
WHO Sebut Wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Global
WHO resmi menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan internasional setelah adanya kasus kematian.

DAFTAR ISI
- Situasi Terkini, Ada Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Akibat Ebola
- Apa Itu Virus Ebola?
- Cara Penularan Virus Ebola
- Gejala Infeksi Virus Ebola yang Perlu Diwaspadai
- Apa yang Perlu Dilakukan Masyarakat Indonesia?
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dan Uganda sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional, pada Minggu, 17 Mei 2026.
Status PHEIC merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi yang dapat dikeluarkan oleh WHO.
Deklarasi ini menandakan bahwa suatu wabah penyakit dianggap cukup serius untuk berpotensi menyebar lintas negara dan membutuhkan respons koordinasi internasional.
Meski begitu, WHO menegaskan bahwa status wabah saat ini belum memenuhi kriteria darurat pandemi global. Lantas, seberapa serius kondisi ini? Simak faktanya berikut.
Situasi Terkini, Ada Ratusan Kasus dan Puluhan Kematian Akibat Ebola
WHO menyebut wabah Ebola kali ini dipicu oleh virus Bundibugyo, salah satu dari tiga strain virus yang diketahui dapat menyebabkan penyakit Ebola pada manusia.
Pusat wabah berada di Provinsi Ituri, wilayah timur RD Kongo, mencakup zona kesehatan Bunia, Rwampara, dan Mongbwalu.
Berdasarkan data WHO, situasinya terbilang mengkhawatirkan yakni:
- 246 kasus suspek (termasuk 13 kasus terkonfirmasi laboratorium).
- 80 kematian (angka kematian/CFR: 32,5%).
- 4 kematian di antaranya adalah kasus yang sudah terkonfirmasi.
Wabah ini pun sudah menyebar ke negara lain. Di Uganda, dua orang dinyatakan positif Ebola di Ibu Kota Kampala, salah satunya meninggal dunia. Keduanya diduga tertular setelah melakukan perjalanan dari Kongo.
Tak hanya itu, virus ini ternyata juga sudah mencapai Kinshasa, Ibu Kota RD Kongo sendiri. Padahal, Kinshasa berjarak sekitar 1.000 km dari lokasi wabah di Ituri. Satu warga di sana dinyatakan positif setelah sebelumnya berkunjung ke Ituri.
Apa Itu Virus Ebola?
Penyakit Virus Ebola (Ebola Virus Disease/EVD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dari genus Ortho Ebolavirus, familia Filoviridae.
Virus ini pertama kali ditemukan di Afrika Tengah dan sejak itu muncul secara berkala di beberapa negara Afrika, termasuk Uganda, Sierra Leone, dan RD Kongo.
Masa inkubasi virus Ebola berlangsung antara 2 hingga 21 hari, dengan rata-rata 4–10 hari setelah paparan.
Cara Penularan Virus Ebola
Ebola tidak menular melalui udara. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan:
- Darah, urine, feses, saliva, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.
- Benda atau permukaan yang terkontaminasi cairan tubuh penderita.
- Hewan yang terinfeksi (umumnya monyet atau kelelawar) melalui proses penyembelihan, memasak, atau konsumsi.
- Cairan tubuh dari jenazah penderita Ebola.
Satu hal yang perlu diperhatikan, menurut studi yang dipublikasikan dalam Plos Medicine (2021), pria yang pernah terinfeksi Ebola dan sembuh masih dapat menularkan virus melalui sperma hingga hampir enam bulan pasca dipulangkan dari rumah sakit.
Cari tahu selengkapnya, Ini Daftar Penyakit yang Disebabkan oleh Virus.
Gejala Infeksi Virus Ebola yang Perlu Diwaspadai
Gejala awal Ebola seringkali menyerupai flu biasa, sehingga mudah terlewatkan. Gejalanya meliputi:
- Demam tinggi (di atas 38,3°C) yang muncul tiba-tiba.
- Kelelahan dan kelemahan tubuh yang ekstrem.
- Nyeri otot dan nyeri sendi.
- Sakit kepala dan sakit tenggorokan.
- Kehilangan nafsu makan.
Seiring perkembangan penyakit (5–7 hari setelah gejala pertama), dapat muncul:
- Muntah dan diare.
- Ruam pada kulit.
- Nyeri perut.
- Gangguan fungsi ginjal dan hati.
- Perdarahan, baik dari dalam (internal) maupun luar (hidung, gusi, mulut, dan vagina).
- Sesak napas dan penurunan kesadaran.
Yuk, simak selengkapnya Ini Tahapan Replikasi Virus di Dalam Sel-Sel Tubuh.
Apa yang Perlu Dilakukan Masyarakat Indonesia?
Hingga saat ini, belum ada laporan kasus Ebola di Indonesia.
Namun, mengingat mobilitas internasional yang tinggi, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama bagi yang memiliki rencana perjalanan ke wilayah Afrika.
Beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan:
- Hindari perjalanan ke RD Kongo kecuali mendesak. Jika terpaksa bepergian, patuhi protokol kesehatan yang berlaku di sana.
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir, atau gunakan hand sanitizer.
- Hindari kontak dengan orang yang sakit atau diduga terinfeksi Ebola, serta benda yang berpotensi terkontaminasi.
- Konsumsi daging yang dimasak hingga matang dan hindari mengonsumsi hewan liar.
- Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam dan perdarahan dalam waktu 21 hari setelah kembali dari RD Kongo.
Untuk pengobatan, saat ini belum ada terapi spesifik untuk Ebola. Penanganan bersifat suportif intensif, seperti terapi rehidrasi dan perawatan simtomatik.
Saat ini ada dua vaksin yang telah memenuhi kualifikasi WHO untuk penyakit Ebola yang disebabkan oleh spesies Orthoebolavirus zairense.
Namun ketersediaannya masih sangat terbatas dan diprioritaskan untuk mereka yang berada di kawasan Afrika.
Jika kamu memiliki kekhawatiran terkait kesehatan atau membutuhkan informasi medis lebih lanjut, konsultasikan langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.
Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.


