Aturan Mengonsumsi Makanan agar Terhindar dari Perikoronitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Aturan Mengonsumsi  Makanan agar Terhindar dari Perikoronitis

Halodoc, Jakarta – Perikoronitis adalah gangguan gigi di mana jaringan gusi menjadi bengkak dan terinfeksi di sekitar gigi bungsu dan set gigi molar ketiga. Perikoronitis dapat berkembang ketika gigi bungsu menembus gusi. 

Ini memungkinkan celah bagi bakteri untuk masuk di sekitar gigi dan menyebabkan infeksi. Dalam kasus perikoronitis, makanan atau plak (lapisan bakteri yang tertinggal pada gigi setelah makan) dapat terperangkap di bawah lipatan gusi di sekitar gigi. 

Kondisi ini dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan perikoronitis. Jika perikoronitis parah, pembengkakan dan infeksi dapat melampaui rahang hingga ke pipi dan leher. Gejala perikoronitis dapat meliputi:

  • Rasa sakit

  • Infeksi

  • Pembengkakan di jaringan gusi (disebabkan oleh akumulasi cairan)

  • Rasa tidak enak di mulut yang disebabkan oleh nanah yang bocor dari gusi

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher

  • Kesulitan membuka mulut

Perikoronitis umumnya menyerang orang dewasa muda di usia 20-an yang mengalami erupsi gigi bungsu yang buruk (molar ketiga). Perikoronitis pada dasarnya adalah "infeksi gigi bungsu." Faktor risiko untuk perikoronitis termasuk adanya jaringan gusi berlebih (operkulum) di atas gigi bungsu dan sulitnya akses ke gigi bungsu untuk pembersihan yang tepat.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Kondisi Perikoronitis pada Ibu Hamil

Kadang-kadang, gejala ringan perikoronitis dapat diobati di rumah melalui kebersihan mulut yang cermat tanpa menggunakan antibiotik. Menyikat secara menyeluruh dan lembut area tersebut dengan sikat gigi berkepala kecil dapat membantu memecah plak atau makanan yang terperangkap. 

Mengaplikasikan obat kumur juga bisa secara efektif dalam membersihkan puing-puing yang terperangkap di bawah operkulum. Membilas dengan air asin hangat dapat membantu menenangkan area tersebut. Selain itu, hidrogen peroksida encer dapat digunakan sebagai larutan bilas atau irigasi untuk membantu mengurangi bakteri di daerah tersebut.

Untuk perikoronitis parah di mana pembengkakan dan demam terjadi, perawatan di rumah tidak disarankan dan perawatan yang tepat harus dicari dengan profesional kesehatan yang sesuai. Sejatinya, pencegahan perikoronitis dapat dicapai dengan kebersihan mulut yang teliti, kunjungan gigi secara teratur, dan perawatan yang spesifik. 

Dokter gigi dapat membantu menjaga area yang bermasalah ini bersih dan menentukan perlunya pengangkatan operkulum. Selain itu, juga dapat memantau erupsi gigi molar ketiga dan menentukan kebutuhan untuk pencabutan awal gigi-gigi ini. Pengangkatan gigi bungsu sebelum erupsi dapat mencegah perikoronitis.

Baca juga: Alasan Ibu Hamil Rentan Terkena Perikoronitis

Aturan Konsumsi Makanan Tertentu untuk Perikoronitis?

Tidak ada batasan diet dengan perikoronitis. Cobalah untuk menghindari mengunyah makanan keras di sisi itu, karena itu meradang gusi yang meradang dan membuat rasa sakit semakin parah. Disarankan juga untuk menghindari atau membatasi merokok karena mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. 

Usahakan untuk menjaga area gigi tetap bersih dengan membilas area tersebut dengan obat kumur atau hanya air asin hangat. Tubuh yang sehat secara alami melawan penyakit gigi. Namun, ada beberapa nutrisi yang sangat efektif. Kuncinya adalah makan makanan yang memberi makan microbiome oral. Untuk memastikan kamu memiliki kandungan nutrisi yang tepat dalam diet, pastikan kamu mengonsumsi makanan dengan kandungan di bawah ini.

Baca juga: 6 Jenis Infeksi Gigi dan Akibatnya yang Perlu Diketahui

  1. Kolagen 

Ketika kamu memiliki penyakit gusi, gusi akan mengatur ulang susunan jaringan untuk mengatasi peradangan, ini mengakibatkan degradasi kolagen. Untuk mengatasi ini, kamu harus makan makanan dengan banyak kolagen.

  1. Katekin

Ini adalah fenol dan antioksidan penangkal penyakit. Katekin telah terbukti efektif dalam mengobati penyakit gusi melalui menghambat bakteri berbahaya dan mencegah radang gusi.

  1. Vitamin C 

Penelitian telah menemukan bahwa penyakit gusi dikaitkan dengan kadar vitamin C yang rendah. Dengan meningkatkan asupan Vitamin C, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat melawan bakteri penyebab penyakit dan membantu meregenerasi gusi. Selain itu, kamu membutuhkan Vitamin C untuk pematangan kolagen yang membantu menjaga ligamen periodontal dan jaringan lain agar tetap sehat.

  1. Beta Karoten 

Penelitian telah menemukan makan makanan tinggi beta-karoten membantu mereka dengan penyakit gusi sembuh lebih baik. Beta karoten adalah provitamin yang diubah tubuh menjadi Vitamin A, yang mengurangi peradangan.

  1. Omega-3 

Omega-3 dikenal karena sifat anti-inflamasinya dan tubuh kita membutuhkannya untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Satu studi menemukan bahwa asupan omega-3 berbanding terbalik dengan penyakit gusi.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai perikoronitis, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.