Bagaimana Cara Mencegah Alkalosis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bagaimana Cara Mencegah Alkalosis?

Halodoc, Jakarta - Pada kondisi normal, darah memilih pH netral atau antara 7,35 hingga 7,45. Namun, adanya kenaikan pH, bisa membuat darah cenderung lebih basa, dan kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan kalsium pada darah dan mineral potasium pada tubuh. Istilah medisnya, kelainan ini disebut alkalosis

Alkalosis adalah kondisi berkebalikan dari asidosis, ketika pH di dalam darah cenderung asam. Hal ini terjadi karena kurangnya karbon dioksida yang termasuk senyawa bersifat asam, peningkatan bikarbonat sebagai serum yang bersifat basa, dan ion hidrogen yang hilang dalam tubuh. Terjadinya perubahan kimia pada tubuh ini menjadi respons dari paru dan ginjal sebagai organ penjaga keseimbangan asam dan basa tubuh. 

Bisakan Alkalosis Dicegah?

Bergantung pada penyebabnya, sebagian besar kondisi alkalosis bisa dicegah dengan pengobatan tertentu. Pada kasus alkalosis respiratorik, pengobatannya seputar perbaikan kadar oksigen tubuh dengan alat bantu napas atau mengatur napas secara mandiri. Apabila terjadi karena defisiensi kalium, pengobatannya bisa dengan konsumsi suplemen atau obat penambah kalium. 

Baca juga: Ini Alasan Wanita Rentan Alami Hipokalemia

Asupan cairan tubuh juga bisa membantu mengobati alkalosis, terutama dengan konsumsi minuman jenis isotonik dengan kandungan elektrolit. Namun, apabila terjadinya ketidakseimbangan elektrolit sangat parah karena kamu mengalami dehidrasi atau muntah berkepanjangan, perawatan intensif di rumah sakit mungkin dibutuhkan. 

Perubahan pola makan dengan mencukupi asupan kalium tubuh dan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi menjadi pencegahan alkalosis yang direkomendasikan. Kalium diperlukan untuk mencegah terjadinya kekurangan kadar elektrolit pada tubuh, dan bisa kamu temukan pada pisang, kacang-kacangan, susu, wortel, serta sayuran. 

Sementara untuk mencegah dehidrasi, tentu saja kamu perlu memperbaiki asupan cairan tubuh kamu. Minum air putih antara delapan sampai 12 gelas satu hari sangat dianjurkan. Konsumsi air ketika kamu hendak memulai olahraga, ketika di tengah aktivitas olahraga, terlebih setelahnya. Apabila banyak mengeluarkan keringat, kamu bisa mengonsumsi minuman kaya elektrolit. 

Baca juga: Hati-Hati, Alkalosis Bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Ketika kamu sedang haus, jangan pernah mengonsumsi minuman dengan rasa-rasa atau tinggi gula karena bisa membuat kamu menjadi lebih haus. Selalu pilih air mineral atau minuman isotonik saja untuk mengembalikan kadar ion yang hilang dalam tubuhmu, terlebih ketika kamu sedang dipadatkan dengan aktivitas. Mengurangi asupan teh, kafein, dan minuman bersoda juga menjadi cara mencegah alkalosis yang tepat. 

Bagaimana Mengetahui Tubuh Alami Alkalosis?

Gejalanya sangat bervariasi. Pada jangka pendek, tingkatan basa yang terlalu tinggi pada darah bisa membuat kamu mual, nyeri otot, kram, tremor pada tangan, dan sensasi mati rasa pada tangan, wajah, dan kaki. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini semakin parah, dengan gejala tambahan berupa pusing, jantung berdetak tidak beraturan, stupor atau ketidakmampuan mengolah informasi, bahkan bisa berakhir koma. 

Pemeriksaan alkalosis juga bisa dilakukan dengan mengecek kadar pH dari darah dan urin melalui tes urin dan analisis gas darah pada arteri. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar pH darah yang berada di atas angka 7,45, kamu positif mengalami alkalosis. Jadi, jangan pernah sepelekan, mengetahui apa dampak yang terjadi, kamu perlu segera mengecek kondisi kesehatan untuk mendapatkan pengobatan. Jangan menunggu, langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat. 

Baca juga: Bahayakah Tremor untuk Kesehatan?

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2019. Alkalosis. 
Emedicine. Diakses pada 2019. Metabolic Alkalosis.
MedinePlus. Diakses pada 2019. Alkalosis.