bartholin adalah kantung kecil berisi cairan yang muncul tepat di dalam lubang vagina. Kista ini lembut dan tidak menimbulkan rasa sakit, dan seringkali tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, bila kista Bartholin membesar, hal itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa sakit di vulva saat kamu berhubungan seks, berjalan, atau duduk.

Bila vulva membengkak, merah, lunak, dan panas, itu berarti kista sudah terinfeksi dan menyebabkan abses di salah satu kelenjar Bartholin. Ini adalah kelenjar seukuran kacang polong yang ada di sisi kiri dan kanan lubang vagina.

7.Penyakit Genital Crohn

Penyakit genital Crohn adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh granuloma yang berkembang dari penyakit Crohn, penyakit radang usus. Penyakit langka ini bisa menyebabkan pembengkakan vulva terus-menerus, disertai pecahan dan rongga berlubang di area genital.

Itulah kondisi yang bisa menjadi penyebab vulva membengkak. Jangan tunggu sampai muncul rasa sakit atau ketidaknyamanan, baru menemui dokter. Bila vulva membengkak selama lebih dari beberapa hari, kamu dianjurkan untuk segera pergi ke dokter spesialis kandungan. Dokter ini bisa mendiagnosis kondisi yang menjadi penyebab vulva membengkak dan merekomendasikan pengobatan yang tepat. 

Baca juga: Rahasia Miss V Sehat Bisa Dijaga dengan Cara Ini

Kamu juga bisa membicarakan keluhan yang kamu alami di area kelamin pada dokter spesialis yang ada di Halodoc. Tidak usah malu, kamu bisa minta saran kesehatan dari dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What Causes a Swollen Vulva and How Is It Treated?