Bagaimana Cara Filariasis Mewabah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bagaimana Cara Filariasis Mewabah?

Halodoc, Jakarta - Terdapat banyak jenis cacing yang dapat menyebabkan gangguan pada tubuh seseorang. Salah satunya adalah infeksi dari cacing jenis filaria yang dapat menyebabkan seseorang mengalami filariasis atau kaki gajah. Hal ini dapat menyebabkan tungkai seseorang menjadi sangat besar.

Selain tungkai, ternyata bagian tubuh lainnya juga dapat terpengaruh, seperti lengan, dada, hingga bagian kelamin. Gangguan ini juga tidak menimbulkan gejala yang dapat mudah untuk dideteksi, sehingga sulit untuk dicegah. Lalu, bagaimana cara filariasis menyebar? Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Fakta Mengenai Filariasis

Cara Wabah Filariasis Menyebar

Filariasis adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria yang dapat menyebabkan ukuran kaki seseorang menjadi besar. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan yang kronis, terutama jika tidak mendapatkan pengobatan dini. Pengidapnya dapat mengalami cacat seumur hidup dan bagian tubuhnya membesar.

Penyakit ini dapat menyebar dengan mudah ke banyak orang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang mengidap filariasis, cacing yang terkandung pada badan nyamuk akan masuk ke sirkulasi darah dan menyebarkan infeksi. Infeksi juga akan menyebar ke organ penting lainnya.

Salah satu bagian yang akan ditargetkan oleh cacing filaria adalah pembuluh getah bening. Pada bagian tersebut, cacing akan tumbuh menjadi dewasa dan dapat hidup sekitar 5-7 tahun. Cacing yang telah dewasa akan kawin dan melepaskan jutaan cacing lainnya dan masuk ke dalam darah dan menyebarkan infeksi.

Gangguan ini umumnya terjadi pada anak-anak dan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik yang sulit untuk didiagnosis. Umumnya, seseorang akan mengetahui terserang filariasis ketika muncul gejala, seperti mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Gejala lainnya yang akan timbul adalah kulit pada tungkai yang menjadi bengkak, menebal, kering, hingga dapat timbul luka tanpa sebab. Walau mendapat pengobatan, kaki yang telah mengalami pembengkakan dan dampak buruk tersebut tidak dapat dikembalikan seperti semula.

Seseorang berisiko untuk mengidap gangguan ini karena gigitan nyamuk berulang kali selama beberapa bulan hingga beberapa tahun. Selain itu, tinggal di daerah tropis atau sub-tropis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap gangguan ini. Walau begitu, infeksi dapat dideteksi dengan tes darah.

Kamu juga bertanya pada dokter dari Halodoc terkait gangguan filariasis ini untuk menjawabnya. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemesanan online untuk pemeriksaan fisik dengan aplikasi tersebut di beberapa rumah sakit tertentu.

Baca juga: Inilah 3 Jenis Filariasis yang Perlu Diketahui

Cara Mendiagnosis Penyakit Filariasis

Metode yang paling umum untuk mendiagnosis infeksi tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan darah. Hal ini dapat mengidentifikasi cacing mikroskopis di dalam tubuh. Walau begitu, hal ini belum tentu memiliki hasil yang pasti karena disebut-sebut cacing tersebut bersirkulasi pada malam hari.

Maka dari itu, pengumpulan darah akan dilakukan pada malam hari menyesuaikan dengan pola persebaran pada cacing tersebut. Selain itu, teknik serologis juga dapat dilakukan sebagai alternatif untuk mendeteksi cacing tersebut agar filariasis dapat diatasi. Walaupun gangguannya dapat dideteksi bertahun-tahun setelah infeksi terjadi.

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Fakta Mengenai Filariasis

Bagaimana Cara Mengobati Filariasis?

Seseorang yang mengalami infeksi dari cacing yang telah dewasa harus mengonsumsi dosis obat diethylcarbamazine (DEC) secara tahunan. Hal tersebut berguna untuk membunuh cacing mikroskopis yang bersirkulasi di dalam darah. Walau tidak membunuh semuanya, pengobatan tersebut dapat mencegah infeksi menyebar ke orang lain.

Apabila filariasis yang terjadi telah menyebabkan pembengkakan pada kaki, maka hal tersebut tidak dapat dikembalikan ke normal. Walau begitu, sangat penting untuk menjaga kebersihan kaki agar tidak mudah bengkak dan luka. Hal itu sangat penting agar kaki kamu tidak mudah mengalami gangguan.

Referensi:
CDC.gov. Diakses pada 2019. Parasites - Lymphatic Filariasis
Human Illnesses. Diakses pada 2019. Filariasis