10 September 2018

Bayi Cegukan dalam Kandungan, Normalkah?

bayi cegukan, bayi cegukan di dalam kandungan, cegukan bayi

Halodoc, Jakarta - Janin di dalam rahim tidak hanya berdiam diri seperti yang sering digambarkan. Di dalam rahim, janin melakukan proses belajar, seperti mendengar, meraba, menendang, dan juga dapat mengalami cegukan.

Proses bayi cegukan di dalam kandungan terjadi sejak awal trimester pertama. Umumnya, cegukan muncul ketika janin memasuki trimester kedua atau ketiga. Pada saat bayi cegukan, ibu hamil akan merasakan pada bagian perutnya seperti kejang.

Hampir semua wanita merasakan janin yang dikandungnya mengalami cegukan minimal sekali selama kehamilan atau bahkan lebih. Beberapa janin pun ada yang mengalami cegukan setiap hari atau dengan ritme waktu tertentu dikarenakan kontraksi diafragma. Bayi cegukan merupakan indikasi bahwa fungsi pernapasan janin dalam kondisi yang sehat dan berkembang dengan baik.

Bayi cegukan berarti telah mempunyai sistem saraf pusat lengkap yang membuatnya mampu bernapas dalam cairan ketuban. Saat cairan ketuban masuk dan keluar paru-paru, diafragma janin dapat berkontraksi dengan cepat dan menimbulkan cegukan.

Perbedaan Tendangan dan Cegukan

Ketika ibu sedang, sudah sewajarnya janin dalam kandungan menendang dan cegukan. Pastinya ibu akan merasa kebingungan untuk membedakannya. Apabila ibu merasakan gerakan bayi yang terus berpindah-pindah di dalam kandungan (baik di sisi atas, bawah, kanan, atau kiri) dan kemudian langsung berhenti ketika ibu berhenti bergerak, gerakan tersebut berarti tendangan bayi. Sedangkan, jik ibu sedang duduk tenang dan merasakan getaran yang berdenyut atau berirama yang berasal dari salah satu area perut, kemungkinan bayi sedang cegukan.

Cegukan pada janin yang harus diwaspadai adalah ketika cegukan terasa sangat intensif dan disertai dengan perut yang terasa kencang. Setelah itu, gerakan janin jadi melambat atau tidak ada gerakan sama sekali. Kondisi tersebut bisa jadi dikarenakan tertekannya kondisi tali pusar yang mengakibatkan asupan oksigen dan darah dari ibu ke bayi terhambat atau terhenti. Maka dari itu, ibu harus segera diskusi dengan dokter jika gerakan bayi di kandungan sangat minim atau tidak ada gerakan sama sekali.

Selain itu, makna bayi cegukan saat masih berada di kandungan yaitu memunculkan refleks bayi. Bayi cegukan menandakan bahwa ia sudah tidak sabar untuk lahir dan mekanisme refleksnya untuk menyusui telah terbentuk. Gerakan mengisap untuk menyusui telah dipraktekkan sejak di dalam rahim, sehingga membuatnya cegukan. Maka dari itu, ketika bayi sudah lahir, pada beberapa bagian tubuhnya akan terlihat lebih kemerahan karena diisap olehnya untuk proses latihan menyusui.

Bayi cegukan memang tidak memberikan rasa sakit pada ibu hamil. Namun, bayi cegukan dapat terasa mengganggu karena membuat sang ibu sulit untuk tidur. Untuk hal ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan ibu hamil untuk mengurangi rasa tak nyaman akibat cegukan janin.

Salah satu caranya yaitu dengan tidur menyamping yang bertumpu pada sisi kiri tubuh. Gunakan bantal untuk menyangga perut untuk mengurangi tekanan dari tulang belakang. Rasa tak nyaman karena bayi cegukan dapat dikurangi dengan mengonsumsi makanan sehat. Jika diizinkan dokter, ibu juga dapat melakukan olahraga ringan.

Punya keluhan seputar masa awal kehamilan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat biar cepat sembuh dan tips menjaga kesehatan selama hamil. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: