Bagaimana Cara Mengobati Akantosis Nigrikans?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Bagaimana Cara Mengobati Akantosis Nigrikans?

Halodoc, Jakarta – Akantosis nigrikans merupakan jenis kelainan pigmentasi kulit. Kondisi ini jarang berbahaya dan tidak menular. Meski begitu, pengobatan perlu diberikan saat seseorang mengidap penyakit ini. Kelainan pigmen akantosis nigrikans bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, baik yang bersifat ringan maupun berat. 

Kelainan pigmen akantosis nigrikans ditandai dengan munculnya lipatan-lipatan kulit yang sebelumnya tidak ada. Lipatan kulit ini akan menghitam, menebal, dan memiliki tekstur menyerupai kain beludru. Kondisi ini bisa mengganggu pengidapnya, karena area kulit yang terserang bisa memicu bau tidak sedap dan gatal-gatal. 

Baca juga: 5 Penyebab Akantosis Nigrikans yang Perlu Diketahui

Mengobati Akantosis Nigrikans dengan Mengetahui Penyebabnya

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kelainan pigmen ini terjadi. Namun, kondisi ini umumnya berkaitan dengan resistensi insulin di dalam tubuh. Pada dasarnya, ada beberapa kondisi yang disebut menjadi penyebab munculnya akantosis nigrikans, yaitu: 

  • Kelebihan Berat Badan 

Akantosis nigrikans disebut lebih rentan menyerang orang yang mengalami kelebihan berat badan alias obesitas. Risiko penyakit ini disebut semakin tinggi seiring dingin semakin berat bobot tubuh seseorang. 

  • Resistensi Insulin 

Resistensi insulin merupakan gangguan yang terjadi saat tubuh berusaha menggunakan insulin, yaitu hormon yang dihasilkan pankreas untuk mengontrol kadar gula darah. Resistensi insulin menyebabkan tubuh tidak dapat menggunakan hormon ini sebagaimana mestinya. Kondisi ini merupakan penyebab penyakit diabetes tipe 2. 

Baca juga: Kelainan Hormon Picu Akantosis Nigrikans, Benarkah?

  • Kelainan Hormon 

Gangguan pada hormon di dalam tubuh ternyata juga bisa meningkatkan risiko akantosis nigrikans. Penyakit ini rentan menyerang orang dengan kondisi hipotiroidisme atau kelenjar tiroid kurang aktif, memiliki kista ovarium, serta orang yang mengidap penyakit Addison. Selain itu, risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang memiliki penyakit kanker, seperti limfoma atau tumor lainnya. 

Jika dilihat dari penyebabnya, pengobatan akantosis nigrikan dilakukan untuk menangani penyebab-penyebab tersebut. Orang yang mengidap penyakit ini umumnya akan disarankan untuk menurunkan berat badan jika mengalami obesitas, konsumsi jenis obat tertentu yang bertujuan untuk memperbaiki level hormon dalam tubuh, konsumsi obat penurun kadar gula darah pada pengidap diabetes, serta terapi, operasi, ataupun kemoterapi bagi pengidap penyakit kanker. 

Setelah mengatasi penyebabnya, pengobatan akantosis nigrikans dilanjutkan dengan upaya memperbaiki penampilan kulit. Dalam hal ini, biasanya dokter akan meresepkan beberapa jenis krim, mulai dari krim pencerah kulit, krim antibiotik, serta sabun antibakteri. Memperbaiki penampilan kulit juga bisa dilakukan melalui terapi laser. 

Kondisi akantosis nigrikans umumnya bisa dengan mudah dikenali. Penyakit ini menyebabkan bagian kulit yang diserang menjadi abu-abu kecokelatan, menghitam, serta terlebih lebih gelap dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Selain itu, kelainan pigmen ini juga menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, kasar, dan memiliki tekstur, seperti kain beludru. Akantosis nigrikans biasanya menyerang area-area kulit di seputar bibir, leher, ketiak, telapak tangan, siku, jari, lipatan paha, lutut, serta telapak kaki. 

Baca juga: Ada Lipatan di Leher, Hati-Hati Gejala Akantosis Nigrikans

Jika mengalami gejala menyerupai penyakit ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Atau kalau ragu, kamu bisa menyampaikan gejala awal yang diduga akantosis nigrikans kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!