Batuk Bikin Tenggorokan Gatal, Coba Minum Kencur

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
batuk-bikin-tenggorokan-gatal-coba-minum-kencur-halodoc

Halodoc, Jakarta – Batuk adalah salah satu penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Apalagi di saat musim pancaroba seperti sekarang ini, tubuh sangat rentan terserang penyakit batuk. Terserang batuk tentunya bikin kamu jadi enggak nyaman saat beraktivitas. 

Pasalnya, tenggorokan yang terasa gatal memicu kamu untuk batuk terus-menerus. Bahkan kondisi ini juga bisa mengganggu waktu istirahat kamu. Nah, untuk mengatasi tenggorokan yang gatal akibat batuk, coba saja minum kencur. Rempah-rempah asli Indonesia ini sudah sering digunakan untuk meredakan batuk. Yuk, ketahui manfaat kencur sebagai obat batuk alami di sini.

Seperti yang sudah kita ketahui, Indonesia adalah negara yang kaya akan rempah-rempah. Dan hampir seluruh tanaman rempah di Indonesia bisa dijadikan sebagai obat herbal. Jadi, enggak ada salahnya bila sekali-sekali kamu memanfaatkan kekayaan alam tersebut untuk mengatasi masalah kesehatan yang kamu alami. 

Kamu bisa coba memanfaatkan kencur sebagai tanaman herbal yang berkhasiat mengatasi batuk berdahak. Kencur terbukti ampuh mengencerkan dahak, sehingga bisa meredakan batuk berdahak yang kamu alami. Selain itu, rasa hangat yang bisa didapatkan saat meminum ramuan kencur pun akan membuat tubuh lebih segar dan saluran pernapasan lebih lega. 

Manfaat kencur untuk atasi batuk tersebut tidak lepas dari kandungan nutrisi baik di dalamnya. Kencur mengandung berbagai macam gizi baik, mulai dari vitamin C, vitamin B kompleks, beta karoten dan kalsium. Selain itu, kencur juga dikenal memiliki beberapa kandungan kimia yang bisa membantu penyembuhan penyakit, seperti senyawa aromatik, monoterpen, dan seskuiterpen, yang juga bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri.

Baca juga: Kandungan Kencur yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Tips Mengolah Kencur sebagai Obat Batuk

Berikut ini beberapa tips mengolah kencur untuk mengobati batuk di rumah:

1. Mengunyah Kencur Secara Langsung

Bila kamu batuk, cobalah kunyah kencur mentah yang sudah dicuci dan dikupas kulitnya. Kunyahlah sekitar 2 sampai 3 siung kencur hingga halus dan telan sarinya. Lakukan cara ini satu sampai dua kali sehari. Rasanya mungkin sedikit aneh, tetapi cara ini dipercaya ampuh untuk menyembuhkan batuk dengan cepat.

2. Minum Air Perasan Kencur

Bila kamu enggan mengunyah kencur secara langsung, kamu bisa membuat minuman dari perasan kencur. Caranya adalah parut kencur atau haluskan dengan ditumbuk, kemudian saringlah dan campur air perasannya dengan air hangat, lalu minum. Untuk membuat ramuan kencur tersebut, kamu cukup menggunakan 3–5 siung kencur berukuran sedang. Dengan meminum air kencur hangat, tenggorokan kamu pun akan terasa hangat dan saluran pernapasan pun menjadi lega.

Baca juga: Penambah Nafsu Makan Anak, Inilah 5 Manfaat Kencur

3. Campuran Kencur dan Jahe

Kencur biasanya juga diolah bersama dengan jahe untuk dimanfaatkan sebagai obat batuk.  Caranya, tumbuk beberapa siung kencur dan jahe, lalu campurkan dengan 2 gelas air dan rebus sampai hanya tersisa satu gelas air saja. Saring kedua bahan tersebut dan minumlah airnya selagi hangat. Kamu juga bisa menambahkan madu atau gula aren agar rasanya lebih manis.

4. Campuran Kencur dan Madu

Untuk rasa yang lebih enak, kamu bisa mengkombinasikan air perasan kencur dengan beberapa sendok madu murni. Campur 3 sendok makan air kencur dengan satu sendok makan madu, lalu minum ramuan tersebut sebanyak dua kali dalam sehari. Ramuan ini dipercaya ampuh mengusir batuk.

Baca juga: Kencur bisa Mengobati Batuk pada Bayi, Benarkah?

Nah, itulah manfaat kencur untuk atasi batuk. Kamu juga bisa membeli obat-obatan yang diperlukan lewat aplikasi Halodoc. Enggak usah repot-repot keluar rumah, tinggal order melalui aplikasi dan obat pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:

IndoIndians (Diakses pada 2019). Kencur: The Wonderful Herb with Many Benefits
Kemendag (Diakses pada 2019). Indonesian Herbal