Atlet Tidak Disarankan Diet Keto, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Atlet Tidak Disarankan Diet Keto, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta – Diet keto semakin populer dan menjadi pilihan banyak orang karena disebut bisa menurunkan berat badan dalam jumlah banyak. Meski begitu, nyatanya tidak semua orang aman dan boleh menjalani diet yang satu ini. Ada beberapa kelompok orang yang tidak terlalu disarankan untuk menjalankan diet keto, salah satunya atlet yang memiliki aktivitas fisik tinggi. 

Diet keto merupakan satu metode diet yang dilakukan dengan menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Namun, atlet yang memiliki aktivitas fisik tinggi, misalnya sprint, tidak disarankan melakukannya. Ini karena, asupan karbohidrat yang banyak jauh lebih disarankan agar pembentukan energi dan ketahanan tubuh menjadi lebih baik. 

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diketahui sebelum Memulai Diet Keto

Orang yang Tidak Disarankan Diet Keto

Diet yang dijalani nyatanya akan berpengaruh pada kondisi tubuh dan ketahanan serta stamina tubuh. Maka dari itu, tidak semua jenis diet akan cocok dan aman untuk dijalani oleh atlet yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Selain atlet, ada kelompok lain yang ternyata juga tidak disarankan untuk menjalani diet keto karena bisa meningkatkan munculnya risiko gangguan kesehatan.

Diet keto hanya boleh dilakukan dalam jangka waktu tertentu dan sebaiknya di bawah pantauan dokter. Dengan kata lain, diet keto yang dilakukan dalam jangka waktu panjang malah bisa mengakibatkan kondisi tubuh menjadi tidak baik. Penting untuk selalu membicarakan dengan dokter terlebih dahulu seputar jenis diet yang akan dijalani. 

Nyatanya, ada golongan orang yang tidak disarankan untuk menjalani metode diet keto, di antaranya: 

  • Mengidap Diabetes 

Orang yang mengidap penyakit diabetes, terutama diabetes tipe 1 sebaiknya menghindari diet keto. Sebab, metode diet yang satu ini ternyata bisa mengacaukan insulin alami dalam tubuh. Tak hanya itu, diet keto juga bisa menurunkan kadar gula darah sampai ke tingkat yang paling rendah dan berbahaya bagi pengidap diabetes. 

Baca juga: Jalani Diet Keto? Hati-Hati Flu Keto

  • Ibu Hamil dan Menyusui 

Tidak sedikit wanita yang baru melahirkan atau tengah hamil merasa mengalami kenaikan berat badan dan gemas akan hal tersebut. Alhasil, banyak di antaranya yang nekat menjalani diet. Namun hati-hati, memaksakan diri untuk menjalani diet saat hamil atau menyusui adalah hal yang bisa berdampak buruk, apalagi jika salah memilih jenis diet. 

Ibu hamil dan menyusui tidak boleh menjalani diet keto. Metode diet ini memangkas asupan glukosa, sedangkan asupan itu dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan normal pada perkembangan otak bayi. Jika ibu hamil dan menyusui kekurangan asupan glukosa, risiko gangguan kesehatan dan efek buruk jangka panjang bisa terjadi.  

  • Operasi Kantong Empedu 

Diet keto juga tidak cocok untuk orang yang baru saja atau sudah menjalani operasi pengangkatan kantong empedu. Dalam kondisi normal, kantung empedu berfungsi untuk menampung empedu yang membantu pencernaan lemak. Menjalani diet keto saat tidak memiliki bagian ini, artinya akan mempersulit tubuh dalam mengolah lemak

Baca juga: 5 Fakta yang Harus Diketahui Tentang Diet Keto

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Kamu juga bisa membicarakan rencana diet dan keluhan yang muncul. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Here’s Why the Keto Diet May Hurt Your Athletic Performance.
Parade. Diakses pada 2020. If You're One of These 6 Types of People, the Keto Diet May Be Bad for You.
Science Alert. Diakses pada 2020. This Study on Nearly Half a Million People Has Bad News For The Keto Diet.