• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Waspada, Virus Herpes Dapat Sebabkan Hifema

Waspada, Virus Herpes Dapat Sebabkan Hifema

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Herpes merupakan salah satu jenis virus yang bisa menginfeksi manusia. Infeksi virus ini ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering. Jenis virus herpes yang umum dan paling banyak dikenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, hingga di area kelamin yang disebut dengan herpes genitalia. 

Virus herpes bisa menyerang area tubuh, termasuk mata. Infeksi mata akibat virus herpes bisa memicu terjadinya hifema. Apa itu? Hifema merupakan kondisi yang muncul akibat terkumpulnya darah di bilik depan mata. 

Penyakit ini menyebabkan darah menumpuk di antara kornea alias selaput bening mata dan iris atau selaput pelangi. Selain infeksi virus herpes, ada hal lain yang bisa memicu kondisi ini muncul, salah satunya cedera atau trauma yang menyebabkan iris atau pupil mata robek.

Baca juga: Penanganan Pertama untuk Redakan Gejala Hifema

Mengenal Hifema dan Penyebabnya 

Hifema adalah kondisi yang bisa menyebabkan muncul rasa nyeri yang sangat hebat. Selain itu, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sepele begitu saja. Ada beberapa hal yang bisa memicu terjadinya perdarahan penyebab hifema, salah satunya infeksi virus herpes di area mata. Sebelumnya perlu diketahui, hifema merupakan kondisi yang muncul akibat terkumpulnya darah di bilik depan mata.

Selain infeksi virus herpes, ada kondisi lain yang bisa memicu terjadinya hifema, mulai dari cedera pada mata, pembuluh darah pada permukaan iris mata tidak normal, hingga gangguan pembekuan darah, misalnya hemofilia dan anemia sel sabit. Penting untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab hifema, karena kondisi ini diobati tergantung pada penyebabnya.

Darah yang berkumpul dan menyebabkan hifema bisa menutupi separuh penglihatan. Dalam kondisi yang lebih parah, darah juga bisa menghalangi seluruh penglihatan. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Hifema harus mendapat pertolongan medis secepatnya guna mencegah kerusakan penglihatan secara permanen.

Baca juga: Atlet Tinju Rentan Terkena Hifema

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa semakin memburuk dan berujung pada munculnya komplikasi. Hifema bisa memicu komplikasi berupa peningkatan tekanan pada bola mata. Jika berlangsung dalam waktu lama, hal itu bisa menyebabkan terjadinya glaukoma. Glaukoma merupakan jenis penyakit kronis yang dapat mengakibatkan pengidapnya kehilangan penglihatan alias kebutaan.

Hifema ditandai dengan gejala khas, yaitu terjadi atau terlihat perdarahan di bilik depan mata. Namun, hifema umumnya tidak dapat dilihat secara kasat mata jika perdarahan masih sedikit. Saat perdarahan yang terjadi semakin banyak, mata dapat terlihat seperti dipenuhi darah. Selain itu, ada berbagai gejala lain yang juga bisa muncul sebagai tanda hifema, di antaranya: 

  • Nyeri pada mata;
  • Penglihatan kabur atau terhalang; dan
  • Sensitif terhadap cahaya.

Pengobatan hifema ditentukan dengan mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Pada kondisi yang ringan, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya dan gejala penyakit akan hilang dalam waktu satu minggu. Meski begitu, perawatan di rumah tetap harus dilakukan berdasarkan instruksi dokter mata, untuk menurunkan risiko perdarahan terjadi kembali. 

Baca juga: Ketahui Pengobatan Rumahan untuk Atasi Perdarahan Subkonjungtiva

Cari tahu lebih lanjut seputar hifema dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Herpes Simplex.
Web MD. Diakses pada 2020. Hyphema (Bleeding in Eye).
Medscape. Diakses pada 2020. Hyphema.