Awas Bakteri pada Es Batu Bisa Sebabkan Sakit Tenggorokan

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   03 Desember 2020
Awas Bakteri pada Es Batu Bisa Sebabkan Sakit TenggorokanAwas Bakteri pada Es Batu Bisa Sebabkan Sakit Tenggorokan

Halodoc, Jakarta - Sakit tenggorokan muncul dengan rasa nyeri, tidak nyaman, atau sensasi rasa kering di tenggorokan. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk infeksi bakteri. Jika sudah terjadi, kamu akan sangat tersiksa saat waktunya makan atau minum tiba. Lantas, apakah sakit tenggorokan bisa dipicu oleh bakteri es air mentah? Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Baca juga: Es dari Air Mentah atau Matang: Apa Bedanya?

Bakteri Es Air Mentah Menjadi Penyebab Sakit Tenggorokan

Air mentah adalah cairan yang belum melewati proses penyaringan dan pengolahan, sehingga bakteri dan zat-zat berbahaya lainnya belum hilang. Air mentah dapat dikonsumsi secara aman jika sudah memasuki tahap pemrosesan, sehingga aman untuk dikonsumsi. Orang-orang biasa memasaknya sebelum dikonsumsi, agar bakteri di dalamnya hilang dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Meski membahayakan, tetapi banyak pedagang minuman yang menggunakan es batu dari air mentah karena alasan lebih praktis dan hemat. Air mentah tidak perlu dimasak dulu, sehingga lebih hemat gas. Meski tahu dampaknya, tetapi banyak orang yang acuh tak acuh terhadap hal tersebut. Padahal, bakteri es air mentah dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Bukan hanya sakit perut dan diare saya, bakteri juga dapat menjadi pemicu sakit tenggorokan.

Mengapa bisa bakteri es air mentah dapat menjadi penyebab sakit tenggorokan? Hal tersebut terjadi karena saat bakteri yang terdapat pada endapan es masuk ke dalam tubuh, mereka akan melewati tenggorokan dan memicu munculnya sejumlah gejala sakit tenggorokan. Apalagi jika dikonsumsi seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Berikut ini sejumlah gejala sakit tenggorokan yang perlu diwaspadai:

  • Sensasi rasa terbakar pada tenggorokan;
  • Rasa tidak nyaman pada tenggorokan;
  • Sakit saat menelan atau berbicara;
  • Kesulitan menelan;
  • Suara serak;
  • Batuk-batuk;
  • Nyeri otot;
  • Lelah atau lesu;
  • Napas tidak sedap;
  • Hidung tersumbat;
  • Bersin-bersin;
  • Pembengkakan pada leher atau rahang;
  • Rasa mual atau muntah;
  • Penurunan nafsu makan.

Kamu bisa mendiskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc ketika mengalami sejumlah gejalanya sesaat setelah mengonsumsi minuman dingin sembarangan. Jangan dibiarkan begitu saja, karena sakit tenggorokan akan membuat kamu merasa tidak nyaman untuk beraktivitas.

Baca juga: 7 Cara Ampuh Atasi Radang Tenggorokan

Begini Cara Membedakan Es Batu Air Matang dan Mentah

Saat cuaca sedang panas-panasnya, seseorang cenderung akan memesan minuman dingin di sembarang tempat untuk menghilangkan dahaga. Berikut ini cara membedakan es batu yang berasal dari air matang atau mentah:

  1. Perhatikan teksturnya. Es batu yang terbuat dari air matang warnanya bening, tidak ada serat-serat atau garis-garis es. Warna beningnya terjadi karena molekul udara yang terperangkap di dalam es tidak terlalu banyak.
  2. Perhatikan warnanya. Es batu yang dibuat dengan air mentah akan terlihat keruh. Sebaliknya, es batu yang dibuat dengan air matang akan terlihat jernih dan bersih seperti kristal.

Baca juga: Minum Es Sebabkan Radang Tenggorokan, Benarkah?

Banyak juga pabrik yang menggunakan air mentah untuk memproduksi es batu. Hal tersebut dikarenakan, es batu yang diproduksi bukan untuk dikonsumsi, tetapi untuk mengawetkan makanan. Jika berbalok-balok yang diproduksi dalam sehari, tidak mungkin merebusnya terlebih dulu, karena jumlahnya sangat banyak. Es-es balok ini adalah pengawet makanan, bukan untuk dikonsumsi.

Jika merasa sangat harus saat siang hari dan ingin membeli minuman dingin di pinggir jalan, sebaiknya kamu lihat terlebih dulu es batu apa yang digunakan, ya. Jika terlalu berisiko, sebaiknya kamu mengambil minuman dingin dari kulkas saja. 

Referensi:
CDC. Diakses pada 2020. Food & Water Precautions.
Everyday Health. Diakses pada 2020. What Is 'Raw' Water, and Should You Drink It?


Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan