Ini Bahaya Tidak Membersihkan Menstruasi dengan Bersih

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Bahaya Tidak Membersihkan Menstruasi dengan Bersih

Halodoc, Jakarta – 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia. Momen ini kerap dijadikan sebagai upaya untuk memberikan kesadaran kepada wanita mengenai pentingnya menjaga kebersihan area genital ketika menstruasi.

Tidak hanya mengenai pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan, sejatinya Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia ini juga dilakukan sebagai wujud membangun kesadaran kepada masyarakat bahwasanya menstruasi adalah rutinitas biologis yang normal terjadi.

Menstruasi adalah bagian dari perubahan hormon wanita yang sejatinya harus diterima oleh masyarakat dan jangan dianggap tabu untuk dibicarakan dengan pria. Nah, dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia ini, ada baiknya sebagai wanita kita cek kembali, bagaimana rutinitas menjaga kebersihan saat datang bulan. Kira-kira sudah benar belum ya?

Baca juga: Harus Tahu, Masalah Menstruasi yang Enggak Boleh Diabaikan

1. Ganti Pembalut Setiap Empat Jam

Durasi ideal untuk mengganti pembalut adalah setiap empat jam. Jika rentang in tidak dilakukan, bisa-bisa area genital menjadi lembap, lecet di selangkangan, dan menimbulkan aroma tak sedap pada genital.

2. Membersihkan Menstrual Cup dengan Benar

Buat kamu yang sudah mulai menerapkan pola hidup ramah lingkungan dengan menggunakan menstrual cup sebagai pengganti pembalut, jangan pernah teledor untuk membersihkan  dengan benar. Apalagi kalau kamu memang secara rutin menggunakannya ke area pribadi, pasti harus benar-benar jeli membersihkannya. Bila perlu rendam dengan air panas supaya bakteri dan kuman yang menempel benar-benar hilang.

3. Jaga Kebersihan Miss V

Penting untuk menjaga area Miss V tetap bersih terutama selama periode menstruasi. Secara darah haid keluar secara intens, jadinya kamu perlu untuk menjaga kebersihan area intim tanpa mengganggu aliran keluarnya darah. Gunakan air hangat dan sabun cair untuk mencuci area genital tersebut.

4. Jangan Menumpuk Pembalut

Sebagian wanita yang mengalami aliran deras, cenderung menggunakan dua pembalut sekaligus untuk mengontrol aliran dan mencegah tembus. Namun, ini adalah ide yang buruk karena dapat menyebabkan infeksi di daerah Miss V. Alangkah lebih baiknya, jika kamu menggantinya secara perkala ketimbang menumpuk pembalut.

5. Kenakan Pakaian Dalam yang Nyaman dan Bersih

Meskipun mengganti pembalut sangat penting, tapi penting juga untuk mengenakan sesuatu yang nyaman selama hari-hari ini. Pastikan kamu menggunakan pakaian dalam berbahan nyaman yang memungkinkan kulit bernapas dan meminimalisir infeksi.

Baca juga: Inilah Siklus Menstruasi Wanita yang Normal Sesuai Usia

Jangan anggap remeh dengan kebersihan area kewanitaan saat sedang mentruasi. Beberapa isu kesehatan berikut bisa kamu dapatkan ketika tidak bersih menjaga genitalmu saat datang bulan.

1. Infeksi Saluran Kemih

Menggunakan pembalut lebih dari empat jam dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri Candida Albicans, Staphylococcus Aureus, dan E.Coli yang perkembangbiakannya dapat memicu infeksi saluran kemih. Membersihkan area kewanitaan dengan benar saat sedang menstruasi dapat menghindari infeksi tersebut sebesar 97 persen.

2. Alergi dan Gatal-Gatal

Ketika kamu tidak mengganti pembalut secara periodik, ini sangat bisa menyebabkan iritasi pada kulit genital dan area selangkangan. Pertumbuhan jamur juga akan memperparah kondisi alergi dan gatal-gatal, sehingga bisa sampai meruam.

Baca juga: Adakah Cara untuk Mempercepat Datang Bulan?

3. Kanker Serviks

Tidak hanya penularan karena hubungan seksual, nyatanya tidak menjaga kebersihan daerah kewanitaan juga bisa penyebaran Human Papilloma Virus. Makanya, gunakan pembalut yang nyaman, tanpa pewangi, dan seorganik mungkin, jangan lupa menjaga kebersihan tangan saat hendak mengganti pembalut.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara menjaga kebersihan menstruasi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.